liputan08.com Jakarta – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2025 yang tersebar di 100 lokasi pada 29 provinsi di seluruh Indonesia. Proyek strategis nasional dengan total anggaran sebesar Rp2,2 triliun itu akan dikawal ketat melalui program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS).
Rapat pendahuluan (entry meeting) dan penandatanganan Pakta Integritas antara JAM-Intel dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan digelar pada Rabu (29/10/2025) di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta.
Dalam sambutannya, JAM-Intel Reda Manthovani menegaskan bahwa pengamanan proyek strategis ini bertujuan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
“Proyek Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan infrastruktur modern seperti pelabuhan, fasilitas produksi, distribusi, serta mendorong partisipasi masyarakat dan UMKM,” ujar Reda Manthovani.
Reda menambahkan, pelaksanaan PPS oleh Kejaksaan merupakan langkah preventif guna mencegah potensi pelanggaran hukum baik secara administrasi, perdata, maupun pidana dalam pelaksanaan proyek strategis nasional.
“Pengamanan Pembangunan Strategis tidak melegalkan pelanggaran hukum. Integritas adalah harga mati. Segala bentuk intervensi atau penyimpangan harus dihindari,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur IV pada JAM-Intelijen, Setiawan Budi Cahyono, menjelaskan bahwa kegiatan entry meeting menjadi tahap awal koordinasi pelaksanaan PPS, yang meliputi sosialisasi mekanisme kegiatan, penandatanganan Pakta Integritas, serta penyampaian surat persetujuan PPS beserta potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).
Adapun sejumlah potensi AGHT yang telah diidentifikasi oleh Tim PPS antara lain:
Potensi intervensi terhadap personel pelaksana proyek dalam proses pemilihan penyedia melalui penunjukan langsung.
Tekanan terhadap verifikator agar meloloskan Calon Penerima atau Calon Lokasi (CPCL) yang tidak memenuhi persyaratan.
Adanya laporan pengaduan masyarakat kepada aparat penegak hukum terkait pelaksanaan pemilihan penyedia, verifikasi CPCL, atau pelaksanaan proyek.
JAM-Intel pun mengingatkan seluruh pihak terkait, termasuk penyedia, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas, untuk bekerja secara profesional, proporsional, dan berintegritas.
“Kami mengajak seluruh stakeholder agar menjauhkan diri dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme. Jika ditemukan pelanggaran, maka tanggung jawab sepenuhnya berada pada pihak yang melakukan,” tutup Reda.
Tags: JAM-Intel, Kejaksaan Agung
Baca Juga
-
16 Jan 2026
Ketua DPRD Bogor Sastra Winara: Sinergi dengan Paspampres Penting Jaga Stabilitas Keamanan Daerah
-
01 Sep 2025
Wilson Lalengke Desak Reformasi Total Rekrutmen Pemimpin: “Stop Kirim Figur Tanpa Kapasitas ke Senayan!”
-
20 Okt 2025
Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Teguhkan Sinergi Ulama dan TNI Lewat Haul dan Maulid Akbar di Sulteng
-
16 Apr 2026
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka! Kejagung Bongkar Skandal Korupsi Tambang Nikel Rp1,5 Miliar di Sultra
-
25 Mei 2026
Irawansyah Banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, Soroti Dugaan Cacat Hukum Seleksi Mediator PN Cibinong
-
21 Jan 2026
Negara Lelang Kapal Tanker Iran Bermuatan 1,2 Juta Barel Minyak, Nilai Limit Tembus Rp1,17 Triliun
Rekomendasi lainnya
-
04 Nov 2025
Kejaksaan dan Pemda Jawa Barat Bersinergi Siapkan Pidana Kerja Sosial Sambut KUHP Baru 2026
-
04 Nov 2025
Dari Devisa Bocor hingga Ekonomi Karbon: Dr. Dian Assafri Nasa’i Dorong Reformasi Tata Kelola SDA Berbasis Teknologi dan Kedaulatan Nasional
-
05 Agu 2025
Menuju Adipura 2025, Pemkab Bogor Siap Wujudkan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
-
11 Des 2025
Polri Dinilai Lamban Tangani Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak, API DKI Jakarta Minta Penyidikan Dipercepat
-
01 Des 2025
Tikus Koruptor Satelit 123° BT: Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Penuntut Koneksitas
-
30 Okt 2025
Pemkab Bogor Usulkan Pembangunan Jembatan dan Ketahanan Pangan di Rakornas Kemendagri





