liputan08.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Kali ini, penyidik menggeledah enam perusahaan yang terafiliasi dengan PT Djarum di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik.
Penggeledahan tersebut berlangsung pada 29 Oktober 2026, sebagai bagian dari pengembangan perkara dugaan korupsi sektor kepabeanan dan cukai yang sebelumnya bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari 2026.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penyitaan sejumlah barang bukti dalam rangkaian penggeledahan tersebut.
“Dalam maraton penggeledahan tersebut, sejumlah dokumen serta beberapa barang bukti elektronik yang diduga terkait dengan perkara telah diamankan dan disita oleh penyidik,” kata Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurut Budi, seluruh dokumen dan barang bukti elektronik yang telah disita akan dianalisis penyidik untuk memperkuat proses penyidikan serta mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut.
Pengembangan kasus ini semakin menjadi perhatian setelah KPK menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) pada 21 Juli 2026. Kemudian, pada 28 Oktober 2026, lembaga antirasuah kembali mengumumkan pengembangan perkara melalui penerbitan satu sprindik umum.
Dalam rangkaian penyidikan tersebut, KPK juga menggeledah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus serta kantor PT Djarum.
Penggeledahan berlanjut sehari kemudian di sejumlah lokasi di wilayah Kudus. Penyidik masih melakukan penelusuran dan belum mengungkap secara terperinci seluruh lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan.
Sejauh ini, KPK telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam rangkaian perkara korupsi Bea Cukai, yakni Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen Bea Cukai Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Penindakan II Bea Cukai Orlando Hamonangan, pemilik Blueray Cargo John Field, Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, Kepala Seksi Intelijen Cukai Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda, serta pejabat fungsional Bea Cukai Madya Ahmad Dedi.
Fokus penyidikan kini turut mengarah pada dugaan pengurusan pita cukai rokok dan penerimaan negara dari sektor cukai. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pemberian uang kepada oknum di lingkungan Bea dan Cukai.
Langkah penggeledahan terhadap enam perusahaan terafiliasi PT Djarum menjadi bagian penting dalam penelusuran bukti dan pengembangan perkara. Namun, hasil penyitaan tersebut masih harus dianalisis untuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan dugaan tindak pidana yang sedang disidik.
KPK belum merinci lebih jauh hasil pemeriksaan terhadap seluruh lokasi yang digeledah. Perkembangan penyidikan selanjutnya akan menjadi penentu sejauh mana perkara ini membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Tags: KPK
Baca Juga
-
02 Okt 2024
Salim Group Makin Agresif, Beli Saham Jalan Tol Trans Jawa 35 Persen
-
13 Jul 2026
Gugatan Sosial dari Rakyat: Menakar Ulang Kontrak Sosial Indonesia di Tengah Badai Korupsi
-
16 Sep 2025
Kunjungan Kerja Kajati Kepri ke Cabjari Moro: Dorong Penguatan Integritas dan Pendampingan Hukum Pengelolaan Dana Desa
-
09 Okt 2025
Wilson Lalengke Hadiri Konferensi Internasional Terkait Sahara Maroko di Markas Besar PBB
-
26 Agu 2025
Korupsi Digitalisasi Pendidikan: Direktur PT Gyra, Manajer PT Zyrex, dan Pejabat Kemendikbud Diperiksa Kejagung!
-
24 Nov 2025
Kapal Tanker Mewah Milik Terpidana Dibongkar Negara! Lelang Minyak Mentah Bernilai Fantastis Dimulai
Rekomendasi lainnya
-
27 Agu 2025
Verifikasi Rampung, Hendry Ch Bangun Yakin Unggul Jelang Kongres Persatuan PWI 2025
-
13 Sep 2025
Kejari Bandar Lampung dan BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Kepatuhan Badan Usaha dalam Program JKN-KIS
-
25 Nov 2024
Jaksa Agung dan Menteri Imigrasi Bahas Transfer of Prisoner dan Penanganan Over Kapasitas Lapas
-
26 Sep 2025
Kejaksaan Agung Raih Anugerah Humas Indonesia 2025, Dinobatkan sebagai Institusi Terpopuler di Media Sosial
-
10 Des 2025
Pemkab Bogor Sabet IGA 2025, Raih Predikat Kabupaten Terinovatif untuk Kesembilan Kalinya
-
30 Okt 2025
Polres Mojokerto Kota Bongkar Jaringan Besar Narkoba: 31 Tersangka, 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Berbahaya Disita!








