liputan08.com CIBINONG – Irawansyah SH resmi menempuh langkah banding administratif ke Pengadilan Tinggi Bandung terkait polemik seleksi Mediator Non Hakim di Pengadilan Negeri Cibinong. Langkah tersebut dilakukan setelah dirinya mengaku tidak mendapatkan jawaban yang jelas atas keberatan administratif yang sebelumnya telah diajukan kepada pihak Pengadilan Negeri Cibinong.
Dalam keterangannya kepada wartawan saat ditemui di salah satu kafe kawasan Pakansari, Irawansyah menjelaskan bahwa upaya banding administratif itu dilakukan sesuai ketentuan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
“Langkah banding administratif ini saya tempuh karena sampai saat ini tidak ada jawaban yang jelas dan pasti dari pihak Pengadilan Negeri Cibinong atas keberatan yang sebelumnya saya ajukan. Maka, sesuai mekanisme hukum yang berlaku, saya mengajukan banding administratif ke Pengadilan Tinggi Bandung,” ujar Irawansyah SH.
Ia menegaskan, pengajuan banding tersebut telah dikirim secara resmi pada 18 Mei 2026 dan dinilai sah secara hukum sebagai tahapan sebelum mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Ini merupakan hak warga negara dalam mencari kepastian hukum. Banding administratif adalah prosedur yang wajib ditempuh sebelum membawa persoalan ini ke ranah PTUN,” katanya.
Menurut Irawansyah, persoalan tersebut bermula saat dirinya mencoba mengonfirmasi hasil keberatan administratif yang sebelumnya dilayangkan pada 23 April 2026. Pada 12 Mei 2026, dirinya mendatangi Pengadilan Negeri Cibinong dan bertemu dengan Panitera Muda Perdata, Ira.
Namun, kata dia, pihak pengadilan menyampaikan bahwa surat jawaban belum dapat dikirim karena alasan tidak mengetahui alamat dirinya.
“Saya merasa alasan tersebut tidak masuk akal, sebab identitas lengkap saya sebelumnya sudah diserahkan dan diambil pihak Pengadilan Negeri Cibinong saat proses seleksi Mediator Non Hakim berlangsung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irawansyah menilai proses seleksi Mediator Non Hakim di Pengadilan Negeri Cibinong diduga melanggar aturan hukum karena dinilai tidak memiliki dasar atau payung hukum yang jelas, baik dalam Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan maupun Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.
“Dari proses seleksi, persyaratan hingga ujian kompetensi yang dilakukan, kami menilai terdapat cacat hukum karena tidak memiliki dasar regulasi yang jelas. Jika prosesnya cacat hukum, maka hasilnya pun patut diduga cacat hukum,” tegas Irawansyah SH.
Ia juga menyebut hingga saat ini belum ada Pengadilan Negeri lain di Indonesia yang menerapkan mekanisme seperti yang dilakukan Pengadilan Negeri Cibinong dalam seleksi Mediator Non Hakim tersebut.
“Sepanjang catatan kami, belum ada Pengadilan Negeri lain yang melakukan pola seleksi seperti ini. Karena itu, kami berharap persoalan ini nantinya dapat diuji secara terbuka dalam persidangan agar ada kepastian hukum dan kejelasan bagi semua pihak,” tutupnya.
Tags: PN Cibinong
Baca Juga
-
29 Mar 2026
Pastikan Fasilitas Layak, Rudy Susmanto Dorong Peningkatan Kesejahteraan Anak Istimewa di Bogor
-
23 Mar 2025
KLB Angkat Zulmansyah Sekedang Tidak Sah Bareskrim Terbitkan Sprindik
-
04 Apr 2026
Muscab PKB Kabupaten Bogor Tetapkan Enam Kandidat Ketua, Dorong Konsolidasi dan Penguatan Basis Politik Menuju 2029
-
26 Nov 2025
Kejati Kepri Hentikan 4 Perkara Lewat Restorative Justice, Prioritaskan Keadilan Humanis
-
22 Jul 2026
Tujuh Kali Bertugas di Papua, Kawal Timor Timur hingga Jakarta 1998, AKP Syamsul Bahri Tak Pernah Gentar Demi NKRI
-
10 Jul 2025
Korupsi Rp86,2 Miliar di PT MUJ: Kejari Bandung Buru Aset dan Dalami Aliran Dana Haram
Rekomendasi lainnya
-
29 Apr 2025
Pemkab Bogor Konsisten Dorong Pengembangan Inovasi Yang Berfokus Pada Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak
-
18 Jan 2025
Sinergi TNI dan Linmas Kemlayan Dorong Semangat Pelaku UMKM Bertahan di Tengah Persaingan
-
21 Mar 2026
Andi Permana: Idulfitri Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan
-
08 Nov 2024
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Inovasi Pemkab Bogor untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
-
04 Des 2024
Pemkab Bogor Gelar Pelatihan Manajemen Kesekretariatan untuk Tingkatkan Kompetensi ASN
-
31 Okt 2024
KH Achmad Yaudin Sogir: Kerja Sama Bekasi-Bogor untuk Kemudahan Layanan Publik di Perbatasan





