Liputan08.com – Royal Enfield Indonesia kembali mempertegas eksistensinya di segmen motor modern klasik premium melalui peluncuran perdana Royal Enfield Meteor 350 Sundowner Special Edition di Indonesia. Momentum tersebut dikemas dalam sebuah Delivery Ceremony eksklusif yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para pecinta roda dua bergaya klasik modern.
Acara yang digelar di Jakarta itu menjadi ajang pertemuan komunitas dan pelanggan loyal Royal Enfield. Suasana kebersamaan terasa kuat melalui rangkaian kegiatan seperti meet and greet, hiburan musik live, sesi pengenalan produk secara mendalam, games interaktif, hingga prosesi simbolis penyerahan unit kepada para pemilik pertama Meteor 350 Sundowner Special Edition.
Peluncuran motor edisi terbatas ini sekaligus menjadi bukti tingginya minat pasar Indonesia terhadap motor bergaya retro yang memadukan karakter klasik dengan teknologi modern.
Tampil Eksklusif dengan Sentuhan Warna Senja
Royal Enfield Meteor 350 Sundowner Special Edition hadir membawa identitas visual yang kuat melalui balutan warna Premium Metallic Orange, terinspirasi dari nuansa hangat matahari terbenam. Tampilan tersebut mempertegas karakter elegan sekaligus ikonik yang menjadi ciri khas Royal Enfield.
Tidak hanya mengedepankan desain, motor ini juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara jarak jauh yang nyaman dan berkelas.
Sejumlah fitur unggulan disematkan guna menunjang kebutuhan touring modern, di antaranya:
• Velg jari-jari tubeless yang mempertahankan nuansa klasik dengan tingkat keamanan lebih baik
• Windshield serta jok touring premium lengkap dengan sandaran belakang untuk kenyamanan perjalanan panjang
• Teknologi Assist & Slipper Clutch yang membuat perpindahan gigi lebih halus dan stabil
• Lampu LED modern, USB Type-C charging port, serta sistem navigasi Tripper khas Royal Enfield
Country Business Development Manager Royal Enfield Indonesia, Abdul Majid, menegaskan bahwa Meteor 350 Sundowner merupakan edisi spesial yang diproduksi sangat terbatas.
“Meteor 350 Sundowner adalah edisi spesial dengan produksi satu kali dan hanya tersedia sebanyak 36 unit di Indonesia. Motor ini kami hadirkan bagi pengendara modern classic yang mengutamakan gaya, performa, sekaligus eksklusivitas,” ujar Abdul Majid.
Jadi Buruan Pecinta Motor Modern Classic
Dengan kombinasi desain ikonik, fitur touring premium, dan status sebagai motor edisi terbatas, Royal Enfield Meteor 350 Sundowner Special Edition diprediksi menjadi salah satu model yang paling diburu oleh kolektor maupun pecinta motor modern classic di Tanah Air.
Royal Enfield Indonesia juga mengimbau para penggemar otomotif untuk terus mengikuti informasi resmi terkait ketersediaan unit tersisa serta program melalui kanal resmi perusahaan.
(Dion)
Tags: Hadirkan Meteor 350 Sundowner Special Edition, Motor Classic Eksklusif yang Hanya Tersedia 36 Unit di Indonesia
Baca Juga
-
11 Apr 2026
Pengukuhan PC Muslimat NU Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir: Kaum Ibu adalah Pilar Kekuatan Bangsa
-
04 Jun 2026
SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya
-
11 Jun 2026
Gelombang Protes Orang Tua Siswa Berujung Pencopotan Pejabat Disdik Jabar, Dedi Mulyadi Ambil Langkah Tegas
-
23 Nov 2025
Polemik PBNU Memanas: Gus Yahya Tolak Legitimasi Rapat Harian Syuriyah
-
12 Mar 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Gelar Tarawih Keliling Perdana di Cibinong, Serap Aspirasi Warga
-
28 Nov 2024
Warga Kampung Yalai Sambut Hangat Komsos Satgas Yonif 509 Kostrad
Rekomendasi lainnya
-
26 Nov 2025
Tikus Koruptor di Balik Modus Pengecilan Pajak: Kejagung Periksa Eks Staf Ahli Menkeu dan Kepala KPP
-
03 Nov 2025
Bupati Bogor Raih Penghargaan Akselerasi Infrastruktur dari Radar Bogor
-
01 Mei 2025
Menhan dan Panglima TNI Tegaskan Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Prajurit dalam Raker Bersama Komisi I DPR RI
-
23 Okt 2025
Dedie Rachim: Sekolah Berperan Strategis Kendalikan Pertumbuhan Penduduk
-
04 Feb 2025
JAM-Pidum Setujui 4 Kasus Restorative Justice, Termasuk Penggelapan di Singkawang
-
08 Jun 2026
FATRA Pertanyakan Rangkap Jabatan Kang Atep, Lebih Aktif di KONI daripada DPRD?



