Breaking News

Silaturahmi Tokoh Masyarakat RW 1 Mangunharjo Bahas Infrastruktur, Tata Wilayah, dan Masa Depan Kawasan

Liputan08.com – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan lingkungan terlihat dalam kegiatan silaturahmi tokoh masyarakat RW 1 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang Kota Semarang, yang digelar pada Selasa malam (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi strategis warga dalam membahas berbagai persoalan sosial, pembangunan wilayah, hingga kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk segera dipersiapkan menghadapi perkembangan kawasan di masa mendatang.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan itu dihadiri Ketua RW 1 Sholeh, Ketua RT 1 Pujiono, para tokoh masyarakat, pemuda, serta sejumlah warga dari lingkungan sekitar. Dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi Mangunharjo yang terus mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat dari tahun ke tahun.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam forum tersebut ialah potensi keterbatasan pasokan air bersih di masa mendatang. Warga menilai, peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan kawasan permukiman harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dasar, khususnya ketersediaan air bersih dari jaringan PAM agar tidak menimbulkan krisis dalam lima tahun ke depan.

Ketua RW 1 Mangunharjo, Sholeh, menegaskan bahwa forum silaturahmi tersebut bukan hanya sekadar ajang pertemuan warga, namun juga menjadi ruang musyawarah dalam menyusun gagasan pembangunan yang berorientasi jangka panjang.

“Pertemuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan wilayah Mangunharjo. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga terlibat aktif memberikan masukan dan solusi atas berbagai persoalan yang berpotensi muncul di kemudian hari,” ujar Soleh.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan kawasan harus diiringi dengan tata kelola lingkungan dan infrastruktur yang terencana agar kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.

Selain membahas persoalan air bersih, warga juga mendiskusikan rencana pengajuan permohonan kepada Pangdam IV/Diponegoro terkait pembukaan akses jalan penghubung dari Mangunharjo menuju kawasan Universitas Diponegoro (UNDIP). Menurut warga, akses tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, mempercepat konektivitas wilayah, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketua RT 1, Pujiono menyampaikan bahwa pembukaan akses jalan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat sekitar.

“Dengan terbukanya akses jalan menuju UNDIP, tentu akan mempermudah mobilitas warga sekaligus menjadi peluang bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Kami berharap aspirasi ini dapat mendapat perhatian dari pihak terkait,” kata Pujiono

Sementara itu, tokoh masyarakat Mangunharjo, Wahyu dan Swarno, menyambut baik berbagai gagasan yang muncul dalam forum tersebut. Mereka menilai budaya musyawarah dan silaturahmi warga harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial dalam membangun lingkungan yang maju, tertata, dan harmonis.

“Kebersamaan seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat, tokoh lingkungan, dan warga duduk bersama membahas masa depan wilayahnya, maka akan lahir solusi dan pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan,” ungkap Wahyu.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan berbagai masukan dari warga mengenai penataan kawasan, kebutuhan infrastruktur, hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Mangunharjo berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara warga, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya agar pembangunan wilayah dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Tags: , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya