Baru Dibangun, Beton Jalan di Nangewer Mengelupas dan Berdebu, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan
Liputan08.com, BOGOR – Proyek betonisasi jalan lingkungan di Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menuai sorotan warga. Pasalnya, lapisan permukaan beton pada ruas jalan yang baru dibangun itu dilaporkan mengelupas dan menimbulkan debu saat dilintasi kendaraan.
Jalan yang dibangun melalui bantuan keuangan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026 tersebut merupakan akses lingkungan yang terhubung hingga Jalan Stadion Pakansari–Simpang Kandang Roda. Kondisi permukaan beton yang mengelupas membuat debu beterbangan ketika kendaraan roda dua melintas, sehingga menimbulkan keluhan dari warga dan pengguna jalan.
Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan maupun proses pelaksanaan proyek betonisasi tersebut. Mereka menilai kondisi jalan yang baru selesai dibangun seharusnya masih dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan pada lapisan permukaan.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Nangewer, Fatur Ari Setyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan sesuai tahapan dan mekanisme yang berlaku. Berdasarkan informasi dari Ketua RT setempat, kerusakan diduga terjadi karena jalan sempat dilalui kendaraan roda dua saat proses pengerasan beton belum sepenuhnya selesai.
“Pelaksanaan sudah sesuai tahapan dan mekanisme. Namun di lapangan sempat kebobolan, sehingga jalan dilalui kendaraan roda dua dan menimbulkan debu,” ujar Fatur.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 2026 mengalokasikan bantuan keuangan kepada 19 kelurahan di lima kecamatan. Besaran bantuan bervariasi antara Rp900 juta hingga Rp1,5 miliar, sesuai usulan yang diajukan melalui kecamatan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan betonisasi di Kelurahan Nangewer dilaksanakan secara swakelola melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dengan melibatkan warga setempat.
Mantan kontraktor, Ujang Wahyudin Khadafi, menilai kemungkinan terdapat tahapan akhir pekerjaan yang tidak dilakukan secara optimal. Menurutnya, perawatan beton setelah pengecoran merupakan faktor penting untuk menjaga kualitas dan kekuatan permukaan jalan.
“Dalam proses pengeringan, beton seharusnya dirawat secara berkala dengan penyiraman agar proses pengerasan berjalan sempurna. Jika perawatan tidak dilakukan dengan baik, lapisan atas beton berpotensi mengelupas dan menimbulkan debu,” jelasnya.
Hingga kini, kondisi jalan tersebut masih menjadi perhatian warga yang berharap dilakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Tags: Proyek Betonisasi
Baca Juga
-
10 Jun 2026
Sulit Dapat Karpet Bekas Masjid, Sofwan Ali Minta Transparansi dan Audit
-
14 Feb 2025
Mabesau Gelar Wasev P5AU di Seskoau: Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Personel TNI AU
-
13 Jan 2025
Munas PERSAJA 2025: Momentum Strategis Pemilihan Ketua Umum Baru
-
14 Jan 2025
Pemkab Bogor Perkuat Keimanan Warga Melalui Dukungan Kegiatan Keagamaan
-
12 Des 2025
Dorong Pemerataan Kesejahteraan, Anggota DPRD Hj. Nunur Tinjau 13 Rumah Penerima Program RUTILAHU di Sukamakmur
-
18 Apr 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Revitalisasi Gedung Kesenian Harus Berdampak Positif bagi Masyarakat
Rekomendasi lainnya
-
26 Sep 2025
Festival Inovasi BIA 2025, Kota Bogor Teguhkan Predikat Sebagai Kota Pendidikan, Sains, dan Kreatif
-
22 Jan 2025
Diskominfo Kabupaten Bogor Jadi Rujukan Pemkab Gowa untuk Transformasi Digital Pelayanan Publik
-
14 Jul 2025
Pemkab Bogor Dukung Penuh Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Inklusif dan Terjangkau
-
10 Jan 2025
Kejaksaan Agung Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Impor Gula
-
06 Mar 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Penguatan Peran BPD untuk Kawal Keberlanjutan Pembangunan Desa
-
20 Mar 2026
Karang Putih Menjulang di Kala Matahari Terbit: Harmoni Estetika Alam dan Spiritualitas di Pantai Karmila Putih Doh


