liputan08.com JAWA TENGAH — Kondisi membahayakan ditemukan di ruas Tol Trans Jawa KM 243 arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Sebuah lobang cukup dalam terlihat menganga di badan jalan tol dan berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah pengendara mengaku nyaris celaka akibat kondisi jalan yang rusak tersebut. Minimnya tanda peringatan dan lambannya penanganan dari pengelola tol dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Saya kaget sekali, tiba-tiba mobil menghantam lobang cukup dalam. Kalau saja tidak sigap mengendalikan setir, bisa saja mobil terguling atau menabrak kendaraan lain,” ujar Andi (42), seorang pengendara asal Jakarta, saat dimintai keterangan.
Pengendara lain juga mengeluhkan kerusakan kendaraan akibat menghantam lobang tersebut.
“Velg mobil saya bengkok dan ban langsung pecah. Ini jelas kelalaian pengelola tol. Jalan tol itu berbayar, tapi keselamatannya tidak dijaga,” keluh Rudi, pengemudi minibus. Senin (29/12/2025)
Mahasiswa Peduli Hukum, Aliwardan, menegaskan bahwa pengelola jalan tol memiliki tanggung jawab hukum penuh atas keselamatan pengguna jalan.
“Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, serta UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengelola jalan wajib memastikan kondisi jalan aman, laik, dan tidak membahayakan pengguna,” jelas Aliwardan.
Menurutnya, apabila terjadi kecelakaan atau kerusakan kendaraan akibat kelalaian pengelola tol, korban berhak menuntut ganti rugi.
“Pasal 240 UU Lalu Lintas secara tegas menyebutkan bahwa korban kecelakaan berhak mendapatkan ganti kerugian apabila kecelakaan disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak. Ini termasuk jalan tol,” tegasnya.
Aliwardan menambahkan, pengelola tol tidak bisa berlindung di balik alasan teknis atau cuaca.
“Jika sudah diketahui ada kerusakan namun tidak segera diperbaiki atau diberi rambu peringatan, maka itu masuk kategori kelalaian dan dapat digugat secara perdata, bahkan berpotensi pidana jika menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Para pengendara mendesak pengelola tol dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan serta memasang rambu peringatan yang memadai. Jika dibiarkan, kondisi ini dinilai bisa memicu kecelakaan beruntun dan mengancam nyawa pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Tol Trans Jawa terkait kerusakan jalan di KM 243 tersebut.
Tags: Jalan Tol, Ruas Tol Trans Jawa KM 243
Baca Juga
-
17 Jul 2026
Antam CSR Siapkan Sumur Bor, Bantu Warga Nanggung Hadapi Krisis Air Bersih
-
01 Jul 2026
Bupati Rudy Susmanto: Sinergi Polri dan Pemkab Bogor Jadi Pilar Keamanan serta Pembangunan Daerah
-
25 Des 2024
Sekda Bogor Hadiri Rakor Swasembada Pangan, Menko Zulkifli Hasan Tekankan Enam Faktor Pendukung
-
15 Agu 2025
Bupati Bogor Instruksikan Gerakan 1 ASN 1 Pohon Tanam Serentak dan Wujudkan Hutan Kota
-
07 Nov 2024
Satgas Yonif 509 Kostrad Bantu Warga Kampung Pesiga yang Mengeluh Sakit di Tengah Patroli Wilayah Sugapa, Papua Tengah
-
15 Okt 2025
Pemkab Bogor Perkuat Deteksi Dini dan PSN untuk Cegah Penyebaran Chikungunya
Rekomendasi lainnya
-
05 Des 2024
Mochamad Djanu Anshar Dinobatkan Sebagai Duta Stunting Kabupaten Bogor
-
19 Des 2024
Kodam I/BB Dukung Kesehatan dan Kecerdasan Anak Melalui Pemberian Makanan Bergizi di SDN 060915
-
23 Feb 2025
Dr Hirwansyah Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT PPLI Warga Dapat Tempuh Jalur Hukum
-
31 Des 2024
Ditlantas Polda Jateng Tangani Puncak Arus Mudik Nataru Secara Optimal
-
28 Okt 2025
BMSN Kabupaten Bogor Ajak Insan Pers Rawat Semangat Persatuan dan Sosial Kontrol di Hari Sumpah Pemuda
-
17 Jun 2026
Jaro Ade Bangga Kabupaten Bogor Sukses Jadi Tuan Rumah Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia II






