liputan08.comBOGOR – Khutbah Jumat yang disampaikan oleh KH Ahmad Yaudin Sogir di Masjid Al-Mubaarokah, Kampung Curug RT 01 RW 04, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (1/5/2026), menjadi pengingat kuat bagi jamaah tentang hubungan antara perilaku manusia dan bencana alam.
Dalam khutbahnya, KH Ahmad Yaudin Sogir yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB menegaskan bahwa berbagai bencana yang terjadi, seperti banjir dan rusaknya jembatan akibat luapan Sungai Cisadane dan aliran Sungai Pesanggrahan, tidak semata-mata merupakan fenomena alam, tetapi juga dipengaruhi oleh ulah manusia.
“Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an bahwa kerusakan di darat dan di laut adalah akibat perbuatan tangan manusia. Ini menjadi bahan renungan bagi kita semua agar kembali kepada jalan yang benar,” ujarnya dalam khutbah.
Ia merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Zhaharal fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aydin naas…”
(Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia) — (QS. Ar-Rum: 41).
Selain itu, ia juga mengutip ayat:
> “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalaa”
(Untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya) — (QS. Al-Mulk: 2).
KH Ahmad Yaudin Sogir menjelaskan bahwa bencana juga merupakan ujian dari Allah SWT untuk mengukur keimanan dan kualitas amal manusia.
Khutbah tersebut juga disampaikan langsung di lokasi terdampak banjir, termasuk di sekitar jembatan yang hanyut terbawa arus Sungai Pesanggrahan. Hal ini memberikan pesan yang lebih kuat dan kontekstual kepada masyarakat.
Ia turut mengimbau kepada masyarakat, khususnya para korban bencana, agar tetap tabah dan bersabar dalam menghadapi ujian.
“Kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana, saya mengajak untuk tetap bersabar dan bertawakal. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar,” ungkapnya.
Ia juga menguatkan dengan hadis Nabi Muhammad SAW:
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga aliran sungai, serta mendukung kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Menurutnya, upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Khutbah ini pun mendapat respons positif dari jamaah yang hadir, karena dinilai tidak hanya memberikan siraman rohani, tetapi juga solusi dan kesadaran kolektif dalam menghadapi persoalan lingkungan dan bencana alam.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir
Baca Juga
-
09 Mei 2025
Sastra Winara Bogor Run 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga dan Ekonomi Daerah
-
04 Mar 2026
Terima Audiensi KNPI, Rudy Susmanto Buka Ruang Kolaborasi Luas untuk Pemuda Bogor
-
27 Mei 2025
Tersandung Kredit Maut! Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi PT Sritex dan Anak Usaha
-
29 Agu 2025
Pemkab Bogor Gelar Layanan Publik 80 Jam Nonstop, Sasar Rekor MURI
-
26 Jan 2025
Pj. Bupati Bogor Perkuat Ukhuwah Islamiah Melalui Shalat Subuh Keliling di Parung
-
02 Jan 2025
Sastra Winara Dorong Percepatan Pelayanan Publik di Kabupaten Bogor Tahun 2025
Rekomendasi lainnya
-
26 Feb 2025
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bogor Gelar Bazar Ramadhan, Perkuat Ekonomi Keluarga ASN
-
19 Des 2025
Hari Bela Negara 2025: Presiden Tekankan Bela Negara Hadapi Ancaman Nonkonvensional
-
12 Nov 2024
Prof. Dr. Asep N. Mulyana Tekankan Pentingnya Pemahaman TPPU bagi Artis dan Pengusaha untuk Menghindari Jerat Hukum
-
17 Des 2024
JPU Limpahkan Berkas 3 Terdakwa Kasus Suap Ronald Tannur ke PN Tipikor Jakarta Pusat
-
17 Okt 2025
Pemkot Bogor Capai 100% Posbakum di Tiap Kelurahan, Perkuat Akses Keadilan Masyarakat
-
18 Des 2024
TNI dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Tengah Cuaca Ekstrem di Sanggau




