Liputan08.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah resmi menahan RG, mantan Direktur Utama PT Pagilaran, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan biji kakao fiktif senilai Rp 7 miliar. Penahanan dilakukan pada Jumat (9/5/2025), setelah penyidik menemukan bukti kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Program Cocoa Teaching and Learning Industry (CTLI) milik Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2019.

PT Pagilaran, anak usaha milik UGM yang bergerak di bidang agribisnis dan berkedudukan di Kabupaten Batang, diduga menjadi pelaksana penuh program tersebut. Dana program berasal dari UGM, namun seluruh pengelolaan teknis dan keuangan dilakukan oleh PT Pagilaran.
“Asal dana memang dari UGM, tetapi pengelolaan sepenuhnya berada di tangan PT Pagilaran. Berdasarkan hasil penyidikan, tidak ditemukan keterlibatan langsung pejabat UGM,” ungkap Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Lukas Alexander, saat memberikan keterangan kepada media.
Penyidik menemukan bahwa modus yang digunakan dalam korupsi ini adalah pemalsuan dokumen, seperti surat pengiriman dan nota timbang palsu, yang seolah-olah menunjukkan adanya transaksi pembelian biji kakao. Padahal, menurut hasil penyidikan, tidak pernah ada pengadaan maupun distribusi barang tersebut.
“Pembayaran dilakukan seolah-olah untuk pengadaan biji kakao. Namun setelah kami telusuri, tidak ada aktivitas distribusi barang sama sekali,” jelas Lukas.
RG diduga menjadi aktor utama dalam pengaturan dan pembuatan dokumen fiktif tersebut. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp 7 miliar.
Lukas menambahkan bahwa tim penyidik telah memeriksa lebih dari 20 orang saksi dari berbagai latar belakang untuk mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak lain.
“Kami masih mendalami peran-peran lain. Siapa pun yang terbukti terlibat berdasarkan alat bukti yang sah, akan kami proses sesuai hukum,” tegasnya.
Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, RG ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang selama 20 hari ke depan. Ia dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(Zak)
Tags: Diduga Korupsi Rp 7 Miliar, Eks Dirut PT Pagilaran Ditahan Terkait Proyek Kakao Fiktif UGM
Baca Juga
-
10 Nov 2025
Bupati dan Wali Kota Bogor Tanam Pohon di Istana Kepresidenan, Semarakkan Hari Pahlawan 2025
-
27 Agu 2026
Tikus Koruptor di Tata Kelola MBG Dibongkar, 6 Saksi Diperiksa Kejagung
-
12 Jun 2025
Jaksa Agung dan Gubernur Maluku Utara Sepakat Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel
-
10 Jul 2026
Stabilkan Harga Pangan, Pemkab Bogor Distribusikan Ribuan Bibit Cabai, Sayuran, dan TOGA
-
28 Agu 2026
Bukan Lagi Pasar Biasa, Pasar Benih Ikan Ciseeng Kini Tampil Modern
-
25 Feb 2026
Astaghfirullah, Investasi Ratusan Juta Dolar Dipertanyakan dalam Sidang Tipikor
Rekomendasi lainnya
-
07 Agu 2025
Bupati dan Kapolres Bogor Resmikan Groundbreaking 10 Dapur Gizi Polri, Targetkan 500 Unit pada 2026
-
08 Feb 2025
Polda Banten Bongkar Jaringan Tambang Emas Ilegal di Lebak, 10 Pelaku Diciduk!
-
25 Mei 2026
Ketua DPRD Sastra Winara: Pusat Ekonomi Baru Bogor Barat-Timur Percepat Pemerataan Pembangunan
-
26 Mar 2025
Indocement Catat Laba Rp2 Triliun pada 2024, Perkuat Posisi di Pasar Semen Domestik
-
05 Nov 2024
Kejaksaan Agung Pindahkan Penahanan Tiga Hakim Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi ke Jakarta
-
23 Okt 2024
Kabupaten Bogor Tuan Rumah Livoli Divisi Utama 2024, Dorong Semangat Voli dan Promosi Wisata





