Liputan08.com — Sejumlah warga Perumahan Bogor Asri RW 11, Kelurahan Nanggewer, Kabupaten Bogor, menyampaikan keberatan atas rencana pembangunan Posyandu di atas lahan taman bermain anak-anak atau fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) yang selama ini digunakan warga sebagai ruang bermain anak.
Penolakan tersebut dituangkan dalam surat keberatan warga yang ditujukan kepada Ketua RW 11. Dalam surat itu, warga meminta agar pembangunan Posyandu dipindahkan ke lokasi lain karena masih terdapat lahan kosong di sekitar area fasos fasum yang dinilai lebih layak digunakan.

Warga menilai keberadaan taman bermain anak sangat penting bagi lingkungan perumahan, terutama sebagai ruang aktivitas dan interaksi anak-anak. Mereka berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali rencana pembangunan tersebut agar kedua fasilitas, yakni taman bermain dan Posyandu, tetap dapat berjalan berdampingan.
Salah satu warga, mengatakan warga bukan menolak keberadaan Posyandu, namun meminta lokasi pembangunan dipindahkan ke area lain yang masih tersedia.
“Kami tidak menolak Posyandu karena itu juga penting untuk masyarakat. Tapi jangan sampai taman bermain anak-anak hilang. Di samping lokasi itu masih ada lahan yang cukup luas dan bisa dimanfaatkan,” ujar warga kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Hal senada disampaikan warga lainnya, yang berharap ada musyawarah ulang sebelum pembangunan dilakukan.
“Kami ingin ada pembicaraan bersama seluruh warga agar keputusan yang diambil benar-benar terbaik. Taman untuk anak penting, Posyandu juga penting, jadi harus dicari solusi yang tidak merugikan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor KH Achmad Yaudin Sogir dari Fraksi PKB meminta seluruh pihak mengedepankan musyawarah dan mencari solusi terbaik untuk kepentingan bersama.
“Semua harus dimusyawarahkan kembali dengan baik. Posyandu penting untuk pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi ruang bermain anak juga sangat dibutuhkan warga. Saya berharap ada solusi terbaik sehingga keduanya tetap bisa berjalan,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Nanggewer disebut belum memberikan keterangan resmi terkait polemik pembangunan Posyandu di lahan taman bermain tersebut. Warga berharap pemerintah kelurahan segera turun tangan memfasilitasi dialog agar persoalan tidak menimbulkan perpecahan di lingkungan masyarakat.
Tags: Minta Musyawarah Ulang, Warga Bogor Asri Tolak Posyandu Dibangun di Atas Lahan Bermain Anak
Baca Juga
-
08 Okt 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Tinjau Klinik Utama Parung, Tegaskan Komitmen Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat
-
21 Nov 2025
Dua Remaja Diduga Pelaku Pencurian Kabur Tinggalkan Sandal, Obeng, dan Tangga di Sentul
-
15 Jan 2026
Tinjau Lokasi Asap di Tambang Antam, Bupati Bogor Tegaskan Isu Korban Massal Tidak Benar
-
16 Agu 2025
Peresmian Kelder Air Mancur Sebagai Cagar Budaya, Bupati dan Wali Kota Bogor Teken Prasasti Sejarah
-
15 Agu 2025
Bupati Bogor Kukuhkan 60 Anggota Paskibraka 2025: Kibarkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme
-
17 Jan 2025
RSUD Cibinong Dukung Program Jumat Jantung Sehat untuk Cegah Penyakit Jantung Usia Muda
Rekomendasi lainnya
-
09 Mei 2025
Diduga Korupsi Rp 7 Miliar, Eks Dirut PT Pagilaran Ditahan Terkait Proyek Kakao Fiktif UGM
-
11 Mar 2026
Astaghfirullah, Uang Pendidikan Diduga Diselewengkan: Jaksa Ungkap Kaitan Investasi Google di Persidangan Chromebook
-
07 Apr 2025
Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Nasional Panen Raya Digelar di Jonggol
-
16 Jan 2026
PWI Kabupaten Bogor: Isra Mikraj Menjadi Cermin Etika dan Ketajaman Nurani Jurnalistik
-
17 Des 2025
Pemkab Bogor Gelar ASN Award 2025, Bupati Ajak ASN Berlari Percepat Pembangunan
-
21 Jul 2025
Festival Literasi 2025, Pemkab Bogor Dorong Budaya Baca di Semua Kalangan


