liputan08.com JAKARTA, — Aliansi Rakyat Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia (ARUKKI) resmi melayangkan surat laporan ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Eks Jampidsus FA.
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua ARUKKI, Marselinus Edwin Hardhian, S.H., CMLC., pada Jumat (7/8/2026). Adapun laporan resmi tersebut terdaftar melalui surat nomor 02/ARUKKI-LAP_KABARESKRIM.POLRI/6.VIII/2026 kepada Kabareskrim Polri dan surat nomor 01/ARUKKI-LAP_KAPOLDA.MJ/6.VIII/6.VIII/2026 kepada Kapolda Metro Jaya.
Kronologi Kejadian Mencekam
Berdasarkan keterangan rilis ARUKKI, insiden tragis ini bermula pada Kamis, 23 Juli 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Sutrimo ditemukan terkapar di pelataran Mordent Aesthetic Clinic, Jakarta Selatan, dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa.
Sutrimo kemudian dilarikan dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring oleh empat orang tak dikenal. Namun, setibanya di RS Muhammadiyah Taman Puring, pihak medis menyatakan Sutrimo telah meninggal dunia.
”Terungkap salah satu identitas penanggung jawab untuk serah terima jenazah Sutrimo yaitu FAO yang diduga merupakan ajudan FA,” tulis keterangan tertulis ARUKKI, Jumat (7/8/2026).
Dugaan keterlibatan ini semakin menguat setelah dilakukannya verifikasi nomor ponsel yang tertera dalam Berita Acara Kematian. Ketika ditelusuri melalui aplikasi Truecaller, kontak tersebut tercatat atas nama FAO sebagai ADC (Ajudan) Jampidsus FA.
Diduga Ada Indikasi Tindak Pidana
ARUKKI menilai kematian Sutrimo yang dinilai tidak wajar ini berpotensi melanggar sejumlah regulasi hukum pidana, di antaranya Pasal 458 ayat (1) KUHP, Pasal 459 KUHP, Pasal 474 ayat (3) KUHP, hingga Pasal 432 KUHP, serta pasal-pasal terkait lainnya.
Atas dasar dugaan tersebut, ARUKKI mendesak aparat kepolisian, khususnya Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, untuk segera mengusut tuntas kasus ini.
“Kami memohon kepada Kabareskrim Polri untuk segera melakukan penuntasan proses hukum berupa penyelidikan, penyidikan, hingga melakukan penetapan tersangka terhadap pihak yang diduga terlibat dalam dugaan hilangnya nyawa Sutrimo secara tidak wajar,” tegas ARUKKI dalam keterangannya.
Selain proses hukum, ARUKKI secara resmi juga meminta pihak kepolisian melakukan tindakan ekshumasi (pembongkaran makam) dan dilanjutkan dengan autopsi terhadap jenazah Sutrimo guna memastikan penyebab pasti kematian almarhum, apakah karena sebab alami atau ada unsur tindak pidana.
(Dion)
Tags: ARUKKI
Baca Juga
-
06 Nov 2025
Megawati vs Soeharto: Dendam Sejarah yang Tak Kunjung Pensiun
-
03 Des 2025
Kontroversi Putusan Prapid Kasus Tongkang di PN Sorong, Polres Sorong Selatan Diduga Produksi Hoaks
-
18 Des 2025
KPK Amankan Lima Orang dalam OTT di Banten, Diduga Libatkan Oknum Jaksa
-
11 Apr 2026
Tragis! Bupati Tulungagung Terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi, Baru Menjabat Langsung Tersandung Korupsi
-
11 Des 2025
SPASIBO: Rusia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera
-
06 Okt 2025
Jaksa Agung Laporkan ke Presiden Prabowo: Satgas PKH Kuasai Kembali 3,4 Juta Hektare Kawasan Hutan
Rekomendasi lainnya
-
14 Agu 2025
Geger Intervensi DPP di Musda Golkar Lampung: SOKSI Protes, Demokrasi Internal Dipertanyakan!
-
11 Okt 2025
Berpidato di PBB, Wilson Lalengke Serukan Aksi Segera untuk Akhiri Krisis Kemanusiaan di Kamp Pengungsi Tindouf
-
23 Sep 2025
PN Sorong Tolak Gugatan PT BJA, Warga Menang Lawan Sengketa Tanah 6.600 Meter
-
07 Jun 2026
ASPRUMNAS Sponsori Kejuaraan Catur Pelajar Nasional, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Indonesia
-
14 Apr 2026
Kejaksaan Sita dan Manfaatkan Aset Koruptor! Properti Miliaran Disulap Jadi Markas Pemberantasan Korupsi
-
25 Mei 2026
Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur


