Breaking News

Bukan Sekadar Janji, Hendrika Siapkan Patoman Jadi Lumbung Kedaulatan Pangan

 

Liputan08.com, PRINGSEWU – Tekad menjadikan Pekon Patoman sebagai desa yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan menjadi visi utama yang diusung Hendrika Chandra Nasa’i dalam pencalonannya sebagai Kepala Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Melalui gagasan “Pekon Patoman sebagai Lumbung Kedaulatan Pangan”, Hendrika ingin membangun desa yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian lokal melalui penguatan sektor pertanian. Visi tersebut dinilainya sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Menurut Hendrika, Pekon Patoman memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra pertanian yang maju. Lahan pertanian yang subur, sumber daya alam yang melimpah, serta budaya gotong royong masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Desa yang kuat adalah desa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ketika petani sejahtera, hasil panen meningkat, dan memiliki nilai ekonomi yang baik, maka kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat. Dari desa yang mandiri pangan, kita ikut memperkuat ketahanan pangan daerah hingga nasional,” ujar Hendrika,Senin (6/7/2026)

Ia menegaskan, pembangunan desa tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dengan memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan petani, kemudahan akses permodalan, pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil produksi masyarakat.

Program Lumbung Kedaulatan Pangan Pekon Patoman akan diarahkan pada peningkatan produksi pangan lokal yang berkelanjutan, pengembangan produk unggulan desa, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Hendrika juga mengajak seluruh masyarakat Patoman untuk bersatu membangun desa tanpa memandang perbedaan pilihan politik maupun latar belakang.

“Membangun desa bukan pekerjaan satu orang. Dibutuhkan kebersamaan, gotong royong, pemerintahan yang transparan, dan pelayanan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Dengan semangat itu, saya ingin membawa Pekon Patoman menjadi desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan menjadi contoh dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah desa bukan hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani, tumbuhnya ekonomi masyarakat, terjaganya lingkungan, serta lahirnya generasi muda yang produktif dan mampu melanjutkan pembangunan desa.

Melalui visi tersebut, Hendrika berharap Pekon Patoman dapat menjadi lumbung kedaulatan pangan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, menggerakkan roda perekonomian desa, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing sesuai semangat Asta Cita.

 

 

 

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya