Breaking News

Di Bawah Arahan Rudy Susmanto, Penataan Puncak Dapat Dukungan dan Apresiasi Pemerintah Pusat

Liputan08.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menata kawasan Puncak. Kawasan tersebut kini ditetapkan sebagai prioritas penataan kawasan strategis nasional secara terpadu.

Langkah ini sejalan dengan upaya berkelanjutan Pemkab Bogor dalam mempercepat penataan kawasan Puncak secara menyeluruh dan terintegrasi, sebagai tindak lanjut arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Kawasan Puncak selama ini dikenal sebagai magnet destinasi wisata unggulan sekaligus menjadi wajah dan pintu gerbang Kabupaten Bogor di tingkat nasional. Oleh karena itu, penataan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada estetika kawasan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas lingkungan, pengurangan kemacetan, penataan ruang yang lebih tertib, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pembahasan strategis ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Awal Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Kawasan Strategis Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Rabu (22/4/2026).

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika hadir sebagai narasumber utama yang memaparkan konsep penataan kawasan Puncak. Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa kawasan Puncak merupakan representasi Kabupaten Bogor di tingkat nasional, sehingga penataannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, kawasan Puncak diharapkan menjadi kawasan yang tertib, nyaman, dan representatif sebagai wajah Kabupaten Bogor di Indonesia,” ujar Rudy.

Sementara itu, Sekda Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat merupakan hasil dari komitmen kuat serta langkah nyata yang telah dilakukan Pemkab Bogor.

Menurutnya, penataan kawasan Puncak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir, dengan fokus pada titik-titik krusial yang menjadi simpul kemacetan.

“Penanganan Puncak harus dimulai dari bawah. Tidak mungkin kita menata kawasan Gunung Mas tanpa memperbaiki Simpang Gadog terlebih dahulu. Titik-titik ini menjadi simpul kemacetan akibat tingginya aktivitas persimpangan serta gangguan samping seperti bangunan liar dan PKL,” jelas Ajat.

Ia menambahkan, penataan kawasan Puncak dilakukan secara kolaboratif, mulai dari Simpang Gadog hingga perbatasan Cianjur. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan keterpaduan kawasan, mengurai kemacetan, meningkatkan kualitas tata ruang, serta memperkuat daya tarik Puncak sebagai destinasi unggulan nasional.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bogor optimistis kawasan Puncak akan bertransformasi menjadi kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya