Liputan08.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik penyesatan informasi oleh pihak-pihak yang mengklaim memiliki kemampuan untuk mengintervensi proses penanganan perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), khususnya yang berkaitan dengan aktivitas importasi di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum dan merupakan bagian dari modus penipuan yang memanfaatkan dinamika proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.
Fenomena ini menunjukkan adanya upaya sistematis dari oknum tertentu untuk membangun persepsi seolah-olah terdapat celah intervensi dalam proses penyidikan di KPK, padahal secara kelembagaan, setiap tahapan penanganan perkara dijalankan berdasarkan prinsip kolektif kolegial, akuntabel, dan transparan.
“KPK memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak eksternal mana pun,” tegas Budi dalam keterangannya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/5/2026)
Lebih lanjut, KPK menggarisbawahi bahwa narasi yang dibangun oleh oknum tersebut berpotensi merugikan masyarakat, khususnya para pihak yang tengah berhadapan dengan proses hukum, dengan cara menawarkan jasa pengurusan perkara disertai imbalan tertentu.
Dalam perspektif penegakan hukum, praktik semacam ini tidak hanya mencederai integritas institusi, tetapi juga berpotensi menimbulkan tindak pidana baru berupa penipuan dan/atau perintangan proses hukum (obstruction of justice).
Oleh karena itu, KPK mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan lembaga penegak hukum. Pelaporan terhadap indikasi praktik serupa juga dinilai krusial sebagai bagian dari partisipasi publik dalam menjaga integritas sistem peradilan.
Konstruksi Perkara dan Penetapan Tersangka
Dalam perkembangan penyidikan, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait importasi di DJBC Kementerian Keuangan.
Perkara ini melibatkan unsur pejabat internal dan pihak swasta, antara lain:
Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–2026
Pejabat intelijen di lingkungan DJBC
Pihak korporasi yang diduga memperoleh keuntungan dari praktik penyimpangan prosedur importasi
KPK menduga adanya upaya sistematis untuk meloloskan barang impor yang tidak memenuhi ketentuan melalui penyalahgunaan kewenangan serta kolusi antara aparat dan pihak swasta.
Secara keseluruhan, pengungkapan ini mempertegas bahwa KPK tidak hanya fokus pada penindakan perkara korupsi, tetapi juga pada pencegahan distorsi informasi yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum.
Tags: KPK Tegas: Klaim Bisa Urus Perkara adalah Kebohongan dan Penipuan
Baca Juga
-
21 Jul 2026
KPK Tangkap Satu Orang di Jakarta, Total Delapan Pihak Diperiksa dalam OTT Lombok Barat
-
05 Agu 2026
Bupati Rudy Susmanto Dorong Tol Depok–Antasari dan Jalan Tambang Demi Pertumbuhan Ekonomi
-
28 Agu 2026
Dugaan Korupsi Upah Pungut Bogor Naik Penyidikan, KPK Geledah Dua Kantor
-
29 Okt 2024
Dedy Firdaus Terpilih Sebagai Ketua PWI Kabupaten Bogor Periode 2024-2027
-
25 Jun 2025
Antam Dukung Bogor Fest: Tampilkan Mitra Binaan, Destinasi Wisata, dan Atraksi Pelajar untuk Majukan Ekonomi Kreatif dan Konservasi Alam
-
02 Des 2025
Bandit Kayu Mentawai: Bos PT BRN Dilimpahkan ke Peradilan Setelah Aparat Sita Ribuan Batang Kayu dan Alat Berat
Rekomendasi lainnya
-
13 Okt 2026
Rp106,3 Miliar Disita dalam Kasus HGB BPN Bogor, KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Nusron
-
30 Okt 2024
Warga Pertanyakan Alih Fungsi Lapangan Bola di Cilebut Barat Menjadi Fasilitas Sosial dan Umum
-
29 Jul 2026
OTT KPK di Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro Diamankan, Juru Bicara KPK Beberkan Fakta kepada Siber24jam.com dan Liputan08.com
-
04 Jan 2026
Masyarakat Puji Pembangunan yang Dilakukan Bupati Bogor
-
12 Sep 2026
Grand Tamansari 5 Residence Hadirkan Hunian Nyaman dan Lingkungan Sehat di Cibarusah
-
06 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api Besitang-Langsa


