Liputan08.com – Lima wartawan Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah, Kamis (26/12/2024) dini hari. Mereka berada di dalam sebuah mobil van yang diparkir di luar Rumah Sakit al-Awda, kamp pengungsi Nuseirat. Salah satu istri wartawan berada di rumah sakit untuk melahirkan.
Kronologi Insiden
Saksi mata melaporkan bahwa kendaraan tersebut diserang langsung oleh militer Israel. Mobil tersebut dilaporkan terbakar, dengan jelas terlihat tulisan “pers” di bagian pintunya, sebagaimana ditayangkan dalam siaran televisi lokal.
Kelima wartawan yang menjadi korban adalah Faisal Abu al-Qumsan, Ayman al-Jadi, Ibrahim al-Syekh Khalil, Fadi Hassouna, dan Mohammed al-Lada’a. Mereka merupakan jurnalis dari Al-Quds Today, saluran televisi yang berafiliasi dengan Jihad Islam Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Al-Quds Today mengutuk keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa para korban sedang menjalankan tugas media dan misi kemanusiaan.
Pernyataan dari Israel dan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ)
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan kepada anggota Jihad Islam yang menyamar sebagai wartawan. Namun, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mengecam insiden ini dan menegaskan bahwa wartawan adalah warga sipil yang memiliki hak perlindungan berdasarkan hukum internasional.
“Serangan terhadap jurnalis adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kami terus mendesak akuntabilitas untuk kekerasan ini,” ujar CPJ dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan data dari kantor media Pemerintah Gaza, jumlah jurnalis yang tewas sejak konflik dimulai pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 201 orang.
“Kami mengecam keras pasukan pendudukan Israel yang dengan sengaja menargetkan jurnalis Palestina,” tegas pernyataan resmi kantor media tersebut. Selain itu, Israel bersama negara-negara pendukungnya seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis, dituduh bertanggung jawab atas kejahatan genosida terhadap rakyat Palestina.
Serangan ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di wilayah konflik, yang kerap kali tidak mendapatkan pertanggungjawaban. CPJ menegaskan bahwa jurnalis di wilayah rawan perang harus mendapatkan perlindungan sebagaimana diatur dalam hukum internasional.
Insiden ini kembali menjadi sorotan global atas perlakuan terhadap jurnalis di zona konflik, khususnya di Palestina, yang terus berada dalam ancaman kekerasan dan penindasan.
Sumber: Relawan
Edit :Zakar
Tags: Lima Wartawan Palestina Tewas dalam Serangan di Jalur Gaza IDF Diduga Sengaja Menargetkan Jurnalis
Baca Juga
-
24 Okt 2024
Pj. Bupati Bogor Gencarkan Roadshow Lakukan Kunjungan Kerja untuk Percepat Penurunan Stunting
-
07 Okt 2024
PWI Kabupaten Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua Periode 2024
-
22 Apr 2026
Sastra Winara: TMMD ke-128 Bukti Nyata Sinergi Bangun Desa di Cigudeg
-
01 Jan 2025
Polres Metro Jakarta Barat Amankan Tujuh Remaja dan Tiga Senjata Tajam dalam Upaya Cegah Tawuran Pasca Malam Tahun Baru
-
01 Des 2025
Kapal Keruk Pemkab Bogor: Siapa Pejabat Rakus yang Dibicarakan?
-
18 Apr 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Revitalisasi Gedung Kesenian Harus Berdampak Positif bagi Masyarakat
Rekomendasi lainnya
-
01 Jul 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah
-
26 Apr 2025
17.428 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Negeri
-
11 Mar 2026
Astaghfirullah, Uang Pendidikan Diduga Diselewengkan: Jaksa Ungkap Kaitan Investasi Google di Persidangan Chromebook
-
19 Feb 2026
Tikus Koruptor Pasar Cinde Kembalikan Rp750 Juta, Kejari6 Palembang Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
-
17 Apr 2025
Dalam Dua Jam Dua Pengedar Sabu Tumbang di Tangan Polisi Sragen! Kapolres Laporkan Kami Sikat!
-
22 Apr 2026
Tingkat Kepuasan Publik Terus Meningkat, CFD Tegar Beriman Jadi Ruang Publik Favorit Warga Bogor



