Liputan08.com – Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) menggelar kegiatan penyuluhan hukum bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PERSAJA dalam memberikan edukasi hukum sekaligus pembinaan yang humanis bagi para warga binaan.
Mengusung tema “Perempuan Tangguh, Bangkit dengan Harapan dan Kemandirian”, kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi serta membangun semangat warga binaan agar mampu menata masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Ketua Umum PERSAJA, Asep N. Mulyana, melalui Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum, Katarina Endang Sarwestri, menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
“Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari pengalaman, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Kehadiran kami di sini bukan untuk melihat masa lalu, melainkan untuk bersama-sama menatap masa depan yang lebih cerah,” ujar Katarina saat membacakan sambutan Ketua Umum PERSAJA.
Menurutnya, melalui penyuluhan hukum tersebut para warga binaan diharapkan dapat memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus memperoleh bekal yang bermanfaat untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Kegiatan menghadirkan Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Yusna Adia, serta Kabid 1 Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Forensik, Noridha Weningsari, sebagai narasumber.
Dalam pesannya, Ketua Umum PERSAJA juga menekankan bahwa ketangguhan seorang perempuan tidak diukur dari seberapa sering ia terjatuh, melainkan dari kemampuannya untuk bangkit kembali menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Ketangguhan sejati bukanlah tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang keberanian dan tekad untuk bangkit kembali. Harapan adalah kekuatan untuk melangkah, sementara kemandirian menjadi bekal utama dalam menata masa depan,” katanya.
PERSAJA juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Di akhir kegiatan, warga binaan diajak untuk menyerap ilmu, nasihat, dan pengalaman yang diberikan para narasumber sebagai bekal dalam proses reintegrasi sosial.
“Semoga setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat menjadi semangat baru bagi para warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, percaya diri, dan lebih baik,” tutup Katarina.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata PERSAJA dalam mendukung pembinaan warga binaan perempuan agar memiliki pemahaman hukum yang lebih baik serta kesiapan untuk membangun kehidupan yang produktif setelah kembali ke masyarakat.
Tags: Masa Lalu Bukan Akhir Segalanya”, PERSAJA Ajak Warga Binaan Perempuan Bangkit dan Mandiri
Baca Juga
-
01 Mei 2025
Klarifikasi Yarisuni Mutasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Tapi Penghargaan dan Amanah
-
27 Apr 2026
Sidang Umum ke-21 CAJ Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Jurnalisme ASEAN
-
25 Sep 2026
Cabor Para Renang Targetkan Sumbang Medali Emas di Peparda Jabar VII
-
22 Sep 2025
Kontroversi Zakir Naik dan Penggunaan Rumor Kesehatan sebagai Senjata
-
08 Des 2024
Satgas Yonif 641/Bru di Pos Eragayam Borong Hasil Tani Mama Papua, Tingkatkan Ekonomi Lokal
-
13 Mei 2025
Lapangan Tenis Kapten Muslihat Diresmikan, Bupati Rudy Susmanto Mantapkan Pakansari Jadi Pusat Olahraga Kabupaten Bogor
Rekomendasi lainnya
-
15 Sep 2026
Diperiksa 15 Jam, Eselon I ATR/BPN Agustyarsyah Dicecar Soal Dugaan Pemalsuan SHM PTSL
-
25 Mei 2025
Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, Bupati Bogor Percepat Pembangunan RSUD Parung
-
13 Jan 2026
Bupati Bogor Serap Aspirasi Warga Bogor Barat Terkait Aktivitas Pertambangan
-
15 Des 2024
TNI-Polri Bersinergi Dirikan Tempat Pengungsian untuk Korban Kebakaran di Yalimo Papua
-
14 Jan 2025
Kapolda Sumsel Hadiri Rakor Ketahanan Pangan, Polda Sumsel Optimalkan 940,4 Hektare Lahan untuk Program Swasembada Pangan
-
24 Okt 2024
Pj. Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Tinjau Keberhasilan Program PKK di Klapanunggal, Fokus Penurunan Stunting


