Breaking News

Marhaban Ya Ramadhan 1447 H, Masjid Syajarotun Thoyyibah DPP Partai Golkar Hadirkan Pesantren Ramadhan untuk 285 Santri

liputan08.com JAKARTA – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Masjid Syajarotun Thoyyibah yang berada di lingkungan DPP Partai Golkar menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Ramadhan Berbagi: Menyambut Cahaya Hidayah di Bulan Penuh Ampunan.” Kegiatan dipusatkan di Masjid Syajarotun Thoyyibah, Jalan Anggrek Neli Murni No. 11A, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Program Ramadhan tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan ibadah dan sosial yang melibatkan keluarga besar Partai Golkar, jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh nasional, ulama, serta masyarakat umum.

Ketua DKM Masjid Syajarotun Thoyyibah, Dr. Dian Assafri Nasa’i, SH, MH, menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani dan sosial. Kami ingin Masjid Syajarotun Thoyyibah menjadi pusat ibadah yang khusyuk sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi umat. Tahun ini kegiatan kami semakin luas, termasuk Pesantren Ramadhan yang diikuti 285 santri,” ujar Dian, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, setiap hari masjid menyediakan takjil untuk berbuka puasa bersama. Selain itu, terdapat jamaah tetap sekitar 150 orang yang rutin mengikuti rangkaian ibadah.

“Artinya, setiap hari kurang lebih 400 orang berbuka puasa bersama di masjid ini. Ini bukan sekadar angka, tapi wujud kebersamaan dan semangat berbagi,” tambahnya.

Pesantren Ramadhan dan Penguatan Generasi Qurani

Salah satu program unggulan adalah Pesantren Ramadhan Masjid Syajarotun Thoyyibah yang tahun ini diikuti 285 anak binaan DKM. Program ini berisi pembinaan akhlak, tahsin dan tahfiz Al-Qur’an, kajian keislaman, serta pembiasaan ibadah harian.

Imam Besar Masjid Syajarotun Thoyyibah, KH. Choirul Anam MZD, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui program Ramadhan.

“Pesantren Ramadhan ini adalah investasi akhlak dan keimanan. Anak-anak kita bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar adab, disiplin, dan cinta kepada masjid. Inilah yang akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan umat,” ujar KH. Choirul Anam.

Ia juga menekankan bahwa masjid harus menjadi pusat peradaban dan pembinaan umat, bukan sekadar tempat pelaksanaan shalat.

“Masjid adalah rumah besar umat. Di sinilah ukhuwah dibangun, ilmu ditumbuhkan, dan kepedulian sosial digerakkan. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk menghidupkan peran itu,” tambahnya.

Rangkaian Kegiatan Sosial dan Kebangsaan

Selain Pesantren Ramadhan, kegiatan lain yang digelar antara lain:

Buka puasa bersama keluarga besar Partai Golkar

Shalat tarawih berjamaah dengan imam dari Daarul Qur’an dan qori internasional

Kultum Ramadhan setiap hari

Santunan bagi anak yatim piatu dan dhuafa

Bazar buku Islami dan mushaf Al-Qur’an

Penyaluran bantuan makanan kaleng untuk masyarakat Palestina

Dialog kebangsaan menjelang berbuka bersama pejabat negara, anggota DPR RI, serta menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih

Dian menegaskan, kegiatan ini merupakan komitmen menjadikan masjid sebagai ruang kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat.

“Kami ingin Ramadhan ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan, memperkuat persatuan, dan menghadirkan keberkahan yang dirasakan luas oleh masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan “Ramadhan Berbagi” ini terbuka untuk umum dan diharapkan mampu menghadirkan suasana Ramadhan yang penuh kekhusyukan, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya