Liputan08.com – Operasi penggerebekan terhadap arena perjudian sabung ayam di Kabupaten Way Kanan berujung tragedi. Tiga anggota kepolisian tewas akibat aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), menimbulkan eskalasi polemik di tengah dugaan kuat adanya praktik setoran ilegal yang telah mengakar dalam sistem.
Sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa lokasi perjudian tersebut diduga menjalankan skema setoran rutin kepada pihak-pihak tertentu. Namun, dinamika di lapangan berubah ketika terjadi peningkatan permintaan setoran yang tidak dapat dipenuhi, memicu ancaman penggerebekan.
“Arena perjudian tersebut diduga menyetor sekitar Rp10 juta per minggu, atau setara Rp1 juta per hari. Di luar itu, ada permintaan tambahan berupa BBM, minuman, dan rokok senilai Rp2,5 juta per hari. Ketika diminta menaikkan setoran menjadi Rp20 juta, pihak pengelola tidak sanggup, lalu muncul ancaman bahwa pasukan dari Polres akan turun untuk menggerebek. Respons dari pihak lapangan pun jelas: ‘Silakan, kami tunggu.’ Dan inilah hasilnya,” ujar sumber tersebut, Rabu (19/3/2025).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan duka cita mendalam atas gugurnya tiga anggota kepolisian dalam tugas.
“Benar, tiga anggota Polri gugur dalam operasi penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan. Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” ujarnya, Senin (17/3/2025).
Adapun tiga personel kepolisian yang menjadi korban dalam insiden ini adalah:
1. Iptu Lusiyanto – Kapolsek Negara Batin, Polres Way Kanan
2. Bripka Petrus Apriyanto – Ba Polsek Negara Batin, Polres Way Kanan
3. Bripda Ghalib Surya Ganta – Ba Satreskrim, Polres Way Kanan
Situasi semakin kompleks setelah beredar video Penangkapan pelaku penembakan . Sosok yang terlihat dalam rekaman disebut-sebut sebagai anggota TNI berinisial Kopka B. Jika keterlibatan oknum militer ini terbukti, maka kasus ini berpotensi mengarah pada konflik kepentingan yang lebih luas serta membuka babak baru dalam investigasi terkait relasi antara aparat dan jaringan perjudian ilegal.
Dalam perspektif akademik, pakar hukum Dr. Dian Assafri Nasa’i, SH, MH, menekankan urgensi pembentukan tim investigasi independen guna mengungkap secara komprehensif motif di balik tragedi ini.
“Investigasi harus dilakukan secara transparan, profesional, dan independen. Tidak boleh ada ruang bagi pembenaran atas tindakan main hakim sendiri, apapun alasannya. Selain itu, dugaan praktik setoran ilegal yang menghubungkan korban dan pelaku harus diungkap secara terang-benderang. Institusi Polri dan TNI harus bersih dari oknum-oknum yang mencoreng nama baiknya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Dian menyoroti bahwa kasus ini tidak sekadar menyangkut perjudian ilegal, melainkan berpotensi menguak fenomena sistemik yang lebih besar.
“Persoalan ini bukan sekadar operasi penertiban perjudian, melainkan bagian dari problematika struktural yang harus diurai. Jika benar oknum TNI yang terlibat dalam insiden ini memiliki alasan yang lebih dalam, bisa jadi ia adalah aktor yang justru berhasil membongkar skandal besar yang telah lama mendarah daging di institusi penegak hukum. Inilah mengapa investigasi harus dilakukan secara holistik, dengan pendekatan hukum yang berbasis pada keadilan substansial, bukan sekadar prosedural,” pungkasnya.
Tragedi ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas institusi penegak hukum di Indonesia. Publik kini menantikan langkah konkret dari aparat untuk memastikan bahwa penyelidikan berlangsung tanpa intervensi kepentingan, serta menindak tegas siapapun yang terbukti terlibat dalam skema ilegal yang melatarbelakangi insiden ini.
Ke depan, kasus ini bukan hanya ujian bagi sistem hukum, tetapi juga momentum bagi reformasi penegakan hukum yang lebih bersih, profesional, dan berintegritas.
(Zakar)
Baca Juga
-
05 Apr 2026
Sastra Winara: CFD Tegar Beriman Jadi Ruang Sehat dan Produktif bagi Warga Bogor
-
05 Mei 2026
Sidang Chromebook Memanas, JPU Yakin Unsur Korupsi Terbukti dan Singgung Independensi Ahli
-
27 Nov 2025
Bangun Karakter Pelajar, Yantie Rachim Kenalkan Program “Berani Jadi Aku”
-
18 Apr 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
-
19 Des 2024
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Setujui 2 Permohonan Restorative Justice dalam Kasus Narkoba
-
26 Nov 2024
Kodam I/BB Siagakan PRCPB untuk Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten Tapanuli Selatan
Rekomendasi lainnya
-
10 Jul 2025
Sidang Gugatan PWI Pusat Makin Panas, Hakim Tegur Kuasa Hukum Dewan Pers
-
04 Mar 2025
JAM-Pidum Setujui 12 Perkara Restorative Justice, Salah Satunya Kasus Pencurian di Jakarta Pusat
-
09 Jan 2025
TNI Kostrad Yonif 323/Buaya Putih Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Kampung Gigobak Papua
-
14 Jun 2025
Roadshow KPK di HJB Bogor ke-543, Warga Diajak Bangun Budaya Antikorupsi
-
23 Jan 2026
Isra Mi’raj di Masjid Nurul Wathon, Rudy Susmanto Undang Ustadz Abdul Somad
-
09 Sep 2025
Pemkab Bogor Pastikan Pasar Cileungsi Bebas Formalin dan Boraks, Semua Sampel Pangan Aman Dikonsumsi


