liputan08.com Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap sejumlah fakta penting dalam persidangan lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook dalam program Digitalisasi Pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun anggaran 2019–2022.
Persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), menghadirkan saksi Fiona Handayani, yang diketahui merupakan Staf Khusus Menteri (SKM) dari Terdakwa Nadiem Makarim.
JPU Roy Riadi menyampaikan bahwa keterangan saksi semakin menguatkan dakwaan adanya pengaturan proyek pengadaan sebelum proses resmi dimulai.
“Adanya komunikasi intensif di internal kementerian jauh sebelum proyek tersebut berjalan. Berdasarkan fakta persidangan dan bukti dari aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan grup WhatsApp seperti Mas Menteri Core Team dan grup lainnya yang menjadi wadah pembicaraan mengenai penggunaan Chromebook sebelum adanya proses pengadaan formal,” ujar Roy Riadi di hadapan majelis hakim.
Salah satu poin krusial yang disorot dalam persidangan adalah adanya pembahasan terkait skema co-investment sebesar 30 persen antara pihak-pihak tertentu. Pembicaraan tersebut terjadi sebelum proses pengadaan dimulai dan diduga berkaitan dengan upaya melobi pihak Google.
“Dalam percakapan itu terdapat indikasi bahwa lobi terhadap pihak Google dapat mempengaruhi jumlah kebutuhan pengadaan laptop,” ungkap Roy Riadi.
Ia menambahkan, saksi Fiona Handayani mengakui bahwa skema tersebut berpotensi mengurangi jumlah kebutuhan riil pengadaan Chromebook.
“Saksi mengakui di depan hakim bahwa skema ini berpotensi menurunkan kebutuhan sebenarnya, dan hal ini semakin menguatkan dakwaan kami mengenai adanya penyimpangan prosedur,” imbuhnya.
Tak hanya itu, JPU juga membeberkan dugaan penggelembungan harga (mark-up) dalam proyek tersebut. Berdasarkan dokumen dan keterangan saksi, harga asli Chromebook disebut berada di kisaran Rp3 juta per unit, namun dalam pelaksanaannya harga melonjak hingga Rp6 juta per unit.
“Selisih harga yang sangat signifikan ini diduga sengaja disamarkan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu,” tegas Roy Riadi.
Fakta lain yang terungkap di persidangan adalah adanya keraguan dari saksi terhadap program pengadaan Chromebook karena dinilai tidak sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbudristek. Meski demikian, proyek tetap dijalankan atas arahan pimpinan tertinggi kementerian, yakni Terdakwa Nadiem Makarim selaku Menteri.
Akibatnya, pejabat teknis di bawahnya, termasuk Terdakwa Mulyatsyah, disebut membuat kajian teknis yang diduga hanya bersifat formalitas untuk mengikuti arahan pimpinan.
“Kajian teknis tersebut diduga tidak disusun berdasarkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, melainkan semata-mata untuk menyesuaikan arahan dari atas,” ungkap JPU.
Roy Riadi menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa yang terungkap di persidangan saling berkaitan dan didukung alat bukti yang kuat.
“Seluruh rangkaian peristiwa ini, mulai dari keterangan saksi, bukti dokumen, hingga bukti elektronik, saling menguatkan satu sama lain. Fakta-fakta material yang muncul di persidangan menunjukkan bahwa dakwaan kami didasarkan pada alat bukti yang solid terkait penyimpangan dalam pengadaan digitalisasi pendidikan,” tegasnya usai persidangan.
Perkara ini masih terus bergulir dan menjadi sorotan publik mengingat besarnya anggaran negara yang terlibat dalam program digitalisasi pendidikan tersebut.
Tags: JPU
Baca Juga
-
14 Agu 2025
Geger Intervensi DPP di Musda Golkar Lampung: SOKSI Protes, Demokrasi Internal Dipertanyakan!
-
20 Okt 2025
Permohonan Penerbitan Sertifikat Hak Atas Tanah Diabaikan, Wilson Lalengke Desak Kepala BPN Depok Dicopot
-
25 Nov 2024
Jaksa Agung dan Menteri Imigrasi Bahas Transfer of Prisoner dan Penanganan Over Kapasitas Lapas
-
15 Mar 2026
Kantor Hukum Marselinus Edwin & Co. Law Office Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim
-
26 Agu 2025
Ngumpetnya Sampai ke Ujung Papua, Tapi Nggak Bisa Kalahkan Satgas SIRI — Buronan Proyek Jalan Malah Ketemu Jalan Buntu!
-
07 Jun 2026
PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban
Rekomendasi lainnya
-
21 Agu 2025
Bui Menunggu! Kejagung Sikat Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Kilang di Pertamina dan KKKS 2018–2023
-
20 Jan 2026
MK Tegaskan Sengketa Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidana, Kriminalisasi Wartawan Diperingatkan Konstitusi
-
16 Sep 2026
Empat Orang Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka, KPK: Bongkar Dah, Siape Main di Balik Kasus HGB Bogor!
-
14 Okt 2026
ARUKKI Desak Menkumipas Tindak Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Narapidana Pelanggar Diminta Dipindahkan
-
18 Sep 2025
Sikat Koruptor! Kejaksaan Agung Dalami Kasus Korupsi Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina
-
25 Nov 2025
Kejaksaan RI Tawarkan 8 Fokus Kerja Sama Donor, Dorong Penguatan Institusi dan Penegakan Hukum






