Liputan08.com – Kejaksaan melaksanakan Tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan pengelolaan aset kas besar (khasanah) pada salah satu bank pemerintah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Semendo, Kabupaten Muara Enim, Kamis (12/2/2026).
Penyerahan tahap II tersebut dilakukan terhadap tujuh orang tersangka yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial EH, selaku Pemimpin Cabang Pembantu Semendo periode April 2022 hingga Juli 2024; MAP, selaku Penyelia Unit Pelayanan Nasabah dan Uang Tunai periode April 2022 hingga Oktober 2023; serta PPD, selaku Account Officer periode Desember 2019 hingga Oktober 2023.
Selain itu, empat tersangka lainnya merupakan perantara KUR Mikro, yakni WAF, DS, JT, dan IH.
Kepala Seksi Penerangan Hukum, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa proses Tahap II ini menandai beralihnya penanganan perkara dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Pada hari ini, Kamis 12 Februari 2026, telah dilaksanakan Tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian KUR Mikro dan pengelolaan aset kas besar pada salah satu bank pemerintah KCP Semendo Kabupaten Muara Enim,” ujar Vanny.
Ia menjelaskan, enam dari tujuh tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 12 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026, dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang.
“Sementara untuk tersangka WAF tidak dilakukan penahanan dalam perkara ini karena yang bersangkutan sedang menjalani penahanan dalam perkara lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Vanny menegaskan bahwa setelah proses Tahap II selesai, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Muara Enim akan segera menyusun surat dakwaan dan melengkapi berkas untuk pelimpahan perkara ke Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus.
“Jaksa Penuntut Umum akan mempersiapkan surat dakwaan serta kelengkapan administrasi guna pelimpahan perkara ke Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus untuk segera disidangkan,” tegasnya.
Kasus ini diduga berkaitan dengan penyimpangan dalam proses pemberian KUR Mikro serta pengelolaan kas besar yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Namun demikian, rincian nilai kerugian negara masih menunggu pembuktian lebih lanjut dalam proses persidangan.
Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Penanganan perkara ini merupakan bentuk komitmen kami dalam penegakan hukum, khususnya terhadap tindak pidana korupsi di sektor perbankan,” tutup Vanny.
Tags: Enam Tersangka Ditahan, Tikus Koruptor Bank Pemerintah di Semendo Masuk Tahap II
Baca Juga
-
17 Mar 2025
Peringatan Nuzulul Qur’an di Kabupaten Bogor: Wabup Jaro Ade Tekankan Akhlak Mulia dan Doa untuk Negeri
-
30 Des 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegaskan Soliditas ASN sebagai Fondasi Percepatan Pembangunan Daerah
-
16 Sep 2025
Tiga Tersangka Kasus Korupsi Kredit PT Sritex Diserahkan ke Kejari Surakarta
-
28 Okt 2025
Rudy Susmanto Apresiasi Polres Bogor Bongkar 114 Kasus Narkoba, Selamatkan 11 Ribu Warga
-
21 Okt 2024
Pj. Bupati Bogor Lantik Ajat Rochmat Jatnika Sebagai Sekda Definitif Kabupaten Bogor
-
03 Sep 2026
Rudy Susmanto Kirim 7 Relawan Pemkab Bogor ke NTT, Bawa Misi Kemanusiaan
Rekomendasi lainnya
-
16 Mar 2026
Ketua DPRD Sastra Winara Hadiri Pelantikan Kades PAW Gunung Picung, Bupati Rudy Susmanto Pesan Bangun Desa dengan Hati
-
17 Jun 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Lantik 25 Pejabat, Dorong Percepatan Pembangunan
-
01 Jan 2026
Bupati Bogor Ajak Warga Perkuat Kebersamaan Sambut Tahun 2026
-
21 Jul 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Pengungkapan 74 Kasus Narkoba, Tegaskan Dukungan Penuh bagi Aparat
-
12 Sep 2026
Pemkab Bogor Bersinergi dengan BPS Perkuat Akurasi Data Sosial Ekonomi
-
08 Apr 2026
Ketua DPRD Sastra Winara Tegaskan RKPD 2027 Harus Jawab Kebutuhan Riil Warga






