Liputan08.com – Suasana hangat dan penuh keteduhan menyelimuti kediaman Gus Sholeh di kawasan Kota Wisata Cibubur Kabupaten Bogor, Sabtu (25/4/2026). Dalam wawancara eksklusif bersama tim wartawan Siber24jam.com, Liputan08.com, dan Liputanfokus.com, Gus Sholeh membuka ruang diskusi mendalam tentang relasi antara dunia usaha, spiritualitas Islam, serta urgensi zakat dan sedekah dalam membangun keberkahan hidup.
Duduk sederhana namun penuh wibawa, Gus Sholeh memulai perbincangan dengan menekankan bahwa keberhasilan usaha sejatinya tidak hanya diukur dari aspek keuntungan finansial, melainkan juga dari nilai keberkahan yang dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitarnya.

Wartawan: Bagaimana pandangan Anda tentang pentingnya zakat dan sedekah dalam dunia usaha?
Gus Sholeh: Dalam Islam, usaha itu bukan hanya soal mencari profit, tetapi juga soal keberkahan. Zakat adalah kewajiban yang menyucikan harta, sedangkan sedekah adalah bentuk cinta kita kepada sesama. Keduanya menjadi fondasi spiritual yang menjaga usaha tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 261, yang menggambarkan betapa sedekah akan dilipatgandakan pahalanya. Menurutnya, ayat tersebut tidak hanya berbicara dalam konteks ukhrawi, tetapi juga memiliki dimensi sosial-ekonomi yang nyata.
Wartawan: Banyak pelaku usaha merasa khawatir hartanya berkurang jika terlalu banyak bersedekah. Bagaimana Anda menanggapi hal ini?
Gus Sholeh: Itu karena cara pandang kita masih materialistik. Dalam hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Justru sebaliknya, Allah akan menggantinya dengan cara yang tidak kita sangka. Ini yang harus diyakini.
Dalam penjelasannya, Gus Sholeh juga mengaitkan konsep tersebut dengan ajaran tasawuf. Ia menyebut bahwa zakat dan sedekah adalah bagian dari proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, yang menjadi inti dari perjalanan spiritual seorang muslim.
Wartawan: Dalam perspektif tasawuf, bagaimana posisi zakat dan sedekah?
Gus Sholeh: Dalam tasawuf, kita diajarkan untuk tidak terikat pada dunia. Sedekah itu melatih kita untuk melepaskan. Seperti yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali, harta itu hanyalah titipan. Kalau kita terlalu mencintainya, justru itu yang akan menjauhkan kita dari Allah.
Sebagai pengusaha sukses di bidang pangan, Gus Sholeh tidak hanya berbicara secara teoritis. Ia telah membuktikan komitmennya melalui berbagai aktivitas sosial, mulai dari mendirikan panti asuhan hingga panti jompo di sejumlah daerah. Ia juga aktif sebagai penasihat di berbagai media, menjadikan dakwahnya menjangkau lebih luas ke masyarakat.
Wartawan: Bagaimana Anda mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata?
Gus Sholeh: Saya selalu berusaha menjadikan usaha sebagai jalan ibadah. Setiap keuntungan yang diperoleh, harus ada bagian untuk zakat dan sedekah. Selain itu, kami juga mengelola panti asuhan dan panti jompo sebagai bentuk pengabdian. Ini bukan soal besar kecilnya, tapi soal keikhlasan.
Ia menambahkan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen ekonomi umat jika dikelola secara profesional dan transparan. Menurutnya, zakat bukan hanya solusi individual, tetapi juga solusi kolektif dalam mengatasi kesenjangan sosial.
Wartawan: Apa pesan Anda bagi para pelaku usaha di Indonesia?
Gus Sholeh: Jangan pernah takut berbagi. Justru dengan berbagi, usaha kita akan lebih kuat dan berkah. Ingat, dalam setiap harta kita ada hak orang lain. Kalau itu kita tunaikan, insyaAllah hidup kita akan lebih tenang dan usaha kita akan terus berkembang.
Wawancara eksklusif ini menegaskan bahwa integrasi antara nilai spiritual dan praktik bisnis bukanlah sesuatu yang utopis, melainkan sebuah keniscayaan. Sosok Gus Sholeh menjadi contoh nyata bagaimana prinsip zakat dan sedekah tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga strategi membangun keberlanjutan usaha yang berorientasi pada keberkahan dan kemaslahatan umat.
Baca Juga
-
16 Apr 2025
Tingkatkan Minat Generasi Muda Menjadi Prajurit, Koramil 0808/08 Udanawu Gelar Sosialisasi Rekrutmen TNI AD di Dua Sekolah
-
23 Jan 2026
Tambang Tanpa Izin, Alat Berat Nangis: Satgas PKH Kuasai Kembali 1.699 Hektare Lahan PT AKT
-
20 Feb 2025
TMMD ke-123 di Desa Karacak Resmi Dibuka: Kolaborasi TNI, Pemda, dan Masyarakat Wujudkan Infrastruktur Lebih Baik
-
05 Nov 2025
3.000 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Potensi Bencana di Kabupaten Bogor
-
30 Jun 2025
Bupati Bogor Tinjau Progres Masjid Raya: Target Rampung Desember 2025, Jadi Pusat Layanan Haji dan Umrah
-
27 Jul 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Ajak Siswa SMPN 3 Cileungsi Jauhi Tawuran dan Narkoba
Rekomendasi lainnya
-
01 Jan 2025
Pesan Awal Tahun 2025 dari KH Achmad Yaudin Sogir, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor
-
04 Des 2024
JAM DATUN dan PT Nindya Karya Jalin Kerja Sama Mitigasi Risiko Hukum di Sektor Konstruksi
-
11 Jul 2025
Wajah Baru Puncak Mulai Terlihat, Warga Cisarua Apresiasi Langkah Nyata Pemkab Bogor
-
28 Agu 2026
Sekda Bogor: DWP Harus Beri Manfaat Nyata
-
02 Jun 2025
Saatnya Kembali Bersatu Ulama PWI Bogor Ingatkan Pentingnya Silaturahmi di Tengah Perbedaan Pandangan
-
22 Okt 2024
Satgas Yonif 509 Kostrad Dukung Ekonomi Warga Yoparu melalui Program ROSITA






