Liputan08.com – Campuran antara nostalgia, haru, dan tawa mewarnai hari-hari Zarkasi, mantan karyawan Astra Otoparts, setelah menerima notifikasi tak terduga dari sistem pemberitahuan dana pensiun. Betapa tidak—setelah lebih dari 20 tahun meninggalkan perusahaan, ia mendadak “disapa” kembali lewat pesan yang menyatakan hak pensiunnya cair… sebesar Rp50.508!
“Saya sempat kaget, saya kira lima puluh juta! Udah senyum-senyum sendiri. Eh, ternyata… ada koma di tempat yang tidak saya harapkan,” ujar Zarkasi, pria 52 tahun yang kini menjadi pimpinan dua perusahaan media, Jumat (30/5/2025)
Zarkasi, yang pernah bekerja di Astra Otoparts dari 2003 hingga 2005, mengaku tidak menyangka namanya masih tercatat dalam sistem kepegawaian.
“Lama juga loh saya udah keluar, tapi ternyata masih diingat. Itu aja udah bikin saya terharu. Soal nominal? Ya… bisa lah buat traktir teman-teman satu gorengan satu,” katanya, menahan tawa.
Namun, di balik angka yang bikin kening berkerut sekaligus bibir tersenyum miris, Zarkasi justru menemukan makna lebih dalam. “Saya merasa dihargai. Bukan soal duitnya, tapi soal kenangan. Saya ingat dulu kantor di Pengangsaan, suasananya kayak keluarga besar. Kerja nggak kayak kerja, lebih kayak kumpul komunitas yang dibayar,” kenangnya.
Zarkasi bahkan masih hafal nama-nama rekan kerjanya yang dulu bikin hari-harinya berwarna: Sanjaya, Tri Handoko, Tomas, Nasuha, Damayanti, Edi, Lian Charles, dan atasan yang ia hormati, Pak Budi Peranoto. “Saya pengen traktir mereka. Mungkin cuma kopi sachet sama gorengan dengan mengunakan dana pensiun yang diterima, tapi obrolannya bisa kaya nasi padang: lengkap dan pedas-pedas manis,” ucapnya sambil menyeka mata yang berkaca-kaca.
Dihubungi secara terpisah, Gita, perwakilan dari pengelola dana pensiun Astra Otoparts, menjelaskan bahwa nominal tersebut muncul karena data administrasi baru dimasukkan pada tahun 2005, saat Zarkasi justru sudah mau resign.
“Betul, secara formal beliau memang baru tercatat dalam sistem pensiun di akhir masa kerja. Jadi nilainya simbolis. Tapi tetap kami bayarkan, karena kami ingin menunjukkan bahwa sekecil apapun kontribusi seseorang, tetap kami hargai,” ujar Gita.
Mengetahui rencana Zarkasi yang ingin menggunakan dana itu untuk reuni dan traktir teman-teman, Gita tersenyum, “Kalau dipakai untuk ngumpul dan tertawa bersama, mungkin itu makna pensiun yang paling tulus—karena ingatan yang baik itu tak punya harga.”
Bagi Zarkasi, dana Rp50.508 itu lebih dari sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari cerita besar bernama Astra Otoparts.
“Awalnya saya pikir ini THR dari semesta. Ternyata dana pensiun. Angkanya memang kecil, tapi efeknya besar: bikin saya merasa nggak dilupakan. Dan itu lebih mahal dari apapun,” pungkasnya, dengan senyum penuh makna—dan mungkin bayangan gorengan yang makin nyata.
Baca Juga
-
30 Jul 2025
Rudy Susmanto Dukung Penuh Aplikasi Jaga Desa demi Transparansi Dana Desa
-
02 Jan 2025
Kejagung Tetapkan Lima Korporasi Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Komoditas Timah
-
04 Sep 2025
Mendikbudristek 2019-2024 NAM Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
-
09 Mei 2026
Hadiri Wasev TMMD ke-128, Jaro Ade Dorong Percepatan Pembangunan Desa di Cigudeg
-
08 Apr 2026
Ketua DPRD Sastra Winara Tegaskan RKPD 2027 Harus Jawab Kebutuhan Riil Warga
-
24 Jun 2026
Menggugat Moralitas Agung Nugroho: Rekam Jejak Kelam, Hedonisme Otoritas, dan Seruan Perlawanan Rakyat Pekanbaru
Rekomendasi lainnya
-
22 Des 2025
Peringatan Hari Ibu ke-97, Bupati Bogor Tegaskan Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
-
04 Des 2024
Satgas SIRI Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi Tersangka HB di Bekasi
-
04 Sep 2025
Sinergi Pembangunan dan Konservasi, Kabupaten Bogor Gagas Kerja Sama Peningkatan Jalan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
-
23 Mei 2026
Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Rekor MURI Pelayanan 100 Jam Nonstop Pemkab Bogor
-
21 Feb 2025
JAM-Pidum dan BNN RI Perkuat Sinergi Berantas Narkotika, Fokus pada Rehabilitasi dan Pemutusan Rantai Keuangan Sindikat
-
19 Jan 2025
Pererat Harmoni, Satgas Yonif 641/Bru Sambangi Penasehat Kampung Muaranawa di Jayapura



