liputan08.com JAKARTA – Gelombang unjuk rasa kembali geruduk Markas Besar Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri . Ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Maluku Raya (APMR) menggelar demonstrasi massal sebagai bentuk desakan keras terhadap aparat penegak hukum. (4/12).
Aksi ini merupakan kali kedua yang di gelar dengan tuntutan pokok yang tidak berubah yaitu meminta Bareskrim segera memproses dan menetapkan Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., sebagai tersangka terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus video asusila.
Koordinator Lapangan massa aksi ,” Vikri zaman Warwefhubun mengatakan ,”
Penanganan perkara terkesan lamban dan sangat mencederai moralitas publik juga melemahkan wibawa institusi hukum di mata masyarakat.” Tegas nya di lokasi aksi
Dia juga menyampaikan point- point krusial tuntutan aksi .
” kami telah menyerahkan dokumen tambahan , termasuk Buku Laporan Pengaduan dan Kajian Hukum Komprehensif, kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Tuntutan utama yang diusung dalam aksi ini meliputi tiga pilar penegakan hukum dan etik:
1. Prioritas Penetapan Status Tersangka
APMR mendesak Bareskrim untuk tidak terintimidasi oleh potensi pengaruh kekuasaan dari pihak Terlapor dan segera mengumumkan penetapan status Tersangka terhadap Dr. Piet Hein Babua, M.Si.
“Kami meyakini bukti permulaan berupa video asusila ini sudah lebih dari cukup. Bupati yang diduga melakukan tindak pidana eksibisionisme dan penyebaran konten melanggar kesusilaan harus dijerat dengan tegas berdasarkan Pasal 4 UU Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 UU ITE,” tegas Vikri. “Jika warga negara biasa dapat diproses instan, dan mengapa pejabat negara harusnya tidak boleh kebal hukum. Prinsip equality before the law wajib ditegakkan tanpa pandang bulu.” lanjut nya dengan lantang.
2. Penyelidikan Dugaan Obstruction of Justice , Selain kasus pidana inti, aksi juga menyoroti indikasi adanya hambatan proses hukum di tingkat kepolisian daerah (Polres) yang menyebabkan laporan awal sempat tertunda.
“Kami menuntut Bareskrim agar tidak berhenti pada pengusutan tindak pidananya saja, tetapi juga melakukan investigasi mendalam terhadap kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang atau intervensi yang berupaya menghambat jalannya proses hukum di daerah. Aksi massa ini adalah perlawanan aktif terhadap praktik impunitas pejabat,” lanjut Vikri.
3. Sanksi Administratif dan Pemberhentian Jabatan Desakan ini juga diarahkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengambil tindakan administratif yang cepat dan tegas.
“Kami mendesak Menteri Dalam Negeri agar segera mengambil langkah penonaktifan dan memproses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi Bupati tersebut. Seorang pejabat yang terbukti melakukan perbuatan amoral tidak layak memimpin. Integritas moral adalah harga mati, dan fakta bahwa kasus ini telah sampai di ranah Mahkamah Konstitusi menunjukkan pelanggaran etik tertinggi telah terjadi,” tutupnya.
APMR menyatakan akan terus memonitor perkembangan kasus ini secara ketat. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan eskalasi massa yang lebih besar apabila tuntutan penetapan tersangka tidak segera direalisasikan.(Dion)
Tags: Bareskrim Polri
Baca Juga
-
06 Nov 2025
Megawati vs Soeharto: Dendam Sejarah yang Tak Kunjung Pensiun
-
12 Sep 2025
Satgas PKH Berhasil Kuasai Kembali 674 Ribu Hektare Lahan Hutan dari 245 Perusahaan, Target Tercapai Lebih dari 300%
-
10 Sep 2025
Restrukturisasi Pengurus Pusat Forum Pimred Multimedia Indonesia: Penguatan Organisasi dan Inklusi Tokoh Pers
-
01 Nov 2025
PENGUMUMAN: Waktu Lomba Menulis bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia” Diperpanjang Hingga 15 Desember 2025
-
16 Sep 2025
Kombes Esty Setyo Nugroho Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan dan Hak Warga dalam Penugasan di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya
-
02 Okt 2025
Mantan Gubernur Sumsel dan Mantan Wali Kota Palembang Resmi Ditahan dalam Kasus Korupsi Pasar Cinde
Rekomendasi lainnya
-
13 Sep 2025
Kejari Bandar Lampung dan BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Kepatuhan Badan Usaha dalam Program JKN-KIS
-
10 Sep 2025
Restrukturisasi Pengurus Pusat Forum Pimred Multimedia Indonesia: Penguatan Organisasi dan Inklusi Tokoh Pers
-
19 Sep 2025
Polemik Mutasi 14 Pejabat Eselon II di Bandung Barat Picu Sorotan Tajam Publik
-
12 Jan 2026
Perlukah Polisi Dunia? Analisis Konseptual atas Intervensi Amerika Serikat dan Kedaulatan Negara
-
22 Okt 2025
Dr. Dian Assafri Nasa’i Apresiasi Keberanian Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk: Bukti Pemerintah Hadir untuk Kesejahteraan Petani
-
11 Nov 2025
Tersangka Kasus Korupsi Pemanfaatan Aset di Kota Malang Titipkan Uang Ganti Rugi Rp2,14 Miliar ke Kejari






