liputan08.com Jakarta – Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) kembali memeriksa dua orang saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018 hingga 2023.
Kedua saksi yang diperiksa pada Kamis, 30 Oktober 2025 itu masing-masing berinisial YM, yang menjabat sebagai Product Strategic Account Division Head PT Pertamina Patra Niaga periode 2019–2021, dan BFJL, yang pernah menjabat sebagai Manager Key Account periode 2013–2017.
Menurut keterangan resmi dari Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, S.H., M.H., pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik dalam memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara yang sedang berjalan.
“Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding, dan KKKS tahun 2018 sampai dengan 2023 atas nama tersangka HW dan kawan-kawan,” ujar Anang Supriatna di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Kasus ini sendiri berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan sejumlah pejabat dan pihak terkait di lingkungan PT Pertamina (Persero) serta para kontraktor kerja sama.
Kejaksaan Agung sebelumnya juga telah memeriksa sejumlah saksi lain untuk mendalami alur distribusi, kebijakan pengelolaan, serta potensi kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek pengelolaan minyak mentah tersebut.
“Tim penyidik terus mendalami peran setiap pihak yang terlibat dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang tersebut. Kejaksaan Agung berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional,” tambah Anang Supriatna.
Pemeriksaan terhadap kedua saksi ini diharapkan dapat membantu penyidik dalam mengungkap lebih jauh konstruksi perkara dan memperjelas keterlibatan para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Tags: Kasus Korupsi, Kejagung, Skandal Minyak Pertamina
Baca Juga
-
20 Okt 2025
Permohonan Penerbitan Sertifikat Hak Atas Tanah Diabaikan, Wilson Lalengke Desak Kepala BPN Depok Dicopot
-
08 Jan 2026
Dilantik Serentak, Ketua LPM Bogor Utara Diminta Langsung Bersinergi
-
23 Nov 2025
Kejagung Lelang Aset Koruptor Ivan CH Litha, Ruko Tiga Lantai Terjual Rp1,39 Miliar
-
29 Jan 2026
Satgas SIRI Kejagung Ringkus DPO Pelanggaran Pemilu di Bekasi, Babul Salam Akhirnya Tertangkap
-
25 Jul 2025
OTT Mengerikan di Lahat: ASN, Ketua APDESI, dan 20 Kades Diduga Kompak Sikat Dana Desa
-
22 Jun 2026
Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru
Rekomendasi lainnya
-
14 Agu 2025
Bos PT Sritex Jadi Tersangka! Diduga Rugikan Negara Rp1 Triliun Lebih dalam Kasus Kredit Fiktif
-
02 Sep 2025
Saksi Diperiksa Kejaksaan Ungkap Dugaan Korupsi Mengerikan di Program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek 2019-2022
-
14 Jul 2026
Menakar Moralitas Publik dalam Skandal Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau: Agung Nugroho Diduga Kuat Terlibat
-
22 Okt 2026
Kejagung Geber Penyidikan Korupsi Tambang PT PMM, Saksi Bea Cukai Diperiksa
-
24 Jun 2026
Menggugat Moralitas Agung Nugroho: Rekam Jejak Kelam, Hedonisme Otoritas, dan Seruan Perlawanan Rakyat Pekanbaru
-
27 Nov 2025
Jaksa Agung Tegaskan Penegakan Korupsi Harus Fokus pada Pemulihan Negara dan Kesejahteraan Rakyat


