liputan08.com TANJUNGPINANG — Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) bekerja sama dengan Tim Tabur Kejati Sulawesi Tenggara dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari berhasil mengamankan seorang buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) perkara tindak pidana korupsi Kejati Kepri.
Buronan tersebut, Djafachruddin (46), ditangkap pada Rabu malam, 12 November 2025, sekitar pukul 23.00 WITA di Jalan Kedondong, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Adapun identitas lengkap tersangka sebagai berikut:
Nama: Djafachruddin
Tempat, Tanggal Lahir: Raha, 1 April 1979
Usia: 46 Tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Kewarganegaraan: Indonesia
Agama: Islam
Pekerjaan: Wiraswasta
Alamat: Jalan Kedondong, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sejak Rabu pagi, tim gabungan telah melakukan pemantauan dan penelusuran intensif di sekitar lokasi persembunyian tersangka. Saat hendak diamankan, tersangka sempat berupaya melarikan diri melalui pintu belakang pondok tempatnya bersembunyi. Namun, berkat kesigapan tim gabungan yang melakukan penyisiran di area sekitar, Djafachruddin berhasil ditemukan bersembunyi di bawah rumah pondok milik salah satu warga.
Penangkapan berlangsung aman dan tertib tanpa adanya perlawanan berarti. Setelah diamankan, tersangka dibawa ke Kejari Kendari untuk dilakukan proses pengamanan dan administrasi awal sebelum diterbangkan menuju Kejati Kepri di Tanjungpinang.
Tersangka diketahui terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan Jembatan Tanah Merah (20 meter) di Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, yang dikerjakan oleh PT Bintang Fajar Gemilang pada Tahun Anggaran 2018. Kasus tersebut ditangani oleh Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kepri, dan proses penyidikan sempat tertunda sejak tahun 2022 karena tersangka melarikan diri.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, J. Devy Sudarso, mengapresiasi kerja sama lintas wilayah antara Kejati Kepri, Kejati Sultra, dan Kejari Kendari, serta dukungan aparat Babinsa (TNI) setempat yang turut membantu dalam proses penangkapan.
“Kami mengapresiasi sinergi antarwilayah dan dukungan aparat keamanan yang membuat penangkapan ini berjalan aman dan lancar. Penyidik akan segera melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang guna mencegah upaya melarikan diri,” ujar Kajati Kepri.
Lebih lanjut, Kajati Kepri menegaskan bahwa melalui program Tabur (Tangkap Buronan), Kejaksaan akan terus berupaya menegakkan kepastian hukum dengan memburu para buronan yang masih berkeliaran.
“Kami mengimbau seluruh buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tegasnya.
Penangkapan Djafachruddin menjadi bukti komitmen Kejati Kepri dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi secara konsisten dan profesional.
Tags: Kasus Korupsi Proyek Jembatan, Tim Tabur Kejati Kepri
Baca Juga
-
15 Okt 2025
Dugaan Kriminalisasi di Polres Jakarta Pusat: Pencarian Keadilan untuk Ibu dan Bayinya Terus Berlanjut
-
18 Sep 2025
Korupsi Mengerikan di Dunia Pendidikan: Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi Terkait Digitalisasi Kemendikbudristek
-
28 Okt 2025
Korupsi Kredit PT Sritex: Kejagung Periksa Dua Saksi, Hukum Tak Boleh Tunduk pada Pelaku
-
01 Okt 2024
Indikator Ungkap Masyarakat Pilih Khofifah-Emil karena Terbukti Kerja Nyata
-
26 Sep 2025
Jaksa Agung Instruksikan Optimalisasi Kinerja: Kejati NTT Diminta Jadi Teladan Penegakan Hukum Berintegritas
-
23 Okt 2025
Jaksa Agung Lantik 37 Pejabat Strategis, Perintahkan Optimalkan Penindakan Korupsi
Rekomendasi lainnya
-
17 Jul 2026
Keadilan di Maroko: Kejaksaan Agung Casablanca Lepas Terduga (A.M) demi Pemeriksaan yang Obyektif
-
20 Jul 2026
Menjaga Lentera Keadilan: Menggugat Kriminalisasi Larshen Yunus dan Pertaruhan Hati Nurani Hukum di PN Jakarta Selatan
-
25 Jul 2025
OTT Mengerikan di Lahat: ASN, Ketua APDESI, dan 20 Kades Diduga Kompak Sikat Dana Desa
-
15 Sep 2026
FORMMASI Desak Kejagung Telusuri Pinjaman Lampung Rp1 Triliun
-
27 Agu 2025
Borok Pertamina Dibongkar! Sembilan Saksi Kunci Diseret ke Penyidikan Kasus Korupsi Migas Triliunan
-
21 Jul 2026
ARUKKI dan LP3HI Ajukan Praperadilan soal Dugaan Perusakan Hutan di Batam






