Liputan08.com — Musolla Darul Muflihin, sebuah bangunan suci yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan menjadi pusat ilmu serta berkah bagi warga Desa Pekondoh dan sekitarnya, kini menghadapi ancaman serius. Atap yang bocor dan dinding yang rapuh mengikis kelestarian sejarah serta keberlangsungan dakwah di musolla yang didirikan oleh para ulama besar setempat, seperti KH. Mufleh Ilyas dan tokoh ulama lainnya.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Musolla Darul Muflihin pernah menjadi pusat pendidikan agama yang melahirkan ulama-ulama ternama, seperti almarhum Dr. Kailani, MA, dosen Universitas Indonesia, dan Dr. Aminulloh, MA, ulama dan pendidik terkemuka. Tempat ini telah menjadi saksi bisu perjuangan menuntut ilmu dan memperkuat keimanan generasi demi generasi.

H. Abdurahman, pengurus musolla, menyatakan tekad kuat untuk memugar bangunan ini agar kembali berdiri kokoh dan melayani umat dengan maksimal. “Musolla Darul Muflihin adalah warisan berharga dari para ulama terdahulu. Kami merasa bertanggung jawab menjaga dan memugar musolla agar tetap menjadi pusat dakwah dan pendidikan agama. Namun, kami sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat luas dan pemerintah daerah agar pemugaran ini dapat segera terlaksana,” ujarnya penuh harap.Rabu (13/8/2025)
Dr. H. Aminulloh, MA, yang juga ikut menggalang dana, menambahkan, “Kami mengajak seluruh warga, dermawan, dan pecinta ilmu untuk bersama-sama berkontribusi. Musolla ini bukan hanya bangunan fisik, tapi simbol kecintaan kita terhadap warisan ulama dan kelangsungan dakwah di wilayah ini.”
Seiring dengan upaya penggalangan dana, harapan besar kini tertuju pada pemerintah daerah mulai dari tingkat kecamatan, DPRD Kabupaten Tanggamus, hingga Gubernur Lampung. Diharapkan mereka dapat turun tangan membantu pemugaran agar nilai sejarah dan fungsi edukasi musolla ini tetap lestari untuk generasi mendatang.
Musolla Darul Muflihin yang usianya lebih dari 50 tahun, bahkan melebihi satu abad jika dihitung sejak komunitas ulama pembentuknya, lahir dari semangat para ulama setempat mendirikan pusat ilmu yang menghasilkan ulama kompeten di berbagai institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Namun, tanpa tindakan cepat, bukan hanya bangunan fisik yang hilang, tetapi juga warisan keilmuan dan sejarah yang tak ternilai harganya.
Mari Bersama Selamatkan Warisan Ulama Pekondoh
Kami mengajak Anda semua untuk menjadi bagian dari sejarah dengan membantu memugar Musolla Darul Muflihin. Bantuan dan dukungan Anda sangat berarti bagi keberlangsungan dakwah dan pendidikan agama di desa kami.
Donasi dan Informasi Hubungi:
H. Abdurahman (Pengurus Musolla)
Dr. H. Aminulloh, MA (Penggalangan Dana)
Zarkasi (Penggalang Dana)
Zulkarnain (Penggalang Dana)
Baca Juga
-
07 Mar 2025
Kejati Sumsel Serahkan Tiga Tersangka Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan ke Kejari Palembang
-
13 Apr 2025
Lelehkan Harapan, Warga Bogor Asri Blok AB Patungan Rp2,5 Juta Demi Perbaikan Jalan yang Harusnya Tanggung Jawab Pemerintah
-
01 Okt 2025
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Hj. Nunur Nurhasdian: Hari Kesaktian Pancasila Momentum Strategis Meneguhkan Identitas Bangsa
-
28 Feb 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto: Retret 2025 di Magelang Perkuat Jiwa Patriotisme dan Nasionalisme
-
18 Jan 2026
Bupati Bogor Percepat Operasional Pasar Petani Garuda, Petani Nilai Kebijakan Pro-Petani Kecil
-
29 Jan 2026
Tekan Kepadatan RSUD, Pemkab Bogor Fokuskan Penguatan Puskesmas dan Zonasi Kesehatan
Rekomendasi lainnya
-
23 Apr 2026
Tak Bisa Lari! Jeruji Besi Sudah Menunggu, Terdakwa Korupsi Pertamina Terancam Belasan Tahun Bui
-
16 Feb 2026
Meriah dan Penuh Makna, Kolaborun Jadi Simbol Kolaborasi dan Kepedulian Lingkungan di Bogor
-
07 Mei 2025
Ketua Umum PWI pusat Hendry Ch Bangun, Wartawan Agar Manfaatkan Program Rumah Subsidi
-
30 Des 2025
Bupati Rudy Susmanto Tetapkan Rehabilitasi Masjid Raya 40 Kecamatan sebagai Program Prioritas Pemkab Bogor 2026
-
07 Mar 2025
Kasiops Korem 161/WS Tinjau Pos Haumeniana, Perkuat Kesiapan dan Sinergi di Perbatasan
-
23 Des 2024
Kapolda Jateng Pantau Kesiapan Pos Pengamanan Nataru di GT Kalikangkung Semarang


