liputan08.com Jakarta, 26 Agustus 2025 — Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa sembilan orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018 hingga 2023.
Sembilan saksi yang diperiksa pada Selasa (26/8) tersebut memiliki latar belakang dari berbagai instansi dan jabatan strategis baik di internal Pertamina maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Para saksi yang diperiksa adalah:
1. EED, PNS pada Kementerian ESDM, selaku Koordinator Harga pada Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Ditjen Migas.
2. DSP, menjabat sebagai SVP Integrated Supply Chain tahun 2017.
3. MUA, karyawan swasta.
4. YPS, Junior Analyst Light Distillate ISC PT Pertamina (Persero) periode 2017 hingga 2019.
5. CMS, PNS, Koordinator Subsidi Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi pada Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Ditjen Migas.
6. SRN, PNS yang menjabat sebagai Direktur Pembinaan Kegiatan Usaha Hilir Migas tahun 2020 hingga 2022.
7. SIP, Senior Officer Commercial and Operation PT Pertamina International Shipping PTE LTD Singapore (PISPL).
8. DDS, Manager Commercial ISC PT Pertamina (Persero) periode Mei 2020 hingga September 2020.
9. YP, Pejabat sementara (Pjs.) Vice President Crude Product Trading Commercial ISC.
“Pemeriksaan terhadap saksi-saksi ini dilakukan dalam rangka memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di tubuh PT Pertamina,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, S.H., M.H., dalam keterangan pers tertulisnya.
Kasus ini sendiri melibatkan tersangka berinisial HW dan beberapa pihak lainnya. Dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengelolaan distribusi, penjualan, hingga harga minyak mentah dan produk kilang yang diduga merugikan keuangan negara selama periode 2018 hingga 2023.
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional dan transparan. Pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi lainnya masih akan dilakukan demi mengungkap tuntas praktik dugaan korupsi di tubuh BUMN energi tersebut.
Tags: Kasus Korupsi Migas, Kejaksaan Agung, Pertamina
Baca Juga
-
21 Apr 2026
Perkuat Sinergi Daerah dan Militer, Rudy Susmanto Silaturahmi dengan Komando Pasukan Khusus
-
31 Jul 2025
Gerebek Lokasi Prostitusi Online, Satpol PP Bogor Amankan 6 PSK dan 1 Pria Hidung Belang
-
23 Okt 2025
Kejari Bandar Lampung dan BRI Perkuat Sinergi Penanganan Hukum Datun
-
05 Okt 2024
Peringatan HUT ke-79 TNI di Monas Hari ini: Parade, Atraksi Trimatra hingga Pameran Alutsista
-
07 Jun 2026
Intimidasi dan Ancaman Deportasi: Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
-
16 Sep 2025
AKP Syamsul Bahri: Patriot Humanis Pengawal Ibu Kota, Menjaga Keamanan, Ketertiban, dan Hak Konstitusional Warga
Rekomendasi lainnya
-
26 Sep 2025
Jaksa Agung Instruksikan Optimalisasi Kinerja: Kejati NTT Diminta Jadi Teladan Penegakan Hukum Berintegritas
-
25 Des 2025
Disaksikan Presiden Prabowo, Kejaksaan Agung Kembalikan 893 Ribu Hektare Hutan dan Selamatkan Rp6,6 Triliun Uang Negara
-
18 Des 2025
KPK Amankan Lima Orang dalam OTT di Banten, Diduga Libatkan Oknum Jaksa
-
09 Feb 2026
Nazirwan Yahu: Dari Sungai Penuh ke Pusat Industri Konstruksi Nasional, Konsistensi yang Menyalakan Perusahaan
-
29 Jan 2026
Tikus-Tikus Koruptor Garong Rp285 Triliun! Jaksa Bongkar Skandal Tata Kelola Minyak Pertamina di Sidang Tipikor
-
21 Jul 2026
ARUKKI dan LP3HI Ajukan Praperadilan soal Dugaan Perusakan Hutan di Batam


