Liputan08.com – PT Antam UBPE Pongkor menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan hutan desa melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Program ini difokuskan pada pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Bantarkaret, Kabupaten Bogor.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis kehutanan sosial. PT Antam memandang masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
CSR Manager PT Antam UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, menjelaskan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat serta penguatan kelembagaan desa.
“Melalui program CSR, kami berkomitmen untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis kehutanan sosial, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola hutan secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, pengelolaan hutan desa yang efektif dapat menjadi model pembangunan ekonomi hijau yang berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Arif juga mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Bantarkaret yang dinilai konsisten dalam menjaga kelestarian hutan di tengah berbagai tantangan ekologis dan sosial.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Desa Bantarkaret atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian hutan. Upaya ini layak mendapatkan pengakuan di tingkat nasional,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, PT Antam turut mendorong partisipasi desa tersebut dalam ajang Lomba Wana Lestari tahun 2026.
“Kami mendukung penuh keikutsertaan Desa Bantarkaret dalam Lomba Wana Lestari. Semoga dapat meraih prestasi terbaik dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat,” katanya.
Lomba Wana Lestari merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk memberikan apresiasi kepada individu dan kelompok yang berkontribusi dalam pelestarian hutan serta pemberdayaan masyarakat. Ajang ini mencakup berbagai kategori, seperti penyuluh kehutanan, kelompok tani hutan, dan kader konservasi, dengan puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Melalui sinergi antara dunia usaha dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan agenda nasional dan global.
Baca Juga
-
21 Agu 2026
Sekda Ajat: Sekolah Rakyat Jasinga Buka Harapan Baru bagi 1.000 Siswa
-
16 Agu 2025
Patriot dari Puncak Papua: TNI dan Warga Wuloni Rayakan HUT RI ke-80 dengan Semangat Persatuan
-
28 Agu 2026
Bukan Lagi Pasar Biasa, Pasar Benih Ikan Ciseeng Kini Tampil Modern
-
08 Jun 2026
FATRA Pertanyakan Rangkap Jabatan Kang Atep, Lebih Aktif di KONI daripada DPRD?
-
15 Apr 2026
Dari Restorative Justice hingga Rule of Algorithm: Munas Persatuan Jaksa Indonesia 2026 Perkuat Peran Strategis Kejaksaan Agung Republik Indonesia
-
22 Mar 2025
Bupati Bogor Resmikan Jembatan Rawayan, Pulihkan Akses Megamendung-Cisarua Pascabanjir Bandang
Rekomendasi lainnya
-
19 Feb 2025
Kejaksaan Agung Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Korupsi Impor Gula
-
27 Jun 2026
Wabup Jaro Ade Resmikan Sinergi TNI-Pemkab, Koramil Baru Siap Layani Masyarakat
-
14 Agu 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara: Kirab Merah Putih Jadi Simbol Semangat Persatuan dan Pemberdayaan Rakyat
-
06 Apr 2025
Diam-Diam Kejari Kabupaten Bogor Bikin Iri Tak Pernah Ribut Tangkap Kadis Camat Kades Tapi Kok Bersih Semua?
-
27 Agu 2026
Ketua DPRD Sastra Winara: Investasi Kabupaten Bogor Harus Buka Lapangan Kerja bagi Masyarakat
-
08 Feb 2025
Festival Durian Leuwiliang Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Mengangkat Pariwisata Lokal






