Liputan08.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tengah menyiapkan transformasi besar kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi dan modern. Konsep yang diusung tidak hanya sebatas penataan pasar, tetapi menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, hingga transportasi dalam satu kawasan terpadu.
Gagasan tersebut disampaikan Rudy saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran kepala perangkat daerah di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (27/4).
Menurut Rudy, Parung memiliki potensi strategis yang selama ini belum tergarap maksimal. Karena itu, pemerintah daerah merancang pengembangan kawasan secara lebih terstruktur, dimulai dari pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner.
“Konsepnya bukan sekadar pasar. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya tersedia tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy.
Tak hanya itu, kawasan Parung juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) serta shelter angkutan umum. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurai persoalan klasik kemacetan akibat angkutan yang kerap berhenti di badan jalan.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan dua lahan strategis untuk mendukung proyek tersebut. Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi akan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi, sementara lahan kedua seluas kurang lebih 2 hektare difungsikan sebagai kawasan pengembangan pendukung, termasuk akses transportasi.
Rudy menegaskan, pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung. Untuk itu, Pemkab Bogor membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
“Kita tidak ingin aset pemerintah dibiarkan idle. Lebih baik dikerjasamakan sehingga memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Skema kerja sama yang ditawarkan pun fleksibel, mulai dari sistem sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang, dengan kemudahan perizinan selama sesuai ketentuan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap. Setelah fokus pada kawasan Cibinong, kini giliran Parung yang menjadi prioritas pengembangan berikutnya.
“Konsepnya bukan menggusur, melainkan menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban tanpa menghilangkan ruang usaha masyarakat. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelas Ajat.
Ia menambahkan, penataan juga mencakup optimalisasi aset lama seperti terminal yang selama ini kurang termanfaatkan. Terminal tersebut kini mulai diaktifkan kembali dan akan terintegrasi dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan yang mempermudah mobilitas warga.
“Ke depan, kawasan Parung akan terhubung hingga Ciseeng dan diharapkan mampu mengangkat potensi lokal sebagai ikon kawasan,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis, termasuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam area pasar. Sebanyak 700 lapak disiapkan untuk menampung pedagang, mulai dari komoditas sayur-mayur, basahan, hingga ayam dan ikan.
“Penataan ini bukan sekadar relokasi, tetapi juga penertiban kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah sementara sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah sebagai taman atau sentra ikan hias,” ujarnya.
Meski sempat memunculkan pro dan kontra, dukungan dari para pedagang kini terus menguat dan telah mencapai sekitar 90 persen.
Perumda Pasar Tohaga menargetkan Parung sebagai sentra ikan hias unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan itu, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari fasilitas pasar yang bersih dan representatif hingga akses parkir yang tertata.
Penataan kawasan Parung ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan konsep terintegrasi, Parung diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang publik modern yang nyaman bagi masyarakat.
Tags: Rudy Susmanto Transformasi Parung: Dari Kawasan Padat Jadi Pusat Kuliner dan Perdagangan Modern
Baca Juga
-
25 Agu 2026
93 Inovasi Pelajar Warnai Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026
-
25 Jan 2025
ESI Kabupaten Bogor Siap Berprestasi: Targetkan 5 Emas di Porprov XV Jabar 2026
-
08 Jul 2026
Pemkab Bogor Tertibkan Bangli di Kecamatan Ciseeng Demi Wujudkan Kawasan Tertib dan Aman
-
13 Des 2024
Melalui Program KAMIS MANIS, Inisiatif Baru Pemkab Bogor untuk Wujudkan Wilayah Kabupaten Bogor Lebih Nyaman
-
22 Nov 2024
Ribuan ASN Pemkab Bogor Kenakan Sarung Tenun Majalaya, Pecahkan Rekor MURI
-
28 Agu 2026
Kabupaten Bogor Turut Serta dalam Sekolah Vertical Rescue Indonesia Tingkat 1 Angkatan 296
Rekomendasi lainnya
-
12 Nov 2024
Rudy Susmanto Targetkan Kemenangan di Babakan Madang, Fokus pada Infrastruktur dan Penanganan Bencana
-
28 Okt 2026
MBG Bikin Kenyang, Penyidik Kejagung Bikin Tegang!
-
04 Jun 2026
Sastra Winara Apresiasi HJB ke-544 di Citalahab, Bukti Komitmen Membangun Bogor Hingga Pelosok
-
21 Okt 2026
Penganiayaan Berat di Caringin Bogor: Wilson Lalengke Kecam Aksi Main Hakim Sendiri, Desak Polisi Usut Tuntas Terduga Pelaku ‘Imron’
-
25 Jul 2025
Skandal Mengerikan! Dana Desa Dijadikan ATM oleh Ketua dan Bendahara Forum Kades, Kejati Sumsel OTT di Kantor Camat
-
16 Okt 2024
Monitoring dan Evaluasi Program PKK di Desa Cisalada, Pj. Ketua TP PKK Bogor Tekankan Pentingnya Realisasi 10 Program Pokok


