Liputan08.com – Kejaksaan Agung RI menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Para tersangka diduga menyuap hakim untuk mempengaruhi putusan tiga korporasi raksasa sawit yang terjerat perkara korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) tahun 2022.
Dalam rilis resmi, Jumat (11/4/2025), Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menggeledah lima lokasi di wilayah Jakarta dan menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam berbagai mata uang asing serta aset mewah.
“Penggeledahan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. Tim menemukan alat bukti berupa dokumen dan uang yang diduga kuat berkaitan dengan praktik suap dalam pengurusan perkara di PN Jakarta Pusat,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung dalam siaran pers Minggu (13/4/2025
Barang bukti yang disita antara lain:
Uang tunai senilai SGD 40.000, USD 5.700, 200 Yuan, dan Rp10.804.000 dari rumah WG di Villa Gading Indah.
Uang tunai SGD 3.400, USD 600, dan Rp11.100.000 dari mobil WG.
Rp136.950.000 dari rumah AR.
Sejumlah mata uang asing dalam amplop dan dompet milik MAN, termasuk 65 lembar SGD 1.000, 72 lembar USD 100, serta ratusan lembar pecahan rupiah dan ringgit.
Empat unit mobil mewah: Ferrari Spider, Nissan GT-R, Mercedes Benz, dan satu mobil lain dari kediaman AR.
Penyidik juga membawa sejumlah pihak untuk diperiksa sebagai saksi, termasuk:
WG, Panitera Muda Perdata PN Jakarta Utara
MS dan AR, berprofesi sebagai advokat
MAN, Ketua PN Jakarta Selatan.
DDP, istri AR.
Dua sopir (IIN dan Budi Santoso), serta lima staf kantor hukum MS.
Hasil pemeriksaan menemukan adanya transaksi suap sebesar Rp60 miliar yang diduga diberikan oleh WG, MS, dan AR kepada MAN selaku hakim, untuk mempengaruhi putusan perkara korupsi terkait fasilitas ekspor CPO yang melibatkan tiga grup perusahaan: Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group.
Ketiga korporasi itu sebelumnya dituntut membayar uang pengganti hingga Rp17 triliun, namun dalam putusan pada 19 Maret 2025, Majelis Hakim memutuskan perkara dengan status ontslag van alle recht vervolging, yaitu membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.
Atas temuan tersebut, pada Sabtu (12/4/2025), Kejaksaan Agung resmi menetapkan:
WG (Panitera PN Jakarta Utara)
MS (Advokat)
AR (Advokat)
MAN (Ketua PN Jakarta Selatan)
sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi dalam penanganan perkara di PN Jakarta Pusat.
Kejaksaan Agung menegaskan akan menindak tegas segala bentuk intervensi dan manipulasi proses peradilan, terutama dalam kasus-kasus besar yang merugikan perekonomian negara.
(Zakar)
Tags: Penjaga Keadilan Berkhianat: Hakim dan Panitera Diduga Terima Suap dari Korporasi CPO
Baca Juga
-
07 Mar 2025
JAM-Pidum Terima Audiensi PERMAHI, Bahas RUU KUHAP dan Asas Dominus Litis
-
11 Jan 2025
OTT Dugaan Pemerasan Kepala Disnakertrans Sumatera Selatan Ditangkap, Bukti Mencapai Rp 285 Juta
-
01 Des 2024
Seminar Nasional Pendidikan Agama Islam Bahas Implementasi Merdeka Belajar
-
01 Mei 2026
KH Ahmad Yaudin Sogir: Bencana Alam Tak Lepas dari Ulah Manusia
-
09 Jun 2025
Jelang Kabogorfest 2025, Sekda Kabupaten Bogor Pastikan Seluruh Tenant dan Infrastruktur Siap
-
12 Sep 2026
Jaga Ketertiban dan Lingkungan, Pemkab Bogor Monitoring Kali Setu Kemang dan PKL
Rekomendasi lainnya
-
20 Jan 2025
Kunjungan Kerja Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL di Pos Perbatasan: Perkuat Moril dan Pantau Kesiapan Prajurit
-
09 Jul 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Pimpin Penataan Kawasan Parung, Dorong Pemerataan Pembangunan
-
26 Feb 2025
Dugaan Penipuan Oknum Polisi Polda Sumut Rp 850 Juta: Ahli Hukum Kepolisian Sebut PTDH Solusi Terbaik
-
31 Des 2024
Mutasi Jabatan Akhir Tahun 2024 di Polda Jateng, Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pelayanan di Tahun 2025
-
31 Des 2024
Mempererat Silaturahmi, Pos Eragayam Satgas Pamtas Yonif 641/Bru Masak dan Makan Bersama Tokoh Masyarakat di Membramo Tengah
-
12 Jan 2026
Pemkab Bogor Hentikan Sementara Pengolahan Sampah Domestik di Cileungsi karena Tidak Sesuai Persetujuan Lingkungan


