liputan08.com Malang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menerima penitipan pembayaran kerugian keuangan negara sebesar Rp2.149.171.000 (dua miliar seratus empat puluh sembilan juta seratus tujuh puluh satu ribu rupiah) dari tersangka berinisial KS, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dan pemanfaatan aset tanah milik Pemerintah Kota Malang yang berlokasi di Jalan Dieng Nomor 18, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, periode tahun 2011 hingga 2025.
Penyerahan uang penitipan tersebut dilakukan pada Selasa (11/11/2025) oleh kuasa hukum dan perwakilan keluarga tersangka KS kepada penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kota Malang.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, SH, MH, menjelaskan bahwa uang tersebut disita oleh penyidik untuk kemudian dititipkan ke Rekening Penitipan Lainnya (RPL) Kejari Kota Malang di Bank BNI Cabang Malang.
“Hari ini kami menerima penitipan pembayaran kerugian keuangan negara dari tersangka KS melalui kuasa hukumnya. Jumlah yang diserahkan sama persis dengan nilai kerugian negara berdasarkan hasil audit investigasi, yakni Rp2,149 miliar,” ujar Tri Joko di Kantor Kejari Kota Malang, Selasa (11/11/2025).
Menurut Tri Joko, langkah ini menunjukkan itikad baik dari tersangka sekaligus menjadi bukti keseriusan Kejaksaan dalam mengembalikan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi.
“Penitipan pembayaran ini bukan berarti perkara berhenti, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab dan kesadaran hukum tersangka untuk mengembalikan kerugian negara. Kami tetap melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (16/10/2025), penyidik Kejari Kota Malang telah menetapkan KS sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemanfaatan aset Pemerintah Kota Malang di Jalan Dieng No.18. Berdasarkan Laporan Hasil Audit Investigasi Khusus Inspektorat Daerah Kota Malang Nomor: 700.1.2.1/97/35.73.300/2025 tanggal 23 September 2025, ditemukan adanya dugaan kerugian keuangan daerah sebesar Rp2,149 miliar.
Tri Joko menambahkan, Kejaksaan Negeri Kota Malang berkomitmen untuk terus menegakkan hukum dan memastikan aset-aset milik pemerintah daerah tidak disalahgunakan.
“Kami ingin memastikan seluruh kerugian negara dapat dipulihkan dan kasus-kasus serupa tidak terulang kembali. Ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga integritas dan kepercayaan publik,” pungkasnya.
Reporter: Zakar
Tags: Kasus Korupsi Pemanfaatan Aset, Kejari Kota Malang
Baca Juga
-
24 Nov 2025
Pemuda Maluku Utara Raya Geruduk Mabes Polri, Desak Bupati Halmahera Utara Mundur
-
03 Apr 2026
Sidang Korupsi Pertamina Bikin Kaget: Solar Dijual di Bawah Harga Produksi
-
31 Agu 2026
BMSN: BUBARKAN KPK! Rakyat Sudah Membayar Mahal, Korupsi Tak Kunjung Padam
-
26 Mar 2026
Wilson Lalengke: Take Down Berita adalah Kejahatan Jurnalistik
-
23 Jul 2026
Hakim Gugurkan Dakwaan Dokter Tifa, Sidang Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Jokowi Berakhir di Putusan Sela
-
31 Jul 2025
Gerebek Lokasi Prostitusi Online, Satpol PP Bogor Amankan 6 PSK dan 1 Pria Hidung Belang
Rekomendasi lainnya
-
06 Agu 2025
Terjerat Skandal Minyak: Lima Mobil Super Mewah Tersangka Korupsi Digelandang ke Kejaksaan
-
31 Okt 2025
Admin e-Katalog Pendidikan Diperiksa Kejagung, Terkuak Peran Swasta dalam Dugaan Korupsi Digitalisasi Sekolah
-
18 Des 2025
Korupsi Dana Desa Kian Meningkat, Kejaksaan Agung Perkuat Program Jaga Desa di Garut
-
23 Agu 2026
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Dianggap T4ik
-
10 Nov 2025
Empat Koruptor Digitalisasi Pendidikan Siap Masuk Bui, Kejagung Resmi Serahkan ke Jaksa Penuntut Umum
-
16 Apr 2026
Sidang Korupsi Pertamina Memanas! JPU Soroti Perbedaan Keterangan Ahli soal Kerugian Negara


