Liputan08.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Setyawan mengungkap adanya strategi terorganisir untuk merintangi penyidikan sejumlah perkara korupsi besar melalui aliran dana kepada jaringan buzzer. Fakta tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saling bersaksi, tiga terdakwa yakni Junaedi Saibih, M. Adhiya Muzakki, dan Tian Bahtiar, dikonfrontasi dengan berbagai alat bukti digital, termasuk dokumen dan riwayat percakapan (chat) yang memperjelas konstruksi perkara perintangan penyidikan maupun dugaan suap hakim yang menyeret nama Marcella Santoso dan pihak lainnya.
JPU Andi Setyawan menegaskan bahwa fakta persidangan menunjukkan adanya komunikasi intensif antara para terdakwa dengan pihak tertentu yang mengindikasikan koordinasi sistematis dalam upaya menghambat proses hukum.
“Fakta persidangan memperlihatkan adanya komunikasi yang terstruktur dan berulang. Bukti digital yang kami ajukan menunjukkan pola koordinasi yang tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari skema yang dirancang untuk memengaruhi opini publik sekaligus merintangi penyidikan,” ujar Andi Setyawan di hadapan majelis hakim.
Menurut JPU, skema tersebut didukung pendanaan signifikan dari tiga perusahaan korporasi. Dana itu digunakan untuk membiayai produksi konten serta aktivitas di media sosial guna membangun narasi tertentu terkait perkara korupsi Impor Gula, Ekspor CPO, dan Komoditas Timah yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
Dalam persidangan, terdakwa Tian Bahtiar mengakui penggunaan dana sekitar Rp300 juta. Sementara terdakwa M. Adhiya Muzakki disebut mengelola dana hingga Rp800 juta untuk menggerakkan jaringan buzzer.
“Terdakwa Tian Bahtiar mengakui penggunaan dana kurang lebih Rp300 juta. Sedangkan terdakwa M. Adhiya Muzakki mengelola dana hingga Rp800 juta untuk operasional penggerakan buzzer. Angka ini sesuai dengan dokumen dan proposal yang diajukan sendiri oleh para terdakwa,” tegas JPU.
Meski dalam surat dakwaan disebutkan jumlah buzzer mencapai 150 orang, Adhiya hanya mengakui sekitar 50 orang yang terlibat. Namun demikian, JPU menyatakan bahwa angka 150 orang tersebut merujuk pada proposal awal yang diajukan oleh terdakwa sebagai bagian dari perencanaan operasional.
Hingga persidangan terakhir, M. Adhiya Muzakki masih belum mengungkap identitas rekan kerja yang diduga berperan dalam pengelolaan teknis jaringan tersebut. Jaksa menilai adanya sosok lain yang masih misterius membuka peluang pengembangan perkara.
“Masih ada pihak-pihak yang belum terungkap perannya. Fakta ini menjadi pintu masuk bagi kami untuk melakukan pengembangan perkara dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tambah Andi.
Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan lanjutan untuk memperdalam konstruksi dakwaan, termasuk menelusuri aliran dana dan peran masing-masing terdakwa dalam dugaan perintangan penyidikan perkara korupsi tersebut.
Tags: 1 Miliar untuk Buzzer Terbongkar, Aliran Dana Rp1, Diduga Jadi Tameng Tikus Koruptor
Baca Juga
-
23 Okt 2025
Kejati Sumsel Sikat Dugaan Korupsi Distribusi Semen, Tiga Lokasi di Palembang Digeledah
-
23 Jun 2025
Bupati Bogor Dampingi Menteri Imipas Buka Perkemahan Satya Dharma Bhakti di Lapas Pondok Rajeg
-
11 Jun 2025
Koruptor BJB Panas Dingin, Kejagung Periksa 13 Saksi Terkait Kredit PT Sritex
-
29 Mar 2025
Hasil Investigasi Awak Media Sukamulya Rumpin Bak Surganya Mafia Penyuntikan Gas Elpiji Ilegal
-
12 Jan 2026
Jaga Lingkungan dan Kualitas Udara, Pemkot Bogor dan Komunitas Vespa Tanam Pohon di R3
-
28 Okt 2024
Ketua DPRD Bogor, Sastra Winara: Peringatan Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Peningkatan Kualitas Generasi Muda
Rekomendasi lainnya
-
10 Feb 2025
Kejaksaan Agung Geledah Kantor Ditjen Migas Terkait Dugaan Korupsi Minyak Mentah PT Pertamina
-
22 Jan 2026
Main Petak Umpet Dua Tahun, Akhirnya Ketemu: Muraker Kristian, Buronan Kejati Kaltim, Keok di Tangan Satgas SIRI Kejagung
-
10 Mar 2025
Satgas Yonif 642/Kps Berikan Layanan Kesehatan dan Edukasi Hidup Sehat di Kampung Masyeta, Teluk Bintuni
-
14 Mar 2025
Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Peluncuran Sekolah Rakyat, Menteri Sosial: Prioritas untuk Warga Miskin
-
10 Jan 2025
JAM-Intelijen Sosialisasikan RPerpres Penertiban Kawasan Hutan secara Virtual
-
31 Jul 2025
Gerebek Lokasi Prostitusi Online, Satpol PP Bogor Amankan 6 PSK dan 1 Pria Hidung Belang




