liputan08.com Palembang, 13 Agustus 2025 — Setelah menjadi buronan selama lebih dari 11 tahun, Heriyanto Bin Rustam akhirnya berhasil diamankan oleh Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), Rabu malam (13/8/2025), sekitar pukul 21.35 WIB.
Terpidana yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2014 ini ditangkap saat berada di dalam mobil yang terparkir di depan sebuah mini market di Jalan Bambang Utoyo, Kota Palembang. Ia sempat mencoba melakukan perlawanan, namun berhasil dilumpuhkan oleh tim Tabur dengan sigap.
Kasus Lama, Hukuman Inkracht
Heriyanto merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana penggelapan yang terjadi pada 1 Oktober 2011. Bersama rekannya, Emil Zafata Bin Suswadi, ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penggelapan satu buah buku BPKB mobil Toyota Alphard warna abu-abu muda metalik tahun 2006, milik saksi H. Lukman Hakim.
Perkara ini telah berkekuatan hukum tetap melalui putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 64/K/Pid/2014 tertanggal 20 April 2014. Dalam amar putusannya, Heriyanto dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan karena melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.
Kronologi Penangkapan
Tim Tabur Kejati Sumsel sebelumnya telah melakukan pemantauan sejak Selasa (12/8/2025) terhadap keberadaan Heriyanto yang terindikasi berada di rumah kontrakan anaknya di kawasan Bukit Kecil, Palembang. Namun, keesokan harinya, posisi terpidana berpindah ke kawasan Jalan Bambang Utoyo.
“Setelah memastikan posisi yang bersangkutan, tim kami langsung melakukan pengejaran. Yang bersangkutan akhirnya berhasil diamankan di dalam mobil yang terparkir di depan mini market. Meski sempat melawan, kami berhasil mengamankan terpidana tanpa ada hambatan serius,” jelas Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, dalam keterangan resminya.
Selanjutnya, Heriyanto langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumsel dan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Palembang untuk menjalani proses eksekusi pidana sesuai putusan pengadilan.
DPO Kedelapan yang Berhasil Diamankan
Penangkapan Heriyanto menambah daftar panjang keberhasilan Tim Tabur Kejati Sumsel. Hingga Agustus 2025 ini, sudah delapan DPO yang berhasil diamankan.
“Kami tegaskan, tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. Kami menghimbau kepada DPO lainnya untuk segera menyerahkan diri secara sukarela. Tim Tabur akan terus mengejar dan menangkap siapa pun yang mencoba melarikan diri dari proses hukum,” tegas Vanny Yulia Eka Sari.
Tags: BPKB Toyota Alphard, Kasus Penggelapan BPKB, Kejati Sumsel
Baca Juga
-
27 Nov 2025
Jamintel Sosialisasikan Program Jaga Desa dan Kukuhkan DPC ABPEDNAS Kabupaten Bogor
-
01 Des 2025
Tikus Koruptor Satelit 123° BT: Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Penuntut Koneksitas
-
18 Agu 2026
Persekusi Marak di Berbagai Negara: Panggilan Nurani Global untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Menggema dari Indonesia
-
01 Okt 2025
Dari Kampus ke PBB: Alumni PPKn Universitas Riau Suarakan HAM di Panggung Dunia
-
24 Nov 2025
DIDUGA Langgar Prosedur, Alih Kelola PKBM Insan Kamila Dipersoalkan: DPRD Minta Disdik Bogor Bertindak Transparan
-
21 Okt 2025
Kasus Digitalisasi Pendidikan: Suasana Panas-Dingin di Kejagung, 10 Saksi Diperiksa — Skandal yang Makin Ngeri Terkuak!
Rekomendasi lainnya
-
24 Nov 2025
PPI Kukuhkan Pengurus dan Luncurkan LBH-PPI: Perluas Akses Keadilan bagi Pensiunan dan Masyarakat
-
26 Agu 2025
Ngumpetnya Sampai ke Ujung Papua, Tapi Nggak Bisa Kalahkan Satgas SIRI — Buronan Proyek Jalan Malah Ketemu Jalan Buntu!
-
25 Feb 2026
Rumah Dirut PT KMM Digerebek, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Bongkar Dugaan Korupsi Distribusi Semen 2018–2022
-
07 Apr 2026
Eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati Jadi Saksi Kunci, JPU Perkuat Dakwaan Korupsi Minyak
-
26 Mar 2026
UNCLOS and the Strait of Hormuz: A Call for Respecting Maritime Law
-
21 Agu 2025
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan KPK






