liputan08.com Jakarta — Ketua Bidang Advokasi Kebijakan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dr. Dian Assafri Nasa’i, SH, MH, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah berani Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang melalui Menteri Pertanian telah menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.
Menurut Dr. Dian, kebijakan tersebut merupakan langkah historis yang belum pernah terjadi pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Ia menilai, keputusan itu menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
“Kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen ini bukan hanya langkah ekonomi, tetapi juga langkah sosial dan politik keberpihakan. Ini menandakan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto benar-benar menempatkan petani sebagai pilar ketahanan pangan nasional,” ujar Dr. Dian Assafri Nasa’i dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa pupuk merupakan faktor utama dalam produktivitas pertanian. Selama ini, harga pupuk yang tinggi menjadi salah satu hambatan klasik bagi petani, terutama di daerah pedesaan. Dengan adanya penurunan harga tersebut, Dr. Dian menilai daya saing produk pertanian nasional akan meningkat signifikan.
“Penurunan harga pupuk ini memiliki efek ganda: pertama, meningkatkan margin keuntungan petani; kedua, memperkuat ketahanan pangan nasional; dan ketiga, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan,” tambahnya.
Lebih jauh, akademisi yang juga dikenal sebagai pemerhati kebijakan publik ini menyebut langkah tersebut sebagai bentuk political will pemerintah dalam membangun sistem pertanian yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Ini adalah bukti bahwa negara hadir dalam ruang kehidupan rakyat kecil. Presiden Prabowo memahami bahwa kedaulatan pangan tidak mungkin dicapai tanpa kesejahteraan petani. Dengan menurunkan harga pupuk, pemerintah sesungguhnya sedang membangun fondasi ekonomi kerakyatan dari akar rumput,” tegas Dr. Dian.
Dr. Dian juga mengajak seluruh elemen HKTI di daerah agar turut mengawal implementasi kebijakan ini, memastikan distribusi pupuk tepat sasaran, serta memberikan pendampingan kepada petani agar produktivitas mereka meningkat seiring kebijakan tersebut.
“Tugas kita di HKTI bukan hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga memastikan kebijakan itu sampai ke tangan petani dengan efektif. Ini momentum besar bagi dunia pertanian Indonesia untuk bangkit,” pungkasnya.
Tags: Dr. Dian Assafri Nasa'i
Baca Juga
-
26 Nov 2024
Kepada Pemprov Sumsel Kejati Sumsel Serahkan Pengelola Barang Bukti Aset Yayasan Batanghari Sembilan
-
16 Jan 2026
Perkuat Keamanan Kenegaraan, Bupati Bogor Silaturahmi dengan Komandan Paspampres RI
-
16 Des 2025
Kejati Riau Tangkap Dua Tikus Koruptor Dana PI 10 Persen Blok Rokan, Negara Rugi Rp64,2 Miliar
-
30 Jan 2026
Ancaman Kejahatan Siber Berkedok Tilang Elektronik: Kejaksaan Agung Tegaskan Dua Tautan Resmi dan Dorong Kewaspadaan Publik
-
17 Nov 2025
Dr. Kaelany HD., MA: Akademisi, Cendekiawan, dan Jurnalis yang Terpilih sebagai Tokoh Pendidikan Hasil Penelusuran Tiga Media Nasional
-
11 Nov 2025
Bupati Bogor Raih Penghargaan Cita Negeri 2025 dari Kompas TV
Rekomendasi lainnya
-
10 Des 2025
Harkodia di Negeri Koruptor
-
25 Feb 2026
Rumah Dirut PT KMM Digerebek, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Bongkar Dugaan Korupsi Distribusi Semen 2018–2022
-
02 Sep 2025
DPN Tani Merdeka Indonesia Menolak Keras Upaya Adu Domba dan Percaya Penuh pada Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto
-
25 Mei 2026
Dr. Dian Assafri Nasa’i: Perang Melawan Under-Invoicing dan Karbon Harus Dimenangkan dengan Sistem, Bukan Sekadar Moralitas
-
02 Agu 2025
TNI Latih Baris-Berbaris Pelajar SMA di Ilaga Jelang HUT RI ke-80
-
19 Jan 2026
MK Batasi Jalur Pidana terhadap Wartawan: Sengketa Pers Wajib Lewat Dewan Pers



