Liputan08.com – 4 Mei 2026. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan adanya unsur pidana dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Penegasan tersebut disampaikan usai persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026), dengan agenda mendengarkan keterangan ahli a de charge atau ahli yang meringankan dari pihak terdakwa.
Adapun ahli yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum terdakwa Nadiem Makarim adalah Prof. Dr. H. Romli Atmasasmita, S.H., LL.M., seorang pakar hukum pidana.
Namun, JPU Roy Riady menyoroti objektivitas keterangan ahli tersebut. Ia mengungkapkan adanya potensi konflik kepentingan karena salah satu anggota tim penasihat hukum terdakwa merupakan putra kandung dari ahli yang bersangkutan.
“Kami mencatat adanya hubungan keluarga antara ahli dengan tim penasihat hukum terdakwa. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai independensi dan objektivitas keterangan yang disampaikan di persidangan,” ujar Roy Riady kepada awak media.
Selain itu, JPU juga menilai terdapat kontradiksi antara pendapat ahli di persidangan dengan prinsip-prinsip hukum yang sebelumnya pernah dirumuskan oleh ahli tersebut, khususnya dalam penyusunan undang-undang tindak pidana korupsi dan regulasi terkait penyelenggaraan negara yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Dalam keterangannya di persidangan, ahli menyebut perkara tersebut masuk dalam ranah administrasi. Namun, JPU menolak pandangan tersebut dan menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan terdakwa justru memenuhi unsur pidana.
“Meskipun ahli menyatakan ini ranah administrasi, kami menegaskan bahwa tindakan terdakwa saat menjabat sebagai Menteri yang diduga menciptakan konflik kepentingan untuk memperkaya korporasi tertentu hingga merugikan keuangan negara dalam jumlah triliunan rupiah adalah murni tindak pidana,” tegas Roy.
Lebih lanjut, JPU juga menguji konsistensi pendapat ahli dengan membedah salah satu karya ilmiahnya berjudul Teori dan Kapita Selekta Kriminologi. Dalam buku tersebut dijelaskan mengenai karakteristik kejahatan kerah putih (white collar crime), yang melibatkan unsur penipuan dan manipulasi.
Di persidangan, ahli membenarkan bahwa karakteristik tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi sepanjang didukung oleh fakta dan alat bukti yang sah.
Berdasarkan hal itu, JPU menyatakan keyakinannya bahwa seluruh unsur pidana dalam perkara ini telah terpenuhi.
“Kami meyakini bahwa unsur perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, hingga adanya keuntungan yang dinikmati terdakwa telah terbukti melalui fakta-fakta persidangan,” pungkasnya.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan program strategis nasional di bidang pendidikan serta nilai anggaran yang sangat besar.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Agung melalui Pusat Penerangan Hukum menyatakan akan terus mengawal proses persidangan hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Tags: JPU Yakin Unsur Korupsi Terbukti dan Singgung Independensi Ahli, Sidang Chromebook Memanas
Baca Juga
-
11 Feb 2026
Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Penghargaan Brevet Kehormatan Paspampres untuk Unsur Forkopimda Bogor
-
11 Mar 2026
Wabup/Sekda Bogor Apresiasi Gerakan 1.000 Kali Khatam Al-Qur’an di Kemenag Kabupaten Bogor
-
10 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi, Dorong Solusi Konkret untuk Ekonomi dan Kesejahteraan
-
26 Okt 2025
Uji Coba CFD Tegar Beriman, Warga Antusias Nikmati Ruang Sehat dan Layanan Publik Gratis
-
04 Mar 2025
Rudy Susmanto Hadiri Sinergi Pemprov Jabar, TNI-Polri, dan Kejaksaan untuk Bangun Jawa Barat
-
12 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Satu Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang PT Duta Palma Group
Rekomendasi lainnya
-
06 Jan 2025
TNI Selalu Hadir untuk Rakyat: Satgas Yonif 641/Bru Perbaiki Instalasi Listrik Warga di Yalimo
-
10 Apr 2025
Jonartak Dinata Resmi Dilantik Gantikan M. Suratman, Kader NasDem Minta DPRD Tanggamus Jauh dari KKN
-
13 Mar 2025
Rugikan Negara Kejari Muba Sita Lahan dan Aset PT. SMB
-
04 Jan 2026
Wisata Sejarah Lawang Sewu Dinilai Mahal, Pengunjung Keberatan dengan Sistem Tiket Berlapis hingga Rp50 Ribu
-
16 Jan 2025
Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Tegas Selesaikan Sengketa Tanah Puluhan Tahun
-
04 Feb 2025
Kabinet Bergerak Berdampak BEM Laa Roiba Semangat Maju


