Liputan08.com — Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, menyatakan dukungannya terhadap langkah Polres Bogor dan Satres Narkoba dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan, termasuk terhadap tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Pernyataan tersebut disampaikan KH AY Sogir menyusul adanya dugaan keterlibatan oknum tenaga kerja di lingkungan pemerintahan dalam penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat mencoreng citra pelayanan publik dan merusak integritas birokrasi.
Menurutnya, perang terhadap narkoba harus dilakukan tanpa pandang bulu karena penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam kualitas pelayanan kepada masyarakat serta kredibilitas institusi pemerintah.
“Kami mendukung penuh langkah Kapolres Bogor dan Kasat Narkoba dalam melakukan penindakan tegas terhadap penyalahgunaan narkotika, termasuk jika terjadi di lingkungan P3K maupun aparatur pemerintahan lainnya. Ini persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut masa depan pelayanan publik dan moral aparatur negara,” tegas KH AY Sogir, Rabu (13/5/2026).
Ia meminta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bogor segera mengambil langkah preventif dengan melaksanakan tes urine secara rutin dan berkala terhadap seluruh pegawai, baik P3K, pegawai paruh waktu, maupun tenaga lainnya di lingkungan pemerintahan.
“BNK harus segera melakukan tes urine rutin sebagai langkah deteksi dini dan upaya pencegahan. Jangan sampai ada pembiaran. Seluruh pegawai, baik P3K maupun tenaga paruh waktu, harus dipastikan bersih dari narkoba agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga,” ujarnya.
KH AY Sogir menilai penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan dapat berdampak luas terhadap menurunnya disiplin, profesionalitas, hingga kualitas pengambilan keputusan dalam pelayanan publik. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan internal yang diperkuat dengan pembinaan moral, keagamaan, dan kedisiplinan aparatur.
“Pemerintahan yang baik harus dibangun di atas integritas dan keteladanan. Aparatur negara adalah pelayan masyarakat, sehingga harus menjadi contoh yang baik, bukan justru terlibat dalam perilaku yang merusak tatanan sosial dan hukum,” katanya.
Selain tes urine, ia juga mendorong adanya edukasi bahaya narkotika secara berkelanjutan di seluruh perangkat daerah, termasuk pembentukan sistem pengawasan internal yang lebih ketat agar potensi penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak dini.
KH AY Sogir berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, BNK, serta masyarakat dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih, sehat, dan bebas narkoba.
Tags: Desak BNK Gelar Tes Urine Rutin, KH AY Sogir Dukung Polres Bogor Berantas Narkoba di Lingkungan P3K
Baca Juga
-
18 Feb 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Dukung Gerakan Nasional ASRI untuk Atasi Persoalan Sampah
-
03 Agu 2025
TNI Borong Hasil Tani Warga Gigobak, Wujud Nyata Kepedulian di Pedalaman Papua
-
06 Sep 2026
Sinyal Kuat dari Kopenhagen: Dukungan Denmark Memperkokoh Kedaulatan Maroko
-
02 Mar 2025
Panglima TNI Resmikan Masjid Jami Ar Rohman di Pangandaran Simbol Iman dan Pengabdian
-
18 Apr 2026
Proses Berbelit hingga Biaya Jasa Mahal, Pelaku Usaha Kecil di Bogor Mulai Malas Lapor Pajak Tahunan
-
08 Jan 2025
Polsek Tambora Tunjukkan Kepedulian, Selamatkan Pria Terbaring Lemah di Pinggir Jalan
Rekomendasi lainnya
-
07 Jul 2026
KH Achmad Yaudin Sogir: MTSN Berprestasi Harus Mendapat Perhatian, Siap Perjuangkan Bantuan Sarana Pendidikan di Kabupaten Bogor
-
29 Nov 2025
Ketua DPRD Bogor Sastra Winara Tegaskan Tiga Raperda Penting Disahkan dalam Paripurna
-
23 Apr 2025
Bupati Bogor Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menyatukan Warisan Budaya Sunda dalam Semangat Kebersamaan
-
25 Nov 2024
Polda Jateng Gelar Apel Pergeseran Pasukan untuk Pengamanan TPS Pemilu 2024
-
06 Sep 2026
Pemkab Bogor Perkuat Tata Kelola Kearsipan
-
24 Jun 2025
Kabupaten Bogor Jadi Lokasi Latihan Bersama Tiga Matra TNI, Rudy Susmanto: Ini Rumah Bagi Prajurit






