liputan08.com JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia akan memperluas program percontohan (piloting) digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 40 kabupaten dan kota pada tahun 2026. Salah satu daerah yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba strategis adalah Kabupaten Bogor.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam memerangi kemiskinan sekaligus meningkatkan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI).
Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk saat membuka kegiatan sosialisasi piloting digitalisasi bansos dan penguatan peran pemerintah daerah yang digelar di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (3/2).
Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Penunjukan Kabupaten Bogor sebagai daerah percontohan dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran dan berbasis data terintegrasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri PANRB, Kepala BPS RI, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Wamendagri Ribka Haluk menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi faktor krusial dalam meminimalkan potensi kesalahan sasaran dalam distribusi bantuan sosial. Ia menekankan bahwa akurasi penyaluran bansos sejalan dengan Asta Cita keenam, yakni pemberantasan kemiskinan.
“Kami berharap kepala daerah memberikan dukungan penuh agar potensi salah sasaran dalam penyaluran bantuan sosial dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Ribka.
Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa percepatan digitalisasi bansos merupakan bagian dari transformasi GovTech Indonesia. Melalui sistem berbasis data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pemerintah dapat memastikan kebijakan sosial dijalankan secara presisi dan terukur.
“Kalau datanya benar, kita bisa menyusun strategi yang tepat. Tidak perlu lagi menebak-nebak atau menutup mata terhadap kondisi yang sebenarnya,” tegas Luhut.
Ia menambahkan, digitalisasi bansos akan menjadi game changer dalam tata kelola pemerintahan. Berbagai indikator strategis seperti tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga efektivitas subsidi dapat dipantau secara real time dan objektif.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa transformasi bangsa harus dimulai dari transformasi data. Menurutnya, Presiden menginginkan seluruh kebijakan sosial bersifat evidence-based policy, yakni kebijakan yang disusun berdasarkan data terbuka dan terverifikasi.
“Tidak boleh lagi ada data versi masing-masing. Semua harus satu data. BPS menjadi pengelola data secara ilmiah, sementara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib berperan aktif dalam pemutakhiran,” jelasnya.
Mensos juga mengungkapkan bahwa arahan Presiden tersebut telah ditindaklanjuti melalui penerapan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai satu-satunya rujukan nasional, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
“Kunci dari transformasi ini adalah keterbukaan, kolaborasi lintas sektor, dan meninggalkan ego sektoral, terutama dalam pengelolaan data. Jika ingin membangun bangsa, kita harus berani memulai dari transformasi data,” pungkas Saifullah Yusuf.
Tags: Bansos
Baca Juga
-
25 Feb 2025
Satgas SIRI Kejagung Tangkap Buronan Kasus Penipuan Rp7,8 Miliar di Surabaya
-
05 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Tersangka dan Saksi Kasus Suap Ronald Tannur
-
14 Okt 2024
Pemkab Bogor Gelar Anugerah Pajak Daerah 2024, Apresiasi 89 Wajib Pajak Berprestasi
-
06 Des 2024
TNI Gelar Sweeping di Distrik Walesi untuk Cegah Aktivitas Ilegal
-
25 Okt 2024
Anggota DPRD PKB KH Achmad Yaudin Sogir Apresiasi Program CSR Minyak Telon Gratis untuk Posyandu Mawar dari PT Tempo Scan Pasifik
-
06 Mar 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Menteri Kolaborasi Atasi Risiko Bencana di Bogor Selatan
Rekomendasi lainnya
-
16 Feb 2025
PT Sinar Laut Biru Logam Perkasa Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Cungkanggalih
-
01 Okt 2024
Diwarnai Kartu Merah, Duel Atletico vs Real Madrid Berakhir Tanpa Pemenang
-
26 Feb 2025
Dugaan Penipuan Oknum Polisi Polda Sumut Rp 850 Juta: Ahli Hukum Kepolisian Sebut PTDH Solusi Terbaik
-
07 Apr 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Dukung Program Ketahanan Pangan Sinergi Semua Pihak Kunci Keberhasilan
-
28 Mei 2025
Mabes TNI Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 76 Perwira Tinggi dari Tiga Matra
-
08 Jan 2025
JAM-Pengawasan Gelar Sosialisasi Tata Kelola Anggaran 2025 untuk Satuan Kerja Kejaksaan


