Liputan08.com CIBINONG, BOGOR — Pengajian Al Qalam, sebuah majelis keilmuan dan pembinaan spiritual bagi kalangan jurnalis, resmi diselenggarakan perdana di Kantor Portal, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal terbentuknya ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan nilai-nilai etika bagi para insan pers di wilayah Bogor.
Pengajian tersebut dihadiri oleh para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam satu wadah kebersamaan, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan. Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat internal profesi, tetapi juga menjadi jembatan antara media dan publik.
Acara ini menghadirkan KH Achmad Yaudin Sogir, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB, sebagai pengisi tausiyah utama. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran strategis jurnalis dalam menjaga kesejukan sosial di tengah dinamika informasi yang kerap memicu perbedaan dan konflik di masyarakat.
“Jadilah jurnalis sebagai penyejuk bangsa. Ibarat air, media harus mampu meredam api kemarahan. Ketika masyarakat berada dalam kondisi pro dan kontra, penuh emosi, maka jurnalis hadir sebagai penyeimbang—bukan memperkeruh, tetapi menenangkan,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.
Ia menjelaskan bahwa filosofi air mengandung makna yang sangat dalam. Air memiliki sifat jernih, menenangkan, mengalir tanpa diskriminasi, serta menjadi sumber kehidupan bagi seluruh makhluk. Dalam konteks jurnalistik, nilai ini mencerminkan pentingnya kejernihan informasi, objektivitas, serta keberpihakan pada kebenaran dan kemaslahatan publik.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa media yang sehat adalah media yang mampu menjadi cooling system di tengah masyarakat, bukan justru menjadi pemicu konflik akibat pemberitaan yang tidak berimbang atau cenderung provokatif.
“Air itu tidak memihak, tetapi memberi manfaat bagi semua. Begitu pula jurnalis, harus menyampaikan kebenaran dengan cara yang bijak, tidak menyulut emosi, dan tetap menjunjung tinggi etika,” tambahnya.
Dalam perspektif akademik, gagasan ini sejalan dengan konsep constructive journalism, yakni pendekatan jurnalistik yang tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga menawarkan sudut pandang solusi, ketenangan, dan harapan bagi masyarakat. Pendekatan ini menempatkan jurnalis sebagai agen pembangun peradaban, bukan sekadar penyampai informasi.
Nilai tersebut juga memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al-Anbiya: 30)

Ayat ini menegaskan bahwa air adalah sumber kehidupan, sebagaimana informasi yang benar dan jujur menjadi sumber kesadaran sosial dan peradaban. Informasi yang keliru, sebaliknya, dapat menjadi sumber kerusakan.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi prinsip dasar dalam dunia jurnalistik, di mana setiap kata yang disampaikan kepada publik harus memiliki nilai kebaikan, kebenaran, dan tanggung jawab.
Para ulama juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan tulisan. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa kata-kata adalah cerminan hati, yang dapat menjadi sumber kebaikan maupun kerusakan. Dalam konteks modern, tulisan jurnalistik memiliki daya pengaruh yang jauh lebih luas, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.

Pengajian Al Qalam ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu membentuk karakter jurnalis yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual dan etika. Dengan adanya wadah ini, para jurnalis di Kabupaten Bogor dapat terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, serta membangun solidaritas antarinsan pers.
Kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial. Dalam situasi masyarakat yang kerap diliputi perbedaan pandangan, kehadiran media yang bijak dan menyejukkan menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Melalui Pengajian Al Qalam, para jurnalis diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur tersebut dan menerapkannya dalam setiap karya jurnalistik. Dengan demikian, media benar-benar menjadi “air” bagi bangsa—yang menenangkan gejolak, menjernihkan informasi, serta menghadirkan keseimbangan di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis.
Reporter:Zakar
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir: Media Harus Jadi Air Penyejuk, Pengajian Al Qalam Satukan Jurnalis Bogor
Baca Juga
-
25 Jun 2025
PWI Jawa Barat Dukung Kongres Persatuan: Momentum Rekonsiliasi dan Penguatan Organisasi
-
07 Mar 2026
KH Achmad Yaudin Sogir: Membaca Al-Qur’an dari Mushaf adalah Ibadah, Generasi Muda Harus Dijauhkan dari Ketergantungan Digital
-
24 Feb 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Tinjau Perbaikan Jalan Parung–Kemang Jelang Idul Fitri 1447 H
-
02 Nov 2024
KH. Achmad Yaudin Sogir Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Sampaikan Khutbah Penuh Hikmah di Masjid BUMD Tirta Kahuripan
-
29 Okt 2024
Perayaan Ulang Tahun Humas Polri ke-73, Polda Sumsel Sukses Gelar Bhakti Sosial Donor Darah dengan Ribuan Peserta
-
07 Des 2024
Pelayanan Paliatif RSUD Ciawi Dipuji Negara-Negara Asia Pasific
Rekomendasi lainnya
-
26 Mei 2025
Bogor Bangkit! Rudy Susmanto Antar Pemkab Raih WTP Setelah 3 Tahun Vakum
-
08 Des 2025
Karang Taruna Tugu Lonceng Gelar Aksi Peduli Korban Banjir di Aceh dan Sumatera
-
24 Feb 2026
Produk Astra Tak Cantumkan HET, FRRAK Soroti Potensi Kerugian Konsumen dan Ancam Boikot
-
02 Feb 2026
Dedie Rachim Tinjau Lokasi Longsor di Bondongan
-
12 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Impor Gula di Kementerian Perdagangan
-
06 Sep 2025
Pemkab Bogor Gelar Festival dan Kejuaraan Silat Cimande: Perebutkan Piala Bupati dan Kukuhkan Warisan Budaya Dunia




