Liputan08.com – Pemerintah Kabupaten Bogor bertindak tegas terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan sejumlah industri di wilayah Kecamatan Citeureup. Menindaklanjuti aduan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa perusahaan, Senin (19/5/2025).
Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 (PHLPLB3) DLH Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, mengatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan menyikapi laporan masyarakat, termasuk dari tokoh masyarakat Desa Tarikolot, Citeureup.

Sidak melibatkan tim dari Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Unit Reskrim Polsek Citeureup, aparat Desa Tarikolot, serta perwakilan laboratorium dan tokoh masyarakat.
“Kami melakukan penelusuran aliran yang diduga tercemar, dari hulu hingga hilir. Salah satu titik yang diperiksa adalah PT Harapan Mulya, perusahaan penyedia bak sampah yang melakukan pengecatan dengan sistem powder coating,” ujar Gantara.
Dalam pemeriksaan, ditemukan adanya saluran pembuangan limbah (outfall) yang tidak sesuai ketentuan perundang-undangan. DLH langsung mengambil tindakan tegas, berupa penyegelan lokasi, penutupan saluran limbah (grouting), dan pemasangan garis pengawasan PPLH. Selain itu, sampel air dari hulu dan hilir aliran juga diambil untuk diuji di laboratorium. Hasil analisis diperkirakan akan keluar dalam 14 hari ke depan.
Selain PT Harapan Mulya, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap CV Karya Erat. Namun, tindakan penyegelan hanya dilakukan terhadap PT Harapan Mulya karena di lokasi tersebut ditemukan indikasi kuat adanya pelanggaran.
Gantara menambahkan, pada pekan depan pihak perusahaan akan dipanggil untuk menjalani Berita Acara Pengawasan (BAP). Jika terbukti melanggar, perusahaan dapat dikenai sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dan denda. Jika tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, maka kasus ini akan diproses secara pidana sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Prinsip ultimum remedium akan diterapkan jika pendekatan administratif tidak diindahkan,” tegasnya.
DLH juga mengimbau seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bogor agar mengelola limbah B3 sesuai dengan dokumen lingkungan dan bekerja sama dengan pihak ketiga berizin resmi untuk proses pengolahan limbah.
“Kami tidak melarang kegiatan industri, tapi semua pelaku usaha wajib patuh terhadap aturan. Pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan adalah pelanggaran serius yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” pungkas Gantara.
Tags: Pemkab Bogor Segel Perusahaan di Citeureup karena Diduga Cemari Lingkungan dengan Limbah B3
Baca Juga
-
18 Mar 2026
Bupati Rudy Susmanto Berangkatkan 4.000 Pemudik, Program Mudik Gratis Bogor 2026 Pecahkan Rekor
-
08 Feb 2025
Polres Pamekasan Tangkap 16 Tersangka Narkoba dan Curanmor Sita Ribuan Okerbaya dan 8 Motor Curian
-
21 Mei 2025
JAM-Pidsus Paparkan Strategi Unggulan Tangani Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara di Hadapan Komisi III DPR RI
-
15 Okt 2025
Kejati Kepri Tegas: Pengembalian Uang Negara Tak Hapus Pidana Korupsi PNBP
-
03 Jul 2025
Koruptor Rp10 M Disergap Tengah Malam, Ternyata Cuma Berani Korup, Nggak Berani Tanggung Jawab
-
07 Jan 2025
HUT ke-29 SEBA X-1 Watukosek: Semangat Persatuan dan Persaudaraan di Mako Brimob Kedung Halang
Rekomendasi lainnya
-
12 Jul 2025
Tegaskan Komitmen Pembangunan, Rudy Susmanto dan DPRD Bogor Tetapkan Tiga Perda Strategis dan Bahas KUA-PPAS 2026
-
18 Mar 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara RPJMD Harus Mengakomodir Aspirasi Masyarakat
-
12 Sep 2025
Pemkab Bogor Apresiasi Kekompakan Warga Desa Karangasem Timur dalam Mengaktifkan Siskamling Humanis
-
18 Nov 2025
Sekda Ajat Sambut Tim IGA: Kabupaten Bogor Tampilkan Inovasi Layanan Publik yang Natural Tanpa Rekayasa
-
21 Okt 2024
Suparji Ahmad: Adu Domba Lembaga Pemberantasan Korupsi Adalah Upaya Koruptor Menggoyahkan Institusi Hukum
-
08 Jan 2026
Dilantik Serentak, Ketua LPM Bogor Utara Diminta Langsung Bersinergi


