liputan08.com JAKARTA — Mutasi terhadap Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika memicu sorotan tajam publik terhadap integritas internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Mutasi tersebut dinilai tidak sebanding dengan beratnya dugaan pelanggaran, terlebih beredar informasi bahwa yang bersangkutan diduga mengumpulkan dana hingga Rp20 miliar dari bisnis ilegal tersebut.
Besarnya angka tersebut menguatkan dugaan adanya praktik sistemik di tubuh Polri, di mana sebagian perwira didorong untuk mengumpulkan “cuan” demi membiayai jenjang karier dan promosi jabatan. Fenomena ini mengingatkan publik pada sejumlah kasus sebelumnya yang juga menyeret perwira menengah dengan nominal serupa.
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, menilai mutasi bukanlah bentuk hukuman yang layak dalam kasus dugaan tindak pidana narkotika. Menurutnya, jika dugaan tersebut benar, maka sanksi yang semestinya dijatuhkan adalah pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) serta proses hukum pidana yang transparan dan terbuka.
Wilson menegaskan bahwa praktik pemindahan jabatan tanpa proses hukum hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa aparat penegak hukum mendapat perlakuan istimewa. Ia menilai hal ini sangat berbahaya karena mencederai rasa keadilan masyarakat dan merusak wibawa hukum.
Ia juga menyoroti kuatnya dugaan budaya setoran dan jual-beli jabatan di internal Polri. Berdasarkan berbagai pengakuan dan informasi yang beredar di ruang publik, biaya untuk meraih satu bintang jenderal disebut-sebut bisa mencapai Rp20 miliar. Kondisi ini, menurut Wilson, mendorong sebagian oknum perwira mencari sumber pendanaan dengan cara melanggar hukum.
“Jika sistem promosi masih berbasis transaksi, maka kasus narkoba, pemerasan, dan korupsi akan terus berulang. Ini bukan soal individu, tapi persoalan sistemik,” ujar Wilson, (24/12/2025).
Wilson yang juga merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 mendesak Presiden RI untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap institusi Polri, khususnya pada sektor sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, unit SDM memiliki peran strategis dalam menentukan promosi dan penempatan jabatan, sehingga harus menjadi fokus utama reformasi.
Ia menambahkan, ketimpangan penegakan hukum antara aparat dan masyarakat sipil semakin memperparah krisis kepercayaan publik. Jika warga biasa terlibat narkotika, hukuman berat hingga pidana mati bisa dijatuhkan, sementara aparat sering kali hanya menerima sanksi administratif.
“Kondisi ini berpotensi menimbulkan skeptisisme publik terhadap hukum dan negara. Jika kepercayaan masyarakat runtuh, dampaknya akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Kasus mutasi Kapolres Tangerang Selatan dinilai menjadi cermin buram penegakan hukum di Indonesia. Tanpa reformasi yang serius, transparan, dan berkeadilan, praktik serupa dikhawatirkan akan terus terjadi dan semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
(PPWI Pusat)
Tags: Kapolres Tangsel, Wilson Lalengke
Baca Juga
-
27 Agu 2025
Ngeri! Uang Sekolah Dijarah, Proyek Digitalisasi Jadi Ajang Bancakan Elit
-
17 Okt 2025
Polres Bogor Absen di Sidang Praperadilan Sunita Mulyanih, YAPERMA Soroti Lemahnya Komitmen Penegakan Hukum
-
21 Okt 2025
Presiden Prabowo Apresiasi Kejagung Serahkan Rp13,2 Triliun Uang Pengganti Kasus Korupsi CPO
-
11 Sep 2025
DPO Korupsi Rp30 Miliar Ditangkap, Tim SIRI Kejagung Ringkus RS di PIK 2
-
30 Sep 2025
Wilson Lalengke Siap Mengguncang Sidang PBB, Angkat Isu Sahara Maroko dan Pelanggaran HAM
-
19 Feb 2026
Menjelang Puasa Ramadan, Bukannya Bertobat, Oknum Anggota DPRD Muara Enim Justru Ditangkap Kejati Sumsel Terkait Dugaan Gratifikasi Rp1,6 Miliar
Rekomendasi lainnya
-
01 Agu 2025
Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Penyimpangan Pengelolaan Keuangan di BUMD PT Lampung Selatan Maju
-
05 Feb 2026
Under Armour Buka Investigasi Dugaan Kebocoran Produk dan Pelanggaran Etika di Pabrik Mitra Cirebon
-
26 Nov 2024
Kepada Pemprov Sumsel Kejati Sumsel Serahkan Pengelola Barang Bukti Aset Yayasan Batanghari Sembilan
-
09 Okt 2025
Wilson Lalengke Hadiri Konferensi Internasional Terkait Sahara Maroko di Markas Besar PBB
-
10 Des 2025
Dian Assafri Nasa’i: Pernyataan Menteri ESDM Soal Listrik Bukan Kebohongan, Melainkan Target yang Terkendala di Lapangan
-
30 Jul 2025
Kasus Korupsi Tol Japek II Elevated: Empat Saksi Diperiksa, Bayang-Bayang Jeruji Besi Menghantui Jika Terbukti Terlibat




