liputan08.com BOGOR – Komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam memperkuat pembangunan desa kembali mendapat perhatian melalui Desa Gunung Putri yang mengikuti tahapan klarifikasi lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Gunung Putri, Jumat (6/11/2026), menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai inovasi, capaian pembangunan, serta kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Penilai dari Kementerian Dalam Negeri. Ia menilai proses penilaian tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja keras pemerintah desa bersama masyarakat selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.
Menurut Daman, perjalanan membangun desa merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kerja sama, keterbukaan terhadap evaluasi, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan.
“Kami bukan desa terbaik, tetapi kami adalah desa yang terus berusaha untuk bisa berkontribusi mewarnai Indonesia ke depan. Kami ingin menjadi bagian dari garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto terus memperkuat dukungan terhadap pembangunan desa.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui peningkatan bantuan keuangan khusus desa dari sebelumnya Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar per desa mulai 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah agar desa tetap memiliki kapasitas pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan berkurangnya alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat.
“Dengan 416 desa yang ada di Kabupaten Bogor, pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan dukungan. Kami ingin memastikan pemerintah desa tetap memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Hadijana.
Selain dukungan anggaran, Pemkab Bogor juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan melalui pengembangan Data Desa Presisi bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Program ini menjadi bagian dari kolaborasi melalui Sekolah Pemerintahan Desa.
Data Desa Presisi diharapkan mampu menghadirkan informasi kependudukan dan kewilayahan yang lebih akurat, mulai dari data by name by address (BNBA), kondisi tempat tinggal, hingga titik koordinat. Pemutakhiran data juga didorong hingga tingkat RT dan RW agar kebijakan pembangunan serta penyaluran bantuan pemerintah semakin tepat sasaran.
Di tingkat nasional, Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tahun 2026, Prof. Dr. Diah Natalisa, menjelaskan bahwa klarifikasi lapangan merupakan tahapan penting untuk memverifikasi data sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan program dan inovasi desa yang masuk nominasi.
Penilaian mencakup tiga bidang utama, yakni pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Tahun ini, terdapat tiga isu strategis yang menjadi perhatian khusus, yaitu pengembangan ekonomi lokal berbasis koperasi dan UMKM, ketangguhan menghadapi perubahan iklim melalui tata kelola adaptif dan berkelanjutan, serta kemampuan desa dalam mengendalikan dampak inflasi daerah.
“Klarifikasi lapangan ini bukan semata-mata untuk memeriksa kesesuaian data dan informasi, tetapi juga untuk memahami bagaimana program dan inovasi dilaksanakan, sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat, serta bagaimana keberlanjutan berbagai upaya tersebut dapat terus dijaga pada masa mendatang,” ungkap Diah.
Ia menambahkan, tim penilai akan melakukan validasi informasi, mengamati pelaksanaan program dan pelayanan masyarakat, serta berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan. Hasilnya akan dibahas dalam pleno sebagai dasar penyusunan rekomendasi dan penetapan hasil penjaringan sesuai mekanisme yang berlaku.
Keikutsertaan Desa Gunung Putri dalam penilaian tingkat nasional ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pemerintahan, inovasi pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih dari sekadar mengejar predikat berprestasi, capaian tersebut diharapkan dapat melahirkan praktik baik yang bisa direplikasi desa-desa lain, sekaligus memperkuat pembangunan desa sebagai fondasi kemajuan Kabupaten Bogor dan Indonesia.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
28 Sep 2026
Bupati Bogor Minta OPD Percepat Program Prioritas Jelang Akhir 2026
-
13 Agu 2025
Musolla Bersejarah Darul Muflihin di Pekondoh Butuh Uluran Tangan: Pemda dan Masyarakat Dihimbau Bersama Selamatkan Warisan Ulama Tanggamus
-
11 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi dalam Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta Api Besitang-Langsa
-
17 Jul 2026
Matamuda MAN 1 Bogor Ditutup Meriah, Tanam Pohon hingga Cek Kesehatan Gratis Bekali Siswa Baru
-
16 Jul 2025
Tim SIRI Kejagung Tangkap Buronan Kasus Pemalsuan Surat Rp15 Miliar di Jakarta Utara
-
30 Jan 2025
Satgas Yonif 642/Kps Sambangi Rumah Warga di Kaimana, Bagikan Sembako untuk Ringankan Beban Masyarakat
Rekomendasi lainnya
-
22 Jan 2025
Diskominfo Kabupaten Bogor Jadi Rujukan Pemkab Gowa untuk Transformasi Digital Pelayanan Publik
-
06 Feb 2025
Polres Langsa Gagalkan Peredaran 1,4 Kg Sabu Selamatkan 11 Ribu Jiwa!
-
21 Mei 2025
Bupati dan Wabup Bogor Komit Perkuat Budaya Antikorupsi, KPK Apresiasi Lonjakan Skor MCP
-
17 Okt 2024
Sekda Bogor Minta Jajaran Pemerintah Aktif Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2024
-
04 Apr 2026
Muscab PKB Kabupaten Bogor Tetapkan Enam Kandidat Ketua, Dorong Konsolidasi dan Penguatan Basis Politik Menuju 2029
-
23 Mar 2025
Pemkab Bogor Bersama Menteri Kehutanan dan Gubernur Jabar Tanam 50.000 Pohon di Cisarua untuk Pulihkan Lingkungan


