liputan08.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik dan perang di berbagai wilayah dunia yang dapat berdampak pada rantai pasok pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, saat berdialog di Podcast Sora Bogor Diskominfo menjelaskan, situasi geopolitik global berpotensi mempengaruhi distribusi dan ketersediaan pangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mulai mempersiapkan diri dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk menanam tanaman pangan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga agar masyarakat tetap memiliki sumber pangan mandiri jika sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi pangan akibat kondisi global.
“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup rentan terhadap konflik. Jika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berdampak pada ketersediaan pangan. Karena itu masyarakat kami dorong untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” ujar Teuku.
Ia menambahkan, gerakan menanam sesuai dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, cabai, umbi-umbian, hingga tanaman buah. Selain menjaga ketersediaan pangan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.
“Kami juga telah membuat berbagai contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan,” terang Teuku.
Teuku menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam, masyarakat dapat memiliki cadangan pangan mandiri yang dapat dimanfaatkan kapan saja.
“Kalau setiap keluarga menanam dan memiliki sumber pangan sendiri di pekarangan rumah, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat. Ini menjadi langkah penting agar masyarakat tetap aman dan tercukupi kebutuhan pangannya dalam berbagai kondisi,” jelasnya.
Melalui gerakan menanam tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Informasi lebih lengkap terkait ketahanan pangan, dapat diakses melalui Podcast Sora Bogor Diskominfo yang tayang di youtube channel Kabupaten Bogor.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)
Tags: Pemkab Bogor
Baca Juga
-
16 Jun 2025
DLH Kabupaten Bogor Sediakan Uji Emisi Gratis di Kabogorfest 2025, Warga Antusias!
-
12 Nov 2025
Rudy Susmanto Tekankan Tata Kelola Aset dan Sertifikasi Higiene Dapur MBG Kabupaten Bogor
-
05 Sep 2025
Edwin Sumarga Ajak Masyarakat Bogor Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW di Momen Maulid 2025
-
28 Mar 2025
Langkah yang Bisa Dilakukan Rakyat Jika Menemukan Kendaraan Aparat Tidak Memiliki Kelengkapan Surat
-
27 Des 2024
Satgas Yonif 642/KPS Berbagi Kebahagiaan Natal Bersama Anak-Anak di Distrik Kramomongga
-
19 Jun 2025
Polres Semarang Polda Jateng Gelar Anjangsana untuk Personel Sakit dan Warakawuri
Rekomendasi lainnya
-
14 Nov 2025
Babak Baru PWI Kabupaten Bogor: Dua Figur Satu Komitmen, Bersatu untuk Marwah Pers
-
03 Mar 2026
Perkuat SDM dan Ekonomi Rakyat, SPPG Polres Bogor Hadir di Cibungbulang
-
25 Feb 2025
Desak Evaluasi Amdal PPLI, DPR RI dan DPRD Kabupaten Bogor Diminta Turun ke Lapangan
-
15 Mei 2025
Kasus TPPU di PN Jakpus Pajak dan Bank Ikut Terseret, Kejagung Periksa Dua Saksi Kunci
-
29 Mei 2025
Dedy Firdaus Ajak Jaga Marwah Organisasi PWI Kabupaten Bogor Dukung Penuh Rekonsiliasi Nasional
-
22 Jan 2025
Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan




