liputan08.com CILEUNGSI, BOGOR — Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Cileungsi, tepatnya di sekitar pertigaan (P3) Pasar Desa Gendong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali dikeluhkan para pengguna jalan. Titik tersebut dinilai menjadi salah satu biang kemacetan harian, baik dari arah Cileungsi menuju Jonggol maupun sebaliknya, Sabtu (1/5/2026).
Kondisi jalan yang menyempit di lokasi tersebut diperparah dengan aktivitas parkir liar dan praktik pungutan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sejumlah pengendara menyebut, arus kendaraan dari arah Bekasi yang seharusnya langsung belok kiri menuju Jonggol, justru kerap dipotong untuk melintas langsung dengan bantuan “jasa” parkir liar yang membuka pembatas jalan.
Salah satu pengendara, Andi (34), mengaku hampir setiap hari terjebak kemacetan di titik tersebut.
“Setiap pagi dan sore pasti macet parah. Harusnya dari arah Bekasi langsung belok kiri ke Jonggol, tapi ini malah dibuka pembatas jalan oleh tukang parkir liar. Mereka nyetop kendaraan dari dua arah supaya yang bayar bisa lewat duluan,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Rudi (41), sopir angkutan barang yang rutin melintasi jalur itu.
“Ini bukan cuma soal macet, tapi sudah mengganggu ketertiban. Jalan makin sempit, ditambah lagi tidak ada petugas resmi. Yang ada malah parkir liar minta uang ke pengendara. Kalau dibiarkan, ini seperti pembiaran premanisme di jalan,” tegasnya.
Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya kehadiran petugas dari instansi terkait di lokasi rawan tersebut. Padahal, menurut mereka, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir, menyampaikan kritik tegas kepada seluruh pihak terkait agar segera bertindak.
“Kami meminta seluruh instansi terkait, mulai dari lurah, camat, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP untuk segera turun tangan. Jangan sampai ruang publik dikuasai oleh praktik premanisme yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan kemacetan dan penertiban parkir liar bukan semata menjadi tanggung jawab kepala daerah, melainkan harus menjadi kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
“Jangan semua dibebankan kepada Bupati. Setiap dinas memiliki tugas dan fungsi yang jelas. Harus ada kerja cepat, terukur, dan berkelanjutan. Kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan ini, kami di DPRD tidak segan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat terkait,” tambahnya.
Achmad Yaudin Sogir juga mendorong adanya rekayasa lalu lintas yang tegas di lokasi tersebut, termasuk penertiban jalur putar balik dan larangan membuka pembatas jalan secara ilegal.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan langsung dari petugas berwenang di lokasi. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mengurai kemacetan dan mengembalikan ketertiban di kawasan tersebut.
Tags: Pasar Gendong Cileungsi
Baca Juga
-
22 Jan 2025
Korupsi Impor Gula Tersangka HAT Ditangkap Negara Rugi Rp578 Miliar
-
15 Mei 2025
Presiden Prabowo Sambut PM Australia Anthony Albanese, Tegaskan Persahabatan Abadi Indonesia-Australia
-
13 Feb 2026
Ketua DPRD Sastra Wainara Apresiasi Pelantikan 24 Pejabat oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto
-
17 Agu 2026
Bupati Bogor Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
05 Mar 2025
Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Kabupaten Bogor dalam Pencegahan Korupsi
-
07 Nov 2024
STIH Adhyaksa Gelar Seminar Internasional: Soroti ESG dan Perlindungan Data Menuju Indonesia Emas 2045
Rekomendasi lainnya
-
03 Jul 2026
Bupati Bogor Dorong Kolaborasi, Kabupaten Bogor Jadi Lokasi Studi Lapangan PKP PNS Mabes TNI 2026
-
13 Feb 2025
Jelang Ramadhan, Pj. Bupati Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Cibinong
-
23 Apr 2026
Di Bawah Arahan Rudy Susmanto, Penataan Puncak Dapat Dukungan dan Apresiasi Pemerintah Pusat
-
02 Nov 2025
CFD Tegar Beriman Disambut Antusias, Rudy Susmanto Wacanakan Jadi Agenda Rutin
-
23 Apr 2025
Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kartini, TP-PKK Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal di Cibinong
-
31 Mei 2025
Respons Cepat Bupati Bogor Selamatkan Pasangan Lansia Terlantar di Pamijahan, Dapat Bantuan Rumah dan Logistik





