Breaking News

Dirut PT BFG Ditahan Usai Buron Kasus Korupsi Jembatan Tanah Merah Bintan

Liputan08.com – Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) resmi menahan DR, Direktur Utama PT Bintang Fajar Gemilang, tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Tanah Merah, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, tahun anggaran 2018.

Penahanan dilakukan pada Kamis (13/11/2025) setelah tersangka DR berhasil diringkus oleh Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejati Kepri bekerja sama dengan Tim Tabur Kejati Sulawesi Tenggara dan Kejari Kendari, di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu (12/11) malam sekitar pukul 23.47 WITA.

Penangkapan dan penahanan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Lobi Gedung Pidsus Kejati Kepri, dipimpin oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ismail Fahmi, SH, MH, didampingi Koordinator Pidsus Roi Carlis, SH, MH, serta pejabat Pidsus lainnya.

Sempat Buron, Akhirnya Ditangkap di Kendari

Dalam keterangannya, Ismail Fahmi menjelaskan bahwa tersangka DR telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 Desember 2022 berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: Print-529/L.10/Fd.1/12/2022. Namun, meski telah dipanggil secara patut oleh penyidik, DR tidak kooperatif dan mangkir dari pemeriksaan, sehingga ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 29 Mei 2024 melalui Surat Penetapan DPO Nomor: B-1323/L.10/Fd.1/05/2024.

“Yang bersangkutan sudah lama kami cari. Setelah sempat berpindah-pindah lokasi, akhirnya berhasil diamankan di Kendari dan langsung kami bawa ke Tanjungpinang untuk diproses hukum lebih lanjut,” ujar Ismail Fahmi.

Kerugian Negara Capai Rp8,9 Miliar.
Aspidsus Kejati Kepri menjelaskan, kasus ini merupakan lanjutan (splitsing) dari perkara sebelumnya yang telah menyeret BW, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan jembatan tersebut. BW telah lebih dulu divonis dan memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).

Sementara itu, DR selaku penyedia atau pelaksana pekerjaan dari PT Bintang Fajar Gemilang diduga turut bertanggung jawab atas timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp8.905.624.882 sebagaimana hasil audit BPKP Provinsi Kepulauan Riau Nomor: SR-842/PW28/5/2022 tanggal 14 Desember 2022.

“Proyek ini semestinya untuk kepentingan masyarakat Bintan, tetapi disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan negara,” tegas Ismail Fahmi.

Dijerat Pasal Korupsi dan Ditahan 20 Hari
Atas perbuatannya, tersangka DR disangka melanggar:
Primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,

Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penyidik Kejati Kepri menahan tersangka selama 20 hari ke depan, mulai 13 November 2025 hingga 2 Desember 2025, di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

“Setelah berkas lengkap, penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bintan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,” tutur Ismail Fahmi menutup konferensi pers.

Kasi Penkum: Komitmen Kejati Kepri Ungkap Kasus Besar

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Kepri, Yusnar Yusuf, SH, MH menegaskan bahwa Kejati Kepri berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku korupsi di wilayah hukum Kepulauan Riau tanpa pandang bulu.

“Kami tidak akan berhenti menegakkan hukum. Siapa pun yang mencoba merugikan keuangan negara akan kami kejar, walau harus lintas provinsi,” ujar Yusnar Yusuf.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya