liputan08.com Jakarta – Jaksa Penuntut Umum mengungkap sejumlah fakta penting dalam persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap dan/atau gratifikasi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta dugaan pelanggaran Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Persidangan tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026), dengan agenda pembuktian oleh Penuntut Umum melalui pemeriksaan saksi-saksi dan pemaparan barang bukti.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, S.H., M.H., menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan para saksi, terungkap adanya pemberian uang dalam jumlah besar, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing, yang diduga bertujuan untuk memengaruhi putusan perkara korporasi Minyak Goreng agar diputus onslag.
“Fakta persidangan mengungkap adanya pemberian uang dalam jumlah signifikan yang ditujukan untuk memengaruhi putusan perkara, serta adanya pengelolaan dan penyamaran aliran dana yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi,” ujar Anang Supriatna dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
Dalam persidangan tersebut, saksi-saksi juga memaparkan peran masing-masing terdakwa. Terdakwa Ariyanto disebut sebagai pihak yang diduga menjadi sumber dana suap kepada aparat peradilan. Sementara itu, Marcella Santoso berperan dalam pengawasan dan pengaturan strategi penanganan perkara, termasuk komunikasi internal dan pengelolaan keuangan.
Adapun Junaedi Saibih disebut terlibat dalam koordinasi dan diskusi penanganan perkara melalui sarana komunikasi tertutup. M. Syafe’i berperan dalam pengelolaan serta penukaran dana valuta asing dan pengaliran dana yang diduga berkaitan dengan TPPU.
Selain itu, Tian Bahtiar diduga membantu penyusunan dan penyebaran informasi atau pemberitaan yang diarahkan untuk memengaruhi opini publik dan menguntungkan pembelaan terdakwa, yang berkaitan dengan dugaan upaya menghalangi proses peradilan. Sedangkan M. Adhiya Muzakki diduga membantu rangkaian perbuatan yang berpotensi menghambat atau memengaruhi proses penegakan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 21.
“Para saksi menyatakan tetap pada keterangannya sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan. Penuntut Umum menilai fakta persidangan tersebut mendukung dakwaan yang telah diajukan,” kata Anang.
Meski demikian, Penuntut Umum menegaskan bahwa seluruh fakta yang terungkap masih akan diuji dalam tahapan pemeriksaan selanjutnya dan sepenuhnya menjadi kewenangan Majelis Hakim untuk menilai.
“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tegas Anang Supriatna.
Persidangan perkara ini akan dilanjutkan pada Rabu, 14 Januari 2026, dengan agenda pembuktian lanjutan oleh Penuntut Umum. Sementara itu, untuk perkara yang berkaitan dengan Pasal 21, sidang dijadwalkan kembali pada Jumat, 9 Januari 2026.
Tags: Koruptor
Baca Juga
-
11 Sep 2025
Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan: Kejaksaan Agung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus di Kemendikbudristek
-
22 Okt 2025
Dr. Dian Assafri Nasa’i Apresiasi Keberanian Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk: Bukti Pemerintah Hadir untuk Kesejahteraan Petani
-
10 Agu 2026
Peringati HUT ke-1, DPP PRI Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis, UMKM Ikut Meriahkan Perayaan
-
10 Des 2025
Pemkab Bogor Sabet IGA 2025, Raih Predikat Kabupaten Terinovatif untuk Kesembilan Kalinya
-
24 Des 2025
LARWASDA 2025, Inspektorat Kabupaten Bogor Cegah Kebocoran Keuangan Rp44,23 Miliar
-
21 Agu 2025
PWI Pusat Cabut Gugatan Wanprestasi terhadap FH BUMN Jelang Kongres: Upaya Menjaga Persatuan Organisasi Wartawan Tertua di Indonesia
Rekomendasi lainnya
-
02 Feb 2026
Dewan Pers Sosialisasikan Pendataan Media Massa pada HPN 2026 di Banten
-
27 Jul 2026
Tim Sembilan Kejagung Panggil 9 Saksi TPPU FA, Enam Mangkir Bakal Dipanggil Ulang
-
21 Okt 2025
Kejagung Kepung Mafia Minyak: Tiga Pejabat Pertamina Diperiksa dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Kilang
-
25 Feb 2026
Rumah Dirut PT KMM Digerebek, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Bongkar Dugaan Korupsi Distribusi Semen 2018–2022
-
03 Mei 2026
Diduga Alihkan Sertifikat Tanpa Izin, Pelaku Terancam Pidana dan Rumah Korban Nyaris Dilelang
-
22 Okt 2025
Kejaksaan Negeri Bulungan Sita Aset Dua Bidang Tanah Milik Terpidana Korupsi di Palangka Raya






