liputan08.com Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Tim Koordinasi Satgas Percepatan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama camat dan lurah se-Kota Bogor di Bale Pakuan, Hotel Padjajaran Suites, Rabu (5/11/2025).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bogor, Hanafi, yang hadir mewakili Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi, menegaskan pentingnya penyamaan persepsi dalam pelaksanaan program KKMP sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Rakor ini untuk menyamakan persepsi agar pelaksanaan KKMP sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang pembangunan fisik, gerai, dan fasilitas KKMP,” ujar Hanafi.
Menurutnya, pembentukan KKMP merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI bersama program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa koperasi bukan hanya untuk simpan pinjam, tetapi juga menjadi wadah pengembangan usaha produktif yang mendukung ketahanan pangan.
“Intinya bukan pada bantuannya, tapi bagaimana koperasi mampu mengakses pembiayaan hingga Rp3 miliar dari bank persepsi sesuai potensinya,” jelasnya.
Hanafi menyebut, dari 68 kelurahan di Kota Bogor, seluruhnya telah membentuk koperasi, sementara 14 di antaranya tengah dievaluasi dan diverifikasi oleh Bank BRI untuk pengajuan pendanaan.
Melalui sambungan daring, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa Kemendagri memastikan ketersediaan lahan untuk pembangunan gerai dan gudang KKMP.
“Kriteria lahan yang dibutuhkan harus bersertifikat hak milik, luas minimal 1.000 meter persegi, strategis, dan siap bangun tanpa risiko bencana,” ujar Bima Arya. Ia menambahkan, pemerintah pusat akan menyalurkan dana Rp3 miliar untuk pembangunan fisik yang datanya diunggah melalui PT Agrinas.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DinKUKMdagin) Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menegaskan Rakor ini merupakan tindak lanjut arahan Wamendagri agar camat dan lurah memahami kriteria serta prosedur pengajuan lahan KKMP.
“Hari ini seluruh kelurahan sudah menyampaikan titik lokasi calon lahan gerai dan gudang. Targetnya, seluruh data sudah diunggah ke portal PT Agrinas sebelum tenggat 15 November,” jelas Rahmat.
Ia berharap Kota Bogor dapat menjadi salah satu daerah tercepat dalam pengadaan lahan KKMP dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekonomi berbasis koperasi rakyat.
Tags: Pemkot Bogor
Baca Juga
-
13 Apr 2025
Dian Asafri Hadirnya Menteri PKP Tegaskan Kepengurusan PWI Hendry Ch Bangun yang Sah
-
16 Mei 2025
Gotong Royong Warga Munjungan Hadapi Longsor Rumah Warga Tertimpa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sigap Membantu
-
20 Jun 2025
MyKahuripan, Solusi Cepat dan Mudah Layanan Air Minum Perumda Tirta Kahuripan
-
05 Jan 2026
Serahkan DPA 2026, Dedie Rachim Tekankan Integritas dan Pemanfaatan Anggaran
-
21 Apr 2026
Jaksa Agung Tegas: Dana Desa Tak Boleh Disalahgunakan, Jaga Desa Jadi Benteng Utama!
-
08 Jan 2026
Koruptor Jiwasraya Isa Rachmatarwata Divonis Super Ringan, Jaksa Pertimbangkan Banding
Rekomendasi lainnya
-
24 Jun 2025
Bongkar Kredit Bermasalah Sritex, Kejagung : BJB Terseret, Siapa Lagi yang Akan Tumbang?
-
27 Jun 2025
Kabogor Fest 2025 Dongkrak Ekonomi Bogor, Perputaran Uang Tembus Rp2,5 Miliar
-
04 Nov 2025
Rudy Susmanto Dampingi Gubernur Jabar Bahas Bantuan untuk Warga Terdampak Penutupan Tambang
-
19 Mei 2025
Royal Enfield Perkuat Layanan Purnajual di Banten Lewat Mobile Service Camp
-
24 Nov 2025
Desa Gunung Putri Masuk Lima Besar Anugerah Gapura Sri Baduga 2025
-
18 Sep 2025
Sekda Ajat: Dekranasda Harus Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Internasional


