Liputan08.com — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, menyampaikan keterangan reflektif mengenai makna peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Keterangan tersebut disampaikan dari Graha Wartawan, Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai pandangan intelektual dan moral yang relevan dengan dunia jurnalistik.
Menurut Dedy Firdaus, Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa transenden dalam lintasan sejarah kenabian, melainkan sebuah narasi besar tentang pencarian kebenaran, disiplin spiritual, dan tanggung jawab etis—nilai-nilai yang sejatinya beririsan erat dengan prinsip dasar jurnalisme.
“Isra Mikraj adalah perjalanan vertikal dan horizontal: dari bumi ke langit, lalu kembali ke bumi membawa amanah. Di situlah letak pelajaran besarnya bagi insan pers, bahwa setiap pencarian informasi harus dilandasi kejujuran niat, kejernihan akal, dan keberanian moral,” ujar Dedy Firdaus dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, secara akademik, Isra Mikraj mengajarkan metodologi berpikir yang utuh: observasi, verifikasi, dan pertanggungjawaban nilai. Nabi Muhammad SAW tidak hanya menerima wahyu dalam perjalanan tersebut, tetapi juga membawa pulang perintah shalat sebagai fondasi peradaban—sebuah simbol keteraturan, disiplin, dan kejujuran waktu. Nilai itu, kata Dedy, sejajar dengan tuntutan jurnalisme yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Jurnalis sejatinya adalah peziarah kebenaran. Ia menempuh ‘isra’ di tengah realitas sosial, lalu melakukan ‘mikraj’ melalui olah pikir, olah rasa, dan olah nurani sebelum menyampaikan fakta kepada publik,” tuturnya dengan nada reflektif.
Dedy Firdaus menambahkan, dalam konteks kekinian, ketika arus informasi bergerak cepat dan sering kali kehilangan makna, Isra Mikraj mengingatkan pentingnya kedalaman, bukan sekadar kecepatan. Jurnalisme yang tercerahkan adalah jurnalisme yang tidak hanya menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa hal itu terjadi dan ke mana arah dampaknya bagi masyarakat.
“Kebenaran tidak lahir dari sensasi, tetapi dari kesungguhan menapaki proses. Isra Mikraj mengajarkan bahwa jalan menuju kebenaran menuntut kesabaran, integritas, dan keberanian melawan keraguan,” katanya.
Melalui keterangan tersebut, PWI Kabupaten Bogor menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual dan intelektual dalam Isra Mikraj dapat menjadi fondasi etis bagi insan pers untuk terus menjaga martabat profesi, memperluas wawasan, serta menghadirkan jurnalisme yang mencerahkan, adil, dan berkeadaban.
Tags: PWI Kabupaten Bogor: Isra Mikraj Menjadi Cermin Etika dan Ketajaman Nurani Jurnalistik
Baca Juga
-
04 Des 2025
Bupati Bogor Bahas Penguatan Layanan Haji-Umrah Bersama Wamen dan Gubernur Jabar
-
28 Agu 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Kunjungi Pusat Suaka Satwa Elang Jawa di Cigombong, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Elang Jawa Sebagai Aset Dunia
-
22 Jun 2025
Bupati dan Walikota Bogor Touring Bareng Rider, Meriahkan Rolling Thunder Autovibes Kabogorfest 2025
-
12 Mar 2025
Sakaratul Maut: Perspektif Medis dan Islam Menurut KH Achmad Yaudin Sogir
-
27 Mar 2026
Pemkab Bogor Hadirkan Kemudahan dan Insentif Bayar Pajak, Ajak Masyarakat Ikut Bangun Kabupaten Bogor
-
14 Mei 2026
Rudy Susmanto Dorong Perfilman Lokal Lewat Film Pramuka Promosikan Wisata Kabupaten Bogor
Rekomendasi lainnya
-
24 Okt 2024
Tiga Hakim dan Seorang Pengacara Jadi Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi di Pengadilan Negeri Surabaya
-
12 Mei 2026
Ketua PWI Kabupaten Bogor Dedy Firdaus: Safari Jurnalistik Jadi Ruang Edukasi dan Penguatan Pers Berimbang
-
21 Okt 2024
JAM-Pidum Setujui Penghentian Penuntutan 6 Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif
-
23 Jan 2026
Bupati Bogor Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Lewat KolaboRun 2026
-
01 Nov 2024
Satgas Yonif 642/Kps Pastikan Ibadah Penutupan Doa Rosario Berjalan Aman di Papua Barat
-
29 Okt 2025
Cibinong Juara Umum MTQ ke-47 Kabupaten Bogor, Jaro Ade: Jadilah Teladan dalam Mengamalkan Al-Qur’an





