liputan08.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang inklusif melalui penyelenggaraan Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna I Setda, Cibinong, Rabu (4/3). Forum ini menjadi bagian strategis dalam memastikan kelompok rentan memperoleh ruang partisipasi yang setara dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Mewakili Rudy Susmanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Zaenal Ashari menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen substantif dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Forum ini merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah, sebagai bentuk komitmen kita untuk memastikan bahwa perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memperoleh ruang partisipasi yang setara dan berkeadilan,” ujarnya membacakan arahan Bupati Bogor.
Ia menekankan bahwa dalam praktik pembangunan, kepentingan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas masih kerap belum terakomodasi secara optimal. Padahal, ketiganya bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki perspektif, pengalaman, serta kontribusi signifikan terhadap kemajuan daerah.
Karena itu, Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 diarahkan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan program pembangunan yang responsif gender, ramah anak, dan mengedepankan prinsip inklusivitas.
Lebih lanjut, Zaenal menyampaikan bahwa isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pemenuhan hak penyandang disabilitas harus terintegrasi secara substantif dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor Tahun 2027.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar memahami dan menindaklanjuti setiap usulan yang mengemuka dalam forum tersebut.
Partisipasi aktif organisasi perempuan, Forum Anak, kelompok disabilitas, dan kalangan akademisi dinilai krusial agar forum ini menghasilkan rekomendasi berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang dirumuskan tidak berhenti pada daftar usulan, melainkan menjadi fondasi pembangunan yang lebih adil, sensitif gender, serta berkelanjutan.
“Atas nama Bapak Bupati, kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, seluruh perangkat daerah terkait, akademisi, organisasi perempuan, Forum Anak, kelompok disabilitas, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung program strategis pembangunan daerah,” tutupnya.
Tags: Pemkab Bogor
Baca Juga
-
08 Mar 2026
Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Baitul Faizin, Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Warga Amalkan Nilai Al-Qur’an
-
30 Mar 2025
Pantau Arus Mudik, Bupati Bogor Bersama Forkopimda Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
-
07 Jan 2026
Pemkab Bogor Dukung Penuh Pembangunan Rusun Paspampres, Lahan Disiapkan di Babakan Madang
-
28 Mei 2025
Polda Jateng Perkuat Sinergi Tertibkan Juru Parkir Demi Lindungi UMKM dari Premanisme
-
07 Des 2025
Pendidikan Kader Pertama Loyalis PKB Kabupaten Bogor Digelar di Hotel Mo One Sukaraja, Ribuan Peserta Antusias Ikuti Penguatan Nilai Kebangsaan
-
09 Mei 2025
Kejaksaan Agung Periksa Dua Istri Tersangka dalam Kasus Perintangan Penanganan Perkara Korupsi
Rekomendasi lainnya
-
27 Mei 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dorong Pemerataan Layanan Adminduk hingga ke Pelosok Wilayah
-
23 Sep 2025
Bupati Bogor Canangkan Aksi Bersih Kabupaten Bogor Mendukung World Cleanup Day 2025, Program Adipura, dan Gerakan BIG KRL
-
05 Jun 2026
Sekda Ajat Dorong Budaya Ngalokat Cai Jadi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan
-
11 Nov 2025
TP PKK Kabupaten Bogor Gelar BINDA di Rumpin, Dorong Pemberdayaan dan Kesejahteraan Warga
-
04 Nov 2025
Dari Devisa Bocor hingga Ekonomi Karbon: Dr. Dian Assafri Nasa’i Dorong Reformasi Tata Kelola SDA Berbasis Teknologi dan Kedaulatan Nasional
-
03 Mar 2025
Kejaksaan Agung Periksa 3 Saksi dalam Kasus Jiwasraya, Terkait Tersangka IR


