Liputan08.com – Persidangan lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menjadi sorotan publik. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026), Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tanggapan tegas terhadap keterangan para ahli yang dihadirkan pihak terdakwa Nadiem Makarim.
Jaksa Roy Riady menilai keterangan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Agung Firmansyah, sebagai ahli auditor tidak memenuhi prinsip objektivitas karena disusun berdasarkan dokumen dan informasi yang terbatas dari pihak penasihat hukum terdakwa.
Menurut JPU, ahli dinilai telah memasuki wilayah penilaian yuridis dengan menafsirkan unsur perbuatan melawan hukum, padahal hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan majelis hakim.
“Ahli dianggap telah melampaui kewenangannya sebagai auditor dengan mencoba menafsirkan perbuatan melawan hukum, yang secara yuridis merupakan domain murni aparat penegak hukum,” ujar Roy Riady di sela persidangan.
JPU juga menyoroti adanya inkonsistensi metodologis dalam pendapat ahli yang dinilai bertentangan dengan standar audit kerugian keuangan negara yang selama ini digunakan dalam praktik pemeriksaan bersama aparat penegak hukum.
Selain itu, jaksa menilai sikap ahli yang dinilai emosional saat independensinya diuji di persidangan turut memengaruhi kualitas dan netralitas keterangannya. Pengakuan ahli yang tidak menerima sejumlah bukti penting, seperti bukti elektronik dan dokumen invoice keuangan, dinilai semakin memperlemah validitas kesimpulan yang disampaikan.
“Fakta bahwa ahli mengakui tidak menerima banyak bukti penting seperti bukti elektronik dan invoice keuangan semakin memperkuat alasan JPU untuk meminta Majelis Hakim mengabaikan pendapat ahli yang dianggap hanya berdasarkan asumsi segelintir bukti tersebut,” kata Roy.
Dalam sesi berikutnya, persidangan menghadirkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Nindyo Pramono, sebagai ahli hukum bisnis. Namun demikian, JPU justru menilai sejumlah keterangan yang disampaikan memperkuat konstruksi dakwaan yang sedang dibangun penuntut umum.
Prof. Nindyo menjelaskan praktik perbedaan pencatatan nilai investasi dalam suatu transaksi bisnis, yakni ketika nilai riil investasi dicatat lebih kecil dalam akta notaris guna mengurangi kewajiban pajak.
Bagi JPU, penjelasan tersebut memperlihatkan adanya indikasi fraud atau kecurangan yang dilakukan secara sadar dan sistematis demi kepentingan tertentu.
“Ahli menjelaskan mengenai praktik perbedaan pencatatan nilai investasi, di mana sebuah transaksi yang nilainya besar hanya dicatatkan dengan nilai jauh lebih kecil dalam akta notaris demi menghindari kewajiban pajak,” ungkap JPU.
JPU menegaskan, rangkaian fakta persidangan semakin memperlihatkan adanya dugaan konflik kepentingan dalam tata kelola proyek digitalisasi pendidikan tersebut. Terdakwa diduga tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pejabat negara, tetapi juga memiliki keterkaitan kepentingan dengan entitas bisnis tertentu yang berkaitan dengan proyek pengadaan Chromebook.
Tags: Terkuak di Tipikor! Jaksa Sebut Dugaan Korupsi Chromebook Kian Terang Benderang
Baca Juga
-
18 Okt 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Resmikan Shortcut Subianto Sentul, Akses Baru Perkuat Konektivitas Babakan Madang
-
12 Mei 2025
Pererat Persaudaraan di Perantauan, FKBSS Gelar Aniversari ke 7 dan Santunan Anak Yatim di Tangerang
-
15 Jul 2026
Wai Sikhing Rusak, Masihkah Ada Rasa Peduli?
-
02 Nov 2024
KH. Achmad Yaudin Sogir Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Sampaikan Khutbah Penuh Hikmah di Masjid BUMD Tirta Kahuripan
-
23 Jun 2026
Kejagung Bongkar Alasan Penolakan Justice Collaborator Tersangka SS dalam Kasus MBG
-
22 Des 2025
Lewat CFD Tegar Beriman, Bupati Bogor Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan
Rekomendasi lainnya
-
27 Feb 2025
Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Kerugian Capai Rp193,7 Triliun
-
03 Des 2025
Bupati Rudy Susmanto Kirim Tim Medis, Wujud Kepedulian Membanggakan Pemkab Bogor untuk Korban Bencana
-
05 Mei 2026
Bupati Bogor Kukuhkan KONI 2026–2030, Titip Harapan Besar Prestasi Nyata
-
15 Jun 2025
Damkar Kabupaten Bogor Edukasi Warga Lewat Booth Interaktif di Kabogorfest 2025
-
17 Feb 2025
Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Proyek PUPR Banyuasin, Kerugian Negara Capai Rp 826 Juta
-
14 Jun 2026
Sekda Ajat: Pemkab Bogor Gandeng Pesantren dan DKM Cegah Ancaman Sosial terhadap Generasi Muda


