liputan08.com Bogor – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka Riksa Wisesa, Jejak Pajajaran: Kuasa, Pusaka, dan Ajaran Sunda dalam pameran keris dan kujang di Bumi Ageung Batutulis, Kamis (5/2/2026).
Pameran ini menjadi langkah awal untuk mengaktivasi Museum Pajajaran sebagai pusat budaya dan pusat informasi kegiatan bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, budaya, serta peradaban Sunda yang sangat kaya.
Pameran ini memamerkan 60 koleksi serta menyediakan bursa kujang dan keris sampai dengan 9 Februari 2026.
Fadli Zon mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan semangat bersama untuk menjadikan kawasan bersejarah dan monumental Prasasti Batutulis sebagai Museum Pajajaran, yang diawali dengan penyelenggaraan pameran dan secara bertahap ke depan akan menjadi pusat kantong budaya.
Di kawasan Prasasti Batutulis yang juga terintegrasi dengan Museum Pajajaran ini, lanjut Fadli Zon, juga akan dibangun sebuah ampiteater sebagai ruang terbuka.
“Jadi kita akan bantu untuk penataan museum agar lebih besar lagi. Insyaallah artefaknya pelan-pelan kita isi. Saya juga akan menyumbang, seniman dan budayawan juga bisa ikut menyumbang, dan nanti akan dilakukan kurasi dengan baik,” ujarnya.
Tanah Sunda ini, lanjut Fadli Zon, memiliki banyak sekali sejarah, namun belum sepenuhnya terinformasikan dan terkumpul secara terintegrasi.
“Selain itu, ke depan kita juga bisa mengembangkan ini dengan ekspresi budaya lain, seperti wayang, angklung, dan banyak lagi yang sudah menjadi bagian dari warisan budaya tak benda. Dengan demikian kita akan mempunyai satu ruang pamer yang utuh. Sekarang ini baru tahap awal yang menjadi bagian dari etalase kujang dan keris Pasundan,” ucapnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon beserta jajaran dalam mendukung pendirian Museum Pajajaran.
“Tidak hanya mengukir sejarah, karena memang tempatnya juga bersejarah. Kita punya Prasasti Batutulis sebagai pertanda atau lambang bahwa memang di sinilah berkembang sebuah pusat kebudayaan dan kesenian masyarakat Sunda yang dikenal maju dan berkembang, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga di semua bidang,” ungkap Dedie Rachim.
Dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan ini, Prasasti Batutulis dan Museum Pajajaran yang sudah terintegrasi akan menjadi tempat pembelajaran bagi generasi mendatang.
“Sehingga generasi muda ini lebih mengenal lagi budaya Sunda, kesenian Sunda, serta berbagai hasil yang telah dihadirkan oleh para tokoh hebat di masa lalu,” tutup Dedie Rachim.
Tags: Fadli Zon, Menbud, Museum Pajajaran
Baca Juga
-
13 Nov 2025
Jaksa Gadungan Beraksi! Oknum PNS dan Rekannya Diduga Peras Pejabat Pemda OKI
-
02 Sep 2026
Wabup Jaro Ade Pastikan Pelayanan RSUD Ciawi Berjalan Optimal
-
25 Jul 2025
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan 300 Paket Sembako untuk Korban Bencana, Bupati Bogor Apresiasi Semangat Gotong Royong
-
22 Des 2024
Sekda Kabupaten Bogor: Hari Ibu Jadi Momentum Mewujudkan Indonesia Emas 2045
-
29 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Lima Saksi Terkait Dugaan Korupsi Impor Gula
-
08 Mei 2026
Ratusan Warga Hadiri Pengajian Al Qalam, KH Achmad Yaudin Sogir Kupas Makna Pernikahan dalam Perspektif Tasawuf
Rekomendasi lainnya
-
15 Mei 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Resmi Berangkatkan Jamaah Haji Kloter 21 dari Masjid Raya Nurul Wathon
-
04 Mar 2025
Bupati Bogor Perintahkan Pembentukan Posko Bencana di Empat Wilayah Strategis
-
28 Jul 2026
PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik, Kedepankan Semangat Persatuan Indonesia
-
21 Okt 2024
Restorative Justice Disetujui untuk Penyalahguna Narkotika di Karawang
-
16 Okt 2024
Ketua PWI Jabar Kecam Keras Penganiayaan Terhadap Wartawan di Kabupaten Bogor
-
25 Des 2025
Di Bawah Arahan Presiden Prabowo, Satgas PKH Kejaksaan RI Amankan Lahan Hutan Rp150 Triliun dan Uang Negara Rp6,6 Triliun






